Gema MTQ di Baranusa, Bupati dan DPRD Alor “Lantunkan” Perdamaian Untuk Pulihkan Kamtibmas Kalabahi

author
8 minutes, 6 seconds Read

alorpos.com – MUSABAQAH Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Alor Ke XXXI bergema di Baranusa, ibu kota Kecamatan Pantar Barat. Dari Baranusa, Lewo Ro Piring Sina itu pun lahir pesan-pesan harmoni dan perdamaian, serta pantun-pantun bijak para petinggi. Bupati Alor, Iskandar Lakamau,S.H.,M.Si., masih dalam masa pemulihan sehingga tak bisa hadir secara fisik, tetapi pesannya melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., sangat menggugagh semua anak-anak negeri Seribu Moko, untuk bersatu padu, karena kita satu darah, untuk bersama membangun daerah ini menuju damai sajahtera.

Panitia Pelaksana MTQ Tingkat Kabupaten Alor Ke-XXXI di Baranusa yang dipimpin Asisten III Setda Kabupaten Alor, Marthen Maubeka,S.H., telah bekerja ekstra maksimal dalam menyukseskan acara pembukaan pada Senin (18/5/2026) malam dengan meriah. Sebagaimana siaran langsung akun youtube Lavotana Live yang dipantau media ini, acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan ayat-ayat suci Alqur’an oleh qori Mukhtar Fatahuddin Likur.

Sekda Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Iskandar Lakamau,S.H.,M.Si., dan Wakil Bupati Rocky Winaryo,S.H.,M.H., yang tak bisa hadir. Bupati masih dalam masa pemulihan kesehatan, sedangkan Wabup sedang melaksanakan tugas pemerintahan ke luar daerah. Kedua pemimpin Nusa Kenari itu menitip salah hormat, sekaligus mengapresiasi kinerja baik Panitia MTQ dan LPTQ Kabupaten Alor.

Melki mengemukakan tema besar dan sub tema yang diusung dalam MTQ Ke XXXI Kabupaten Alor itu sangat strategis dalam mendukung pembangunan di daerah ini.

“MTQ ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat iman, berakhlak mulia, memiliki semangat persaudaraan, disiplin dan kepedulian sosial, untuk kita bersama-sama membangun Kabupaten Alor yang kita cintai,”ujar Melki.

Sekda yang juga mantan Kepala Baperida Kabupaten Alor ini menjelaskan bahwa strategi pembangunan daerah melalui Gerbang Timur dengan spirit Alor Berkemas yang menjadi sub tema MTQ Ke XXXI, harus dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun Alor supaya berdaya saing, religius, harmonis, maju dan sejahtera, dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan persaudaraan.

Gerbang Timur, jelas Melki, sesungguhnya singkatan dari Garakan Membangun dengan Hati, Tenaga, Ilmu Pengetahuan, Inovasi Untuk Alor yang lebih baik. Jadi, demikian Melki, Gerbang Timur dimulai dengan sebuah gerakan dalam diri, gerakan hati yang kemudian mempengaruhi karakter diri untuk bisa membangun daerah ini.

“Karena itu bapa bupati dan bapa wakil bupati dalam mencetuskan Gerbang Timur sebagai strategi pembangunan daerah, sesungguhnya meletakkan hati nurani sebagai bagian terpenting yang akan membangun daerah ini bersama-sama. Karena itu membangun dengan hati, akan dimulai dengan spirit nilai-nilai keagamaan, salah satunya melalui MTQ,”tegas Melki.

Ia berpendangan bahwa sebagai daerah yang dikenal dengan semangat toleransi dan kerukunan beragama, patut beryukur karena hingga saat ini masyarakat Alor tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Walaupun dalam tanda petik, di Kalabahi sementara bergumul, bagaimana upaya stabilitas Kamtibmas, karena beberapa kali terjadi tawuran antar anak-anak muda. Upaya mediasi dan berbagai hal telah dilakukan pemerintah bersama pak Kapolres Alor dan jajarannya, untuk mencetuskan nilai-nilai kebersamaan melalui kehidupan generasi muda kita. Kemarin pagi sudah dilaksanakan doa bersama, dan akan ada pertemuan antara tokoh-tokoh agama se-Kabupaten Alor. Dan pada 20 Mei 2026 di hari Kebangkitan Nasional, kita merencanakan ada Deklarasi Alor Cinta Damai,”tandas Melki.

Dia berharap, situasi ini segera dipulihkan. Anak-anak kita, sambung Melki, sebagai generasi penerus bangsa dan daerah ini, harus terpelihara masa depan mereka diberkati, sehingga menjadi penerus bagi kita sekalian. Melalui momentum MTQ itu, dia mengajak semua pihak untuk memperkuat nilai persaudaraan, meningkatkan nilai kepedulian sosial diantara kita, agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter cinta damai dan bertanggungjawab.

“Kalau nilai-nilai karakter ini sudah kita memulai, maka akan berdampak sesungguhnya pada pembangunan daerah ini. Bapa bupati dan bapa wakil bupati selalu mengingatkan kita untuk konsisten dalam melaksanakan tugas pembangunan di daerah ini. Dan kita harus mengakui, bahwa ada banyak keberhasilan yang kita raih, berkat kerja keras kita bersama semua masyarakat. Hubungan antara pemerintah dan DPRD yang terjalin selama ini telah memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Salah satu wujudnya, yakni terselenggranya MTQ secara baik dalam semangat kebersamaan, saling menghormati dan menjadi kedamaian bersama,”ujar Melki.

Bupati Alor berharap, demikian Melki, seluruh peserta MTQ mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik, menjunjung tinggi sportifitas, sekaligus menjadikan MTQ sebagai moment untuk belajar meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Alqur’an. Kepada dewan hakim, diigatkannya agar melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggungjawab.  

“Dewan hakim agar belerja obyektif, jujur dan profesional, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar melahirkan qori dan qoriah terbaik untuk mewakili Kabupaten Alor di ajang MTQ Tingkat Provinsi NTT dan tingkat nasional nanti,”himbau Melki.

Selanjutnya, atas nama Bupati Alor,  Sekda Melkisedek Bely membuka pelaksaan MTQ Ke XXXI Kabupaten Alor, ditandai dengan pemukulan beduk, yang dipercayakan kepada Kapolres Alor, AKBP.Nur Azhari,S.H., untuk melakukannya. 

Sebelum itu, Wakil Ketua II DPRD Alor, Usman Plaikari dalam sambutannya mengemukakan bahwa pimpinan dan Anggota DPRD Alor mengapresiasi LPTQ dan Panitia MTQ bersama para pihak yang mengambil bagian dalam mensukseskan MTQ. Ia menilai MTQ Kabupaten Alor tahun ini lebih super karena faktor ketua panitianya bekerja  tulus menjalankan semua amanah, sehingga bantuan dana itu jatuh (dari berbagai pihak) seperti bintang yang jatuh.

Ia menekankan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan Baca Alqur’an semata, tetapi jalan mengedukasi umat untuk makin mencintai, memahami, mengamalkan dan membumikan Alqur’an, dalam kehidupan sehari-hari.

Namun dia juga mempertanyakan, bagaimana setelah MTQ tutup nanti, setelah pulang, apakah umat Islam masih membaca Kitab Suci Alqur’an, ataukah hanya pajang di ruang tamu.

“Jangan sampai setiap hari yang kita baca adalah status facebook orang, sedangkan Alqur’an kita tinggalkan,”kata Usman menohok.

DPRD, lanjut Usman, berkomitmen penuh mendukung setiap kegiatan keagamaan seperti Pesparawi, MTQ, Pesparani, dan juga satu kegiatan setelah MTQ di Baranusa, adalah Sidang dan HUT PGI pada 21-25 Mei 2026 di Kalabahi.

“Kami Anggota DPRD Alor 30 orang, sehingga  kami kumpul (sumbangan) lalu kami bagi dua. Setengah kami bawah ke MTQ, setengah kami bawah ke Sidang PGI, biar adil,”ungkap Usman Plaikari.  

DPRD Alor berharap, semoga melalui MTQ ini, akan melahirkan qori-qoriah peserta terbaik, yang akan mewakili Kabupaten Alor di ajang MTQ Tingkat Provinsi NTT maupun di tingkat nasional. Dia mengucapkan selamat berlomba kepada para peserta.

Usman juga berharap, agar Dewan Hakim MTQ Ke XXXI berlaku obyektif dalam penilaian demi melahirkan qori-qoriah terbaik. Ia mengaku terharu karena ada pula rohaniawan Kristen seperti pendeta dan romo yang mengantar kontingen/kafilah dari kecamatan-kecamatan. Menurutnya, itulah keunggulan Alor yang tak dimiliki daerah lain.

“Karena itu kita jaga persatuan dan kesatuan. Jaga toleransi antar umat beragama. Kita boleh beda keyakinan, beda rumah ibadah, beda kitab suci, tetapi kita datang dari satu nenek moyang, Adam dan Hawa. Mari kita hindari tawuran, konflik antar kampung, agar daerah kita ini aman. Sehingga pemerintah kita fokus pada pelayanan pembangunan dengan baik. Semoga tetap terpelihara Tara Miti Tomi Nuku. Ite Kakang Aring, Tenang Eli Mule Noa. Semoga semboyan ini terus didengungkan di daerah Nusa Kenari, Alor tanah terjanji, bumi persaudaraan, surga di   timur matahari,”pungkas Usman.

Untuk diketahui, Ketua Umum Panitia, Marthen Maubeka ketika menyampaikan laporan mengemukakan bahwa MTQ Tingkat Kabupaten Alor Ke XXXI di Baranusa dengan tema: Tema: Penguatan Kelembagaan LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) dan Masyarakat Dalam Siar Alqur’an. Sedangkan sub tema: MTQ Sebagai Penguat Karakter, Pendukung Pembangunan Daerah Melalui Strategi Gerbang Timur dalam Spirit Alor Berkemas.

MTQ Ke XXXI dengan lokasi utama di halaman Masjid Al-Hidayah Baranusa itu berlangsung pada 18-23 Mei 2026. Hadir Sekda Alor, Melki Bely,S.Sos.,M.Si., Wakit Ketua II DPRD Kabupaten Alor, Usman Plaikari dan sejumlah anggota, unsur Forkopimda Alor, Ketua Pengadilan Agama, Anggota DPRD NTT, Astrid Gaidaka, Ketua MUI Alor, Muhamad Bere,S.H., Ketua LPTQ Kabupaten Alor, Harun Alrasyid Miran,S.P.,M.M.,  Raja Muda Baranusa, para tokoh berbagai elemen di daerah ini,  pimpinan BUMN/BUMD, para pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan, serta  Kafilah dari 12 kecamatan.

Jumlah peserta MTQ berbagai cabang, dari golongan anak-anak hingga dewasa, sebagaimana dilaporkan Marthen Maubeka sebanyak 178 orang. Jumlah peserta tersebut berasal dari Kafilah Kecamatan Alor Barat Laut, Alor Barat Daya, Abad Selatan, Alor Tengah Utara, Kabola, Pulau Pura, Teluk Mutiara, Pantar, Pantar Timur, Pantar Barat Laut, Pantar Barat dan Kecamatan Pantar Tengah.

Maubeka juga melaporkan dana yang terhimpun untuk menyukseskan kegiatan tersebut bersumber dari Bantuan (hiba daerah) Pemerintah Kabupaten Alor melalui LPTQ Kabupaten Alor, sumbangan Pemda Kabuoaten Alor, Sumbangan Anggota DPR RI, Ahmad Yoan,M.Si., dan Julie Sutrisno Laiskodat, sumbangan Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Alor, sumbangan Keluarga Besar Kalondama, sumbagan Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Alor, sumbangan dari  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor dan  para Kepala Madrasah, STIKIP Muhammadyah Kalabahi, sumbangahn BUMN/BUMD, sumbangan Ibu-ibu Majelis Ta’lim Kabupaten Alor, serta masyarakat Kabupaten Alor yang tak dapat disebutkan satu per satu.

Untuk itu Panitia mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung dan memberikan bantuan dimaksud.

Berkaitan dengan Dewan Hakim dalam MTQ Ke XXXI Kabupaten Alor ini dibentuk  melalui Keputusan Bupati Alor yang dibacakan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Simon Atalo,S.Sos. Dewan hakim tersebut dipimpin (koordinator) oleh Drs.Pahlawan Pakro,M.Ag., Wakil Koordinator, Abdullah Likur dan Sekretaris, Syukur Marweki.

Dewan hakim yang terdiri dari 33 orang tersebut dilantik oleh Ketua LPTQ Kabupaten Alor, Harun Alrasyid Miran,S.P.,M.M.   “Laksanakan tugas sejujur-jujurrnya dan bertanggungjawab atas tugas yang saudara laksananakan,”kata Rasyid saat melantik para dewan hakim. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *