Di Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi Tingkat Kabupaten Alor, Sekda Ungkap 5.890 Anak Alor Tak Sekolah

author
1
6 minutes, 59 seconds Read

alorpos.com – DINAS Pendidikan Kabupaten Alor menggelar kegiatan Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026, yang telah dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., atas nama Bupati Alor, Iskandar Lakamaua,S.H.,M.Si., pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kompleks Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Alor di kawasan Mola Kalabahi ini, sempat dipantau langsung pula Ketua Tim Penggerak PKK Pusat yang juga istri Menteri Dalam Negeri RI, Ny.Tito Karnavian.

Pantauan media ini, acara berlangsung sangat meriah. Penyambutan para pejabat yang hadir, dikemas dalam nuansa adat dan budaya yang disuguhkan komunitas Kecamatan Pantar Tengah. Kegiatan ini dengan Thema: “Mewujudkan PAUD dan Pendidikan Non Formal berkualitas dalam bingkai Gerakan Membangun dari Timur dengan Spirit Alor BERKEMAS dalam Nuansa Persaudaraan”. Sedangkan Sub Thema: “Dengan Semangat Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi Pendidikan Non Formal, kita Tingkatkan Kualitas Mutu Pendidikan Kabupaten Alor menuju Indonesia Emas 2045”.   

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Ferdy I.Lahal,S.H., dalam sapaannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama para camat, bunda PAUD tingkat Kecamatan yang datang bersama anak-anak PAUD dari 18 kecamatan. Kegiatan Gebyar PAUD ini, jelas Ferdy, tentu bermanfaat bagi peserta didik di usia dini.

Menurutnya, semangat yang didukung Sekda, Bupati dan Wakil Bupati Alor melalui pembiayaan, maka Dinas Pendidikan melakukan Gebyar PAUD mulai dari tingkat kecamatan, dan peraih Juara  I di kecamatan, mengikuti Gebyar PAUD tingkat kabupaten. Ferdy yakin, ruang Gebyar PAUD danh Festival Literasi Numerasi ini dapat menjadi ajang anak-anak TK/PAUD/Kober dalam  mengembangkan bakat, kreatifitas dan inovasinya, serta menimbulkan rasa percaya diri, serta karakter dan mentalnya teruji.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., menyampaikan terima kasih kepada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Alor dan semua stakeholder di daerah ini, yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk mendukung persiapan sumber daya manusia mencapai generasi yang disebut Indonesia Emas 2045.

Kegiatan Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi ini dinilai Melki sebagai salah satu langkah terbaik dalam meningkatkan angka lama sekolah, sehingga akan diberikan perhatian khusus pemerintah daerah kedepannya. Kepada para Camat dan Bunda PAUD di 18 kecamatan,, Melki menyampaikan terima kasih dari Pemkab Alor, karena terus bersinergi dengan pihak Dinas Pendidikan untuk mengembangkan pendidikan, khususnya TK/PAUD di wilayah kecamatan masing-masing.

Melki mengungkapkan bahwa saat ini, di Kabupaten Alor, jumlah anak-anak yang tidak sekolah sebanyak 5.890 orang. Jumlah itu tersebar di 18 kecamatan. Karena itu, lanjut Melki, kita harus bersama-sama berupaya untuk berpartisipasi aktif, pada Rencana Aksi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah.    

“Harus dilihat, anak tidak sekolah itu kira-kira kenapa? Contoh, anak tamat SD mau ke SMP tetapi tidak sekolah. Anak SMP mau ke SMA tetapi tidak sekolah. Karena itu, program pa bupati dan wakil bupati di Tahun 2025 kemarin, apa yang kita sebut dengan Beasiswa Transisi. Anak tamat SD mau ke SMP kita beri Rp 750.000/anak, Anak SMP yang mau ke SMA/sederajat, kita beri Rp 1.500.000/anak. Hal ini supaya anak-anak tidak putus sekolah,”tandas Melki.

Ia menekankan bahwa upaya Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah, menjadi tanggungjawab semua pihak di daerah ini, termasuk para Camat dan Bunda PAUD.

“Bunda PAUD agar turut serta dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan PAUD, dan senantiasa hadir di tengah-tengah mereka untuk memotivasi, agar anak-anak rajin ke sekolah. Kalau anak-anak sudah rajin ke sekolah sejak kecil, maka mereka akan terus rajin ke jenjang SD,SMP dan SMA,”ujar Melki.

Kendala kita di Alor, lanjut Melky, yakni sebagian besar Kepala  PAUD itu tidak ada yang berpendidikan S1 PAUD (Sarjana PAUD). Sementara indikator dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), salah satunya Kepala Sekolah PAUD minimal Sarjana PAUD.

“Karena itu, ada beberapa solusi yang sementara ditawarkan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan. Rencana pada Tahun 2027, kepala sekolah yang belum berpendidikan minimal S1 PAUD, akan diberikan bantuan beasiswa berupa dana stimulan, untuk meningkatkan kualifikasi guru-guru PAUD,”ujar Melki disambut aplaus guru-guru PAUD yang hadir.

Program itu, lanjut Melki, tentu akan dilakukan secara bertahap, beberapa orang dalam satu tahun anggaran, sesuai kemampuan keuangan daerah. Tetapi harus dipastikan, bahwa sampai tahun berapa, semua kepala sekolah PAUD harus Sarjana PAUD.

Kesempatan itu mantan Kepala Baperida Kabupaten Alor ini menyentil pula masalah tawuran di Kalabahi yang juga melibatkan anak-anak sekolah, termasuk yang masih pelajar SD sekalipun.

“Ada anak SD yang sudah bisa pakai panah ambon. Ini tanggungjawab kita bersama untuk menghentikannya. Kita sudah deklarasi damai di sekolah-sekolah, dan ini jangan dianggap biasa-biasa saja,”tegas Melki.

Dia berpesan, bahwa Gebyar PAUD di Festival Literasi Numerasi itu bukan sekadar ajang lomba, tetapi menjadi sarana bagi anak-anak untuk menampilkan bakat dan kreatifitasnya. Tetapi dia juga mengingatkan agar lomba tersebut jangan memaksa anak untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak suka. Anak-anak diharapkannya tetap ceriah, rajin belajar, hormati guru dan orang tua, serta teruslah bermimpi menjadi anak-anak hebat yang akan membanggakan keluarga, membanggakan bangsa dan daerah ini.

Sebelumnya, Sekretaris Panitia Pelaksana Gebyar PAUD dan Festival Literasi Numerasi Tingkat Kabupaten Alor, Aristarkus Mabileti,S.E.,M.Tr.A.P., melaporkan bahwa jumlah PAUD di Alor sebanyak 331 lembaga, tetapi dari jumlah itu, hanya 31 berstatus PAUD Negeri, sisanya swasta.

Aris melaporkan bahwa kegiatan itu untuk meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal  (PNF) Paket A, Paket B dan Paket C di Kabupaten Alor, sebagai perwujudan Visi Pemerintah Daerah periode 2025-2030, dengan Misi Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang unggul, berakhlak dan berkualitas, sebagaimana tercantum pada poin pertama dari 14  program prioritas Gerbang Timur dalam spirit Alor Berkemas, yaitu Pendidikan Bermutu dan Ramah untuk Semua.   Kegiatan ini diikuti 18 PAUD dari Kecamatan se-Kabupaten Alor, berkat kerja keras dari bapak/ibu Guru PAUD, Tutor dan Guru Pamong serta kerja sama dengan pemerintah kecamatan, desa/lurah serta bunda PAUD Kecamatan dan berbagai pihak guna menyukseskan kegiatan dimaksud.

Dasar hukum kegiatan, antara lain Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar PAUD, dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Tujuan kegiatan, untuk meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten Alor; Menjalin dan meningkatkan tali silahturahmi dan silaturahim antara para guru PAUD, Tutor Guru Pamong Belajar, Peserta didik dan orangtua anak;  Meningkatkan bakat, kemampuan, kreativitas, inovasi, keterampilan dan membentuk karakter anak; Mengukur kemampuan anak dan guru selama ini ,dalam mendidik dan mengajar di sekolah.

Sedangkan sasaran kegiatan, 1). Peserta Lomba Gebyar PAUD adalah Peserta didik dari TK/PAUD/KOBER dan RA.  2). Peserta lomba Festival Literasi Numerasi merupakan peserta didik dari UPTD SPNF SKB dan PKBM Paket A, B dan C. 3)  Guru PAUD, Guru Pamong belajar dan Tutor serta orangtua.

Waktu pelaksanaan kegiatan, berlangsung sejak 20 – 22 Mei 2026 di Kecamatan Teluk Mutiara, bertempat di Alun-alun Dinas Pendidikan Kabupaten Alor. Peserta Lomba Gebyar PAUD adalah juara 1 dari 8 (Delapan) jenis mata lomba di 18 Kecamatan. Peserta lomba Festival Literasi Numerasi merupakan peserta didik Paket A, Paket B dan Paket C dari UPTD SPNF SKB dan PKBM.   Gebyar PAUD diikuti 900 peserta dari 18 Kecamatan dengan rincian masing-masing kontingen sebagai berikut; Peserta PAUD: 10 Orang, Peserta PKBM: 12 Orang, Guru Pendamping/Tutor: 10 Orang. Koordinator/Ketua kontingen: 1 Orang. Camat: 1 Orang, Bunda PAUD : 1 Orang, Orangtua siswa: 19 orang.

JENIS LOMBA: Adapun jenis mata lomba yang akan dilaksanakan yaitu : Lomba Tari Anak Kreasi Modern, Lomba Guru Mengajar, Lomba menggambar dan mewarnai Siswa, lomba Anak Bercerita, Lomba Tebak angka dan tebak huruf Siswa, Lomba Praktik baik layanan kesetaraan dalam mendukung Wajib Belajar 13 tahun, Lomba Cerdas Cermat Numerasi untuk Warga Belajar.Paket A, Paket B dan Paket C dan Lomba Inovasi Pembelajaran mendalam oleh Tutor dan/Guru Pamong.   Pembiayaan: Pembiayaan Kegiatan ini bersumber pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Tahun 2026. Demikian laporan panitia yang diketuai Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Alor,   Anthon F. Makoni,S.P., dan Sekretarisnya, Aristarkus Mabileti,S.E.,M.Tr.A.P.  

Kegiatan ini berlangsung meriah, ada pula pameran UMKM yang menawarkan aneka kerajinan dan kuliner khas Alor di alun-alun Dinas Pendidikan Kabupaten Alor. Acara pembukaan di Aula Tara Miti Tominuku Dinas Pendidikan itu dimeriahkan pula dengan penampilan anak-anak PAUD yang memukau para undangan, termasuk rombongan Ketua Tim Penggerak PKK Pusat, Ny.Tito Karnavian. (ap/linuskia)

Similar Posts

Comments

  1. avatar
    YOSEFINA M.KAWANGKO says:

    Luar biasa pak sukses selalu ke depan,, Disdik kab Alor, bidang PAUD PKLK terus di depan 👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *