alorpos.com – ADA dua kegiatan pemerintahan di luar daerah dalam sepekan ini, yang wajib dihadiri kepala daerah atau wakil kepala daerah, tidak boleh diwakili. Karena itu, Wakil Bupati Alor, Rocky WInaryo,S.H.,M.H., selama kurang lebih seminggu ini berada di luar daerah.
Pertama, Wabup ke Ende-Flores untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT pada Jumad (15/5/2026) di Hotel Flores Mandiri. Dari forum RUPS Bank NTT yang penuh dinamika di Ende itu, Wabup Alor, Rocky Winaryo kemudian harus menuju Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat.
Wabup Rocky Winaryo kepada media ini, Senin (18/5/2026) malam melalui pesan WhatsApp, menginformasikan bahwa dia sedang berada di Lombok Barat, untuk mengikuti kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 pada Selasa (19/5/2026) ini.
“Kegiatan ini tidak dapat diwakilkan karena pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri akan memberikan penghargaan berupa Dana Insentif Fiskal (DIF) kepada daerah berprestasi. Apabila suatu daerah dinilai berprestasi, namun kepala daerahnya tidak hadir, maka penghargaan tersebut dialihkan kepada pemerintah daerah lain,”jelas Wabup Rocky Winaryo.
Itu artinya, pemerintahan Kabupaten meski Alor di tengah keterbatasan, mampu menghasilkan kinerja positif, sehingga dinilai sebagai salah satu daerah berprestasi oleh pemerintah pusat, dan layak mendapat apresiasi.
Sekda Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., menjawab media ini, Selasa (19/5/2026) malam melalui panggilan WhatsApp, menambahkan informasi bahwa Pemda Alor dinilai berprestasi karena sejumlah keberhasilan.

Tahun 2025 kemarin, ungkap Melki, Alor mendapat DIF sebesar Rp 21 Miliar lebih. Di Tahun 2026 ini belum ada kepastian.
“Baru mau dikasih, katanya apresiasi kepada daerah-daerah yang dianggap berprestasi, termasuk Kabupaten Alor karena berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka, dari 2,80 persen menjadi 2,20 persen,”ujar Melki.
Faktor terjadinya penurunan angka pengangguran terbuka ini, sambung Melki, salah satunya karena Kabupaten Alor mengangkat P3K Paruh Waktu sampai 3000-an orang. Selain itu, UMKM di Alor bergerak karena Pemkab memberikan modal usaha di kelompok-kelompok masyarakat.
“Hal-hal ini cukup mempengaruhi penurunan angka pengangguran terbuka, termasuk yang paling kecil di NTT. Kemiskinan ekstrim di Kabupaten Alor juga turun dari 7,05 persen menjadi 5,02 persen. Ini urutan terkecil ketiga di Provinsi NTT setelah Kota Kupang dan Kabupaten Manggarai. Terus kita punya angka kemiskinan juga turun dari 19,87 persen menjadi 18,29 persen,”beber Melki.
Jadi, lanjut sosok yang lama bergelut di Baperida (sebelumnya Bappelitbang) ini, bahwa Kabupaten Alor termasuk cukup berprestasi, sehingga layak mendapat apresiasi sebagai kabupaten dengan predikat baik.
“Nanti kita dapat informasi dari bapak Wakil Bupati, berapa DIF yang kita dapat,”tutup Melki. (ap/linuskia)