Kiat Pemkab Alor Meningkatkan Produksi Pangan Lokal

author
4 minutes, 34 seconds Read

alorpos.com – PEMERINTAH Kabupaten Alor terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., saat menghadiri kegiatan pengembangan pertanian bersama kelompok tani di Maiwal, Desa Pintu Mas, Kecamatan Alor Barat Daya, Rabu (12/8/2026).  

Kehadiran Sekretaris Daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Alor terhadap masyarakat dan kelompok tani yang secara mandiri mulai mengembangkan produksi pangan dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.   Menurut Sekda, kegiatan yang dilaksanakan kelompok tani mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti penting bagi pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Alor.  

“Bagi sebagian orang, kegiatan seperti ini mungkin terlihat kecil dan sederhana. Tetapi bagi saya, kegiatan ini penting karena pemerintah harus hadir untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang baru mulai bergerak,” ujar Melkisedek sebagaiman press release Bagian Prokopim Setda Alor yang diterima media ini.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak selalu harus dimulai dari kegiatan berskala besar. Hal yang lebih penting adalah keberanian untuk memulai, memanfaatkan potensi yang tersedia, serta mengembangkan hasil yang telah dicapai secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kalau hari ini baru menghasilkan sedikit, tidak menjadi persoalan. Sedikit tetapi berhasil adalah modal untuk dikembangkan menjadi lebih besar,” katanya.

Sekda menjelaskan bahwa kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Alor, khususnya beras, masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24 ribu ton per tahun. Sementara kemampuan produksi beras lokal saat ini baru berada pada kisaran 2,2 ribu ton, atau sekitar 11,41 persen dari total kebutuhan. Dengan demikian, masih terdapat kebutuhan sekitar 22 ribu ton yang harus dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah.

Kondisi tersebut, menurut Sekda, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintah Kabupaten Alor bersama masyarakat untuk terus meningkatkan produksi pangan lokal.

“Kalau kebutuhan kita sekitar 24 ribu ton, sementara yang dapat kita produksi sendiri baru sekitar 2,2 ribu ton, berarti sebagian besar kebutuhan masih harus didatangkan dari luar daerah. Karena itu, apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari upaya untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut,” jelasnya.  

Ia menambahkan, peningkatan produksi tidak harus dilakukan sekaligus dalam skala besar. Pemerintah bersama masyarakat dapat memulainya dari lahan-lahan yang tersedia dan mengembangkan kelompok-kelompok tani yang sudah terbentuk. Sekretaris Daerah juga menyinggung kunjungan Menteri Pertanian RI yang sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional ke Kabupaten Alor beberapa waktu lalu. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan momentum penting karena pemerintah pusat dapat melihat secara langsung potensi pertanian dan kondisi masyarakat di Kabupaten Alor.

Kunjungan tersebut tidak hanya berlangsung dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan peninjauan langsung ke lahan pertanian serta dialog dengan masyarakat.

“Seorang Menteri bisa datang langsung ke kebun-kebun, melihat tanaman ubi, pisang dan komoditas pertanian lainnya, kemudian berdialog langsung dengan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa potensi pertanian yang kita miliki mendapat perhatian sampai ke tingkat pemerintah pusat,” ungkapnya.

Menurut Sekda, perhatian tersebut harus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat untuk terus mengembangkan produksi pertanian.   Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Alor juga melihat peluang pengembangan kawasan pertanian dalam skala lebih luas, khususnya di wilayah Alor Timur.

Sekda menyebutkan terdapat potensi pengembangan sekitar 1.600 hektare lahan yang berada di tiga desa di wilayah tersebut. Potensi itu dinilai dapat menjadi salah satu kawasan strategis dalam meningkatkan produksi pangan apabila didukung dengan perencanaan, infrastruktur, pengairan, pembinaan, dan pengelolaan yang baik.   Karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan perhitungan teknis mengenai luas lahan yang dapat dikembangkan, kebutuhan air, infrastruktur pendukung, serta kebutuhan pembiayaan.

“Kalau persoalannya adalah air, kita harus menghitung secara teknis bagaimana air dapat dialirkan dari sumber menuju lahan pertanian. Berapa jaraknya, berapa kebutuhan infrastrukturnya, dan berapa anggarannya. Semua itu harus dihitung dengan baik,” jelas Sekda.  

Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara Pemerintah Daerah, DPRD, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat dalam memperjuangkan pengembangan infrastruktur pertanian.   Menurutnya, keterbatasan kemampuan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Program dan kegiatan harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Sekda menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian dan kelompok-kelompok tani yang telah berinisiatif mengembangkan kegiatan pertanian. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan dan pengembangan kapasitas kelompok tani, termasuk mendorong peningkatan infrastruktur pendukung produksi pertanian. “Kita tidak harus langsung berpikir besar. Kita mulai dari apa yang kita miliki. Yang penting kita mau bekerja bersama, membangun kerja sama antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Sekda berharap keberhasilan yang mulai terlihat pada kelompok-kelompok tani saat ini dapat menjadi contoh bahwa pengembangan pertanian di Kabupaten Alor dapat dilakukan secara bertahap. Ia juga mengajak seluruh kelompok tani untuk tidak berhenti pada hasil yang telah dicapai, tetapi terus melakukan penanaman, memperbaiki pola pengelolaan, meningkatkan produktivitas, dan memperluas pengembangan lahan secara bertahap.

“Kalau hari ini hasilnya belum banyak, tidak menjadi masalah. Kita tanam lagi, kita perbaiki pengelolaannya, dan kita kembangkan secara bertahap. Saya yakin, kalau kita bekerja bersama dengan sungguh-sungguh, apa yang kita mulai dari sesuatu yang kecil akan berkembang menjadi sesuatu yang besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Alor,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Harus Al Rasid Miran, S.P.; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Alor, Dominikus Nerius Salmau, ST., M.AP.; Camat Alor Barat Daya, Yapi Nikodas Hinglir, S.P.; Dansposramil ABAD; Kepala Desa Pintu Mas; para penyuluh pertanian; serta Ketua Kelompok Tani Romiye Desa Pintu Mas bersama seluruh anggota kelompok. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *