Panah Tertancap di Kepala, Raja Morib Dirujuk Dari RSD Kalabahi Ke Ben Mboi Kupang. Kamtibmas Alor Mencemaskan

author
2
3 minutes, 23 seconds Read

alorpos.com – CUCU almarhum Julius Morib dan almarhumah Saripah Oang yang akrab disapa Raja Morib, warga Kelurahan Nusa Kenari, Kabupaten Alor, menjadi korban panah yang dilesakkan oknum yang mengenakan cadar pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul satu dinihari Wita. Anak panah tertancap di kepala bagian belakang korban sehingga dilarikan ke IGD RSD Kalabahi untuk mendapat perawatan intensif.

Pantauan media ini di RSD Kalabahi, Selasa (5/5/2026) sekiyat Pukul 10.05 Wita, panah masih tertancap di kepala Raja Morib, dan  terlihat mengerang kesakitan. Ternyata “panah ambon” yang tertancap itu tidak bisa dilepas melalui tindakan medis di RSD Kalabahi. Informasi yang diperoleh media ini dari petugas yang menangani, bahwa anak panah tertancap cukup dalam dan posisinya di bagian belakang kepala yang berhubungan dengan saraf, sehingga tidak bisa dilakukan bedah di RSD Kalabahi karena keterbatasan alat dan ketiadaan dokter ahli bedah yang berkaitan dengan saraf.

Karena itu, korban yang merupakan putra alm.Jero Morib ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Ben Mboi Kupang untuk segera mendapat pertolongan. Pihak keluarga korban, diantaranya Aty Morib dan mantan Anggota DPRD Alor, Selfina Morib bergegas mengurus segala keperluan berkaitan dengan rujukan dokter, sehingga korban diberangkatkan ke Kupang dengan Kapal Cepat Bahari Expres sekitar Pukul 11.00 Wita. Korban tetap didampingi salah satu petugas medis dari RSD Kalabahi.

Kronologi kejadiannya, menurut pihak keluarga, bahwa korban bersama seorang temannya berjalan kaki hendak kembali ke rumah kediaman, tetapi ketika melintas di sekitar pertigaan Kampung Baru menuju SMPN I/SMAN 1 Kalabahi, terlihat dua orang berboncengan sepeda motor dan memakai cadar menyerang korban dengan anak panah. Masalah ini telah ditangani pihak Polres Alor dengan mengumpulkan bahan dan keterangan dari para pihak yang mengetahui peristiwa ini.

Pihak keluarga, sebagaimana disampaikan mantan Anggota DPRD Alor, Selfina Morib sebelum ke Kupang mendampingi korban, bahwa semoga aparat hukum dapat mengungkap identitas pelaku dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor belakangan ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua elemen di daerah ini. Persoalan tawuran antar pemuda, dan juga melibatkan pelajar terus berlanjut. Padahal segala upaya perdamaian dengan segala cara telah dilakukan. Soal himbauan menciptakan perdamaiaan karena kita semua bersaudara, satu tali pusat, selalu dikumandangkan para pejabat di panggung-panggung acara, di forum-forum rapat, entah rapat biasa, maupun Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Alor, hingga ke mimbar-mimbar rumah ibadah oleh para pemimpin umat. Tapi suasana aman dan damai di Kalabahi belakangan ini seperti menjadi sesuatu yang terlalu sulit untuk diwujudkan.  

Wakil Gubernur NTT yang mantan Kapolda NTT dan juga salah satu putra daerah dan tokoh masyarakat Kabupaten Alor dalam sambutannya baru-baru ini saat membuka kegiatan Gebyar Hardiknas 2026 tingkat Pendidikan Menengah (Dikmen) Wilayah III di Kalabahi, berulangkali memohon semua pihak, mulai dari para pelajar, anak-anak muda, dan para orang tua agar menciptakan suasana yang kondusif, aman dan damai di Nusa Kenari, sebagai daerah pariwisata yang sedang diminati para wisatawan. Bagaimana wisatawan manca negara maupun domestik mau  datang ke Alor jika daerah ini tidak aman dan nyaman.

Wakil Bupati Alor, Rocky WInaryo saat memimpin apel memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 di halaman Kantor Bupati Alor, juga meminta semua pihak, terutama para pelajar dan orang tua agar ikut menciptakan suasana yang aman dan damai di Kalabahi. Para orang tua diminta Wabup Alor, harus mengontrol anak-anaknya agar tidak keluyuran dan terlibat dalam hal-hal yang mengganggu Kamtibmas.  

Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar juga dalam Pidato Penutupan Masa Sidang II dan Pembukaan Masa Sidang III pada Selasa (5/5/2026) siang, meminta semua pihak harus menciptakan suasana yang kondusif, hentikan perselisihan dengan cara-cara kekerasan.

Kapolres Alor, AKBP.Nur Azhari juga telah memimpin deklarasi damai antar para pelajar di Kalabahi, dan terus melaksanakan upaya-upaya menjaga Kamtibmas di daerah ini.

Semoga berbagai cara yang dilakukan semua pihak ini, bisa merajut kembali persaudaraan antara sesama anak Nusa Kenari, untuk mewujudkan bahwa benar, ALOR itu Alamnya Lestari Orangnya Ramah. Dengan demikian, suasana Kalabahi menjadi tentram, meski berjalan di malam hari sekalipun, agar jangan ada lagi yang terluka parah seperti yang dialami Raja Morib.    (ap/linuskia)

Similar Posts

2 Comments

  1. avatar
    jackpot168 says:

    Your recent analysis offered a brilliantly structured evaluation of emerging industry standards, and I deeply admire how you assessed each framework against practical criteria like scalability, implementation cost, and long-term sustainability, providing readers with highly actionable strategic guidance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *