alorpos.com – WARGA yang membakar ban dan menutup ruas jalan negara di depan Kantor Bupati Alor, MINGGU (7/6/2026), dibubarkan aparat Polres Alor, dipimpin Wakapoles, Kompol Yeri Puling, sekitar Pukul 16.50 Wita. Bentrokan nyaris terjadi ketika polisi hendak menciduk salah satu warga yang terlibat dalam aksi tersebut.
Wakapolres Alor menegaskan bahwa aksi penutupan jalan negara merupakan tindak pidana sehingga tidak boleh dilakukan. Wakapolres meminta warga untuk kembali ke tempat masing-masing. Hal senada dikemukakan Kabag.Ops.Polres Alor, AKP. I Ketut Sedra,S.H. Ketut menegaskan bahwa dia menarik pasukannya untuk kembali ke Mapolres Alor, dan warga juga harus pulang ke rumah masing-masing.
Apabila masih ada aksi lanjutan, maka Ketut berjanji akan menerjunkan pasukan lebih besar lagi untuk mengamankan massa aksi.
Informasi yang dihimpun media ini di lokasi kejadian, bahwa aksi ini sebagai simbol protes dan penolakan mereka atas rencana Pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Alor, yang tidak mengakomodir aspirasi mereka. Pelantikan tersebut, sebagaimana surat undangan Pemkab Alor yang ditandatangani Sekda Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., akan berlangsung Senin (8/6/2026) Pukul 8.00 Wita di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi. Warga pendukung Is The Rock menuntut agar pelantikan pertama sejak Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo menjabat sebagai Bupati dan Wabup Alor ini, harus mengakomodir sejumlah kader mereka yang berdarah-darah kerja memenangkan Is The Rock saat Pilkada.

Hal ini katanya sudah mereka sampaikan dalam rapat bersama Sekda Alor sebagai Ketua Baperjakat dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Alor pada Kamis (4/6/2026) lalu. Kesepakatan dalam pertemuan itu, ungkap salah satu koordinator aksi warga di Batunirwala, bahwa nama-nama pejabat tertentu dalam draft untuk dilantik tetapi diprotes keras pendukung Is The Rock, karena diduga mendukung kandidat lain saat Pilkada itu tidak boleh diberi undangan untuk dilantik. Tetapi hingga jelang pelantikan besok pagi ini, kata sumber ini, belum ada kejelasan apakah kesepakatan itu dilaksanakan atau tidak, karena mereka kesulitan bertemu dengan Sekda Melki Bely.
Pantauan alorpos.com, mereka mendesak Sekda Melki Bely untuk datang menemui mereka di halaman Kantor Bupati Alor, untuk memastikan bahwa rencana pelantikan para pejabat ini telah mengakomodir aspirasi mereka. Jika pelantikan di Aula Pola Tribuana Kalabahi, maka mereka mempersilahkan para pejabat Pemkab Alor untuk berkantor di tempat pelantikan, karena Kantor Bupati Alor akan mereka segel. (ap/linuskia)