alorpos.com – SEBANYAK 228 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Alor, mendapat bantuan modal usaha dari Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Koperasi dan UKM pada Tahun Anggaran 2026 ini. Total bantuan modal sebesar sebesar Rp. 1.156.000.000 (satu milyar seratus lima puluh enam juta rupiah) ini, diserahkan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., pekan lalu.
Menurut Wabup Winaryo, bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan bagi kemajuan UMKM, sehingga dapat bersaing dan mampu naik kelas, mengembangkan skala usahanya, dan meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mengingat UMKM memiliki peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan. Semoga dengan penyerahan bantuan pemerintah ini, mampu memperkuat basis kegiatan usaha, sehingga dapat berkembang semakin kokoh dan tidak mudah goyah,”himbau Winaryo.
Baginya, UMKM merupakan pilar penting yang tangguh dalam pembangunan ekonomi Indonesia, sehingga terus-menerus didorong untuk tumbuh dalam rangka meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Peran Pemkab Alor dalam mendukung UMKM sesuai Visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2029 yang mana pada Misi kedua yakni meningkatkan daya saing ekonomi Daerah berbasis SDA melalui Inovasi dan pemanfaatan teknologi. Di Kabupaten Alor sendiri, pada tahun 2026 ini, UMKM yang berjumlah 2.252 pelaku usaha dengan menyerap tenaga kerja 4.504 tenaga kerja.
“Gambaran tersebut tentunya menjadi sebuah harapan bagi kita semua, bahwa sektor UMKM adalah potensi yang harus diberdayakan dan dikembangkan. Penguatan pengelolaan bisnis menjadi sebuah hal mendasar yang harus diupayakan, termasuk dalam pengelolaan dan pembukuan keuangan,”ujar Winaryo.
Mantan Anggota DPRD Provinsi NTT ini berpendapat, bahwa pelatihan manajemen usaha dan keuangan ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengetahui perkembangan bisnis yang sedang dijalankan, lebih mudah dalam mengontrol biaya operasional bisnis, serta mengetahui hutang piutang maupun aset yang dimiliki, sehingga dapat mempermudah pengembangan usahanya. (ap/linuskia)