alorpos.com – ASAP tebal menyelimuti langit Kabupaten Alor beberapa hari belakangan, dan puncaknya pada Selasa (13/10/2026), jarak pandang kian tipis di wilayah perbukitan, bahkan mengakibat pesawat Wings Air tujuan Kupang-Alor yang terbang dari Bandari El Tari Kupang gagal mendarat di Bandara Mali Alor.
Ketua Panitia Pelatihan Pemazmur dan Audisi Peserta Perparani Kabupaten Alor, John Arakian mengatakan pihaknya hendak menjemput pelatih dari Kupang, Selasa pagi tadi, tetapi pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Mali karena katanya jarak pandang yang terbatas, sehingga pesawat terbang kembali ke Kupang.
Sementara itu, Muhammad Fahmi Uba,S.E.,M.A.P., selaku Kepala Bidang Pencegahan pada Badan Penangguolangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor, yang dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa wilayah Kabupaten Alor sedang berkabut asap. Fahmi mengaku sedang mengupdate data dari pihak BMKG.
Tetapi Fahmi mengemukakan bahwa informasinya, kabut asap ini dampak dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Papua akibat angin timur ke wilayah Ambon dan Nusa Tenggara Timur. Fahmi kemudian meneruskan siaran pers dari Stasiun Meteorologi Kelas III Mali-Alor yang menginformasikan bahwa fenomena udara kabur (*haze/HZ*) dan asap (*smoke/FU*) telah teramati di sekitar Bandara Mali sejak 8 Oktober 2026 hingga 12 Oktober 2026.
Disebutkan bahwa pada 12 Oktober 2026, jarak pandang tercatat 6.000 meter pada pukul 10.30 WITA dengan keterangan asap di area pendekatan pesawat. Selanjutnya, pada pukul 11.30–13.30 WITA, jarak pandang tercatat 5.000 meter dengan fenomena udara kabur.
“Pemantauan citra satelit Himawari-9 dan informasi aerosol juga menunjukkan indikasi sebaran asap dan aerosol selama periode tersebut. Potensi transportasi asap lintas wilayah dari Papua bagian selatan serta kemungkinan kontribusi kebakaran lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih perlu dianalisis lebih lanjut,”demikian tulis BMKG Mali Alor.
Diinformasikan pula bahwa udara kabur akibat partikel di atmosfer dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kesehatan, terutama jika disebabkan oleh asap pembakaran biomassa. Bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan dan penyakit jantung perlu lebih waspada. Penurunan jarak pandang juga berpotensi mengganggu transportasi darat, laut, dan udara. Masyarakat serta operator transportasi diimbau tetap waspada, memperhatikan kondisi aktual, dan mengikuti informasi serta arahan dari instansi berwenang.

Imbauan kepada masyarakat:
✅ Kurangi aktivitas di luar ruangan apabila udara berasap atau semakin kabur.
✅ Gunakan masker yang sesuai, seperti N95 atau KN95, apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
✅ Tutup pintu dan jendela saat asap berada di sekitar tempat tinggal.
✅ Waspadai batuk, iritasi mata, atau sesak napas; segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berat.
✅ Berhati-hati dalam berkendara dan mengikuti informasi keselamatan transportasi.
✅ Hindari pembakaran terbuka dan segera laporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
✅ Pantau informasi resmi BMKG dan instansi terkait. BMKG Stasiun Meteorologi Mali-Alor akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan menyampaikan informasi berdasarkan data yang tersedia.
"Mohon tetap tenang, waspada, jaga kesehatan, dan bagikan informasi ini kepada keluarga serta masyarakat sekitar,"himbau BMKG Mali Alor sebagaimana disampaikan Fahmi Uba. (aplinuskia)
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!