alorpos.com – TINDAK lanjut dari kesepakatan dalam forum pertemuan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Irjen.Pol.Purn.Dr.Johni Asadoma didampingi Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., dengan para Kepala SMP, SMA/SMK dan Tokoh Agama di aula Kecamatan Teluk Mutiara pada Rabu (3/6/2026) lalu, maka Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Kesbangpol Provinsi NTT siap melaksanakan acara Deklarasi Damai Pemuda Kota Kalabahi Kabupaten Alor. Untuk mensukseskan rencana kegiatan tersebut, telah berlangsung rapat koordinasi antara Pemkab Alor dengan pihak Kesbangpol Provinsi NTT, dipandu Asisten I Setda Alor, Syiafuddin Djawa,S.H., pada Jumad (12/6/2026) siang di Kantor Bupati Alor.
Rapat yang dipimpim Sekda Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si ini dihadiri Wakapolres Alor, Kasdim Kodim 1622 Alor, Danki Brimob Batalyon A Pelopor Alor, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Kabupaten Alor. Agenda rapat tersebut, untuk membahas Rancangan Acara Deklarasi Damai Pemuda Kota Kalabahi yang disusun oleh Kepala Badan Kesagtuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila,S.Sos.,M.M.
Pantauan media ini, Wakapolres Alor, Kompol.Jeri Samzon Puling,A.Md.,S.H., dan Kasdim Kodim 1622 Alor, Mayor Inf.Achmad Hartono, turut menyampaikan sejumlah hal terkait maraknya tawuran antar pemuda di Kalabahi serta usul saran, terkait apa yang dapat dilakukan menjelang deklarasi damai dan paska deklarasi damai, agar suasana daerah ini kembali kondusif.
Wakapolres Kompol Jeri Puling menduga ada kelompok-kelompok orang tertentu yang menjadi otak untuk calon-calon kerawanan yang harus diamankan. Jeri menilai Ini juga menjadi pekerjaan rumah kedepan.

“Kita amankan anak-anak pelajar, jangan sampai orang-orang dewasa lagi yang menciptakan kerawanan dan buat gaduh. Kita semua yang hadir agar sampaikan kepada semua keluarga kita agar tidak boleh terhasut,”kata Wakapolres.
Orang nomor dua di Polres Alor ini pun mengusulkan agar harus ada tindakan untuk mencegah dan menghilangkan semua produk pembuatan panah di Kalabahi.
Sedangkan Kasdim Kodim 1622 Alor, Mayor Inf.Achmad Hartono berpendapat bahwa masalah pengangguran juga menjadi pemicu. Menurutnya saat ini Kodim fokus menyelesaikan pembangunan delapan jembatan di wilayah pedalaman Alor dalam bulan ini. Selain itu ada kegiatan pembangunan Koperasi Merah Putih.
“Jadi bukan berarti kami tidak membantu rekan-rekan kami dari kepolisian, karena jika pihak kepolisian meminta batuan tenaga kita, maka kami selalu siap. Tetapi sekarang kami fokus di kegiatan-kegiatan pembangunan di Alor ini. Untuk itu, dengan adanya deklarasi damai ini, maka carilah solusi, apa masalahnya. Cari tahu akar masalahnya. Jangan sampai ada tawuran, kita datang damaikan, terus besok tawuran lagi. Karena akar permasalahannya tidak terselesaikan, sehingga timbul lagi, timbul lagi tawuran,”tegas Mayor Inf.Achmad Hartono.

Mayor Inf.Achmad Hartono
Sementara itu, Sekda Alor, Melki Bely mengemukakan bahwa Deklarasi Damai Pemuda Kalabahi ini merupakan gagasan dari Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, setelah melakukan kunjungan kerja di Alor awal Juni 2026. Setelah melakukan pergtemuan dengan pihak-pihak terkait di Kalabahi, jelas Melki, Wagub Johni Asadoma merasa bahwa tidak bisa sebatas pertemuan, tetapi harus ada aksi nyata berupa deklarasi damai yang melibatkan lebih banyak orang, dari semua unsur di daerah ini.
Soal jadwal pelaksanaan deklarfasi tersebut, Meli mengatakan bahwa Wagub menghendaki agar dilaksanakan sehari sebelum Fesgtival Olang Mansari d Kecamatan Pulau Pura yang rencananya pada 24 Juni 2026.
“Draft kegiatan (deklarasi damai) ini mereka siapkan dari Badan Kesbangpol Provinsi NTT yang menjadi dasar pelaksanaannya, dengan Tema: Pemuda Alor Bersagtu, Damai Untuk Kemajuan Daerah. Sub Temannya: Mewujudkan Kalabahi Yang Aman, Harmonis dan Produktif Melalui Semangat Persaudaraan,”ungkap Melki Bely.
Sedangkan tujuan deklarasi damai ini, papar Melki, antara lain; 1) Mengakhiri konflik dan tawuran antar pemuda di kota Kalabahi. 2) Membangun komitmen bersama untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. 3) Memperkuat nilai persaudaraan, persatuan, menyelesaikan konflik secara damai. 4) Rekonsiliasi dan kolaborasi untuk membangun Kabupaten Alor. Peserta yang akan dihadirkan dalam acara deklarasi ini, menurut Melki, awalnya direncanakan sekitar 300-an orang, tetapi konfirmasi terakhir dengan Pemprov NTT, menjadi 1000 orang.

Asisten I Setda Alor, Syaifuddin Djawa,S.H
Jumlah 1000 orang itu terdiri dari Wakil Gubernur NTT, Bupati-Wakil Bupati Alor bersama Forkopimda Alor, Ketua DPRD Alor, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan anak-anak sekola, perwakilan kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Alor, perwakilan orang tua murid, perwakilan kelompok pemuda yang terlibat konflik di seputaran kota Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara, Kecamatan Alor Tengah Utara dan Kecamatan Alor Barat Daya, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda baik lokal maupun nasional, Pimpinan OPD dan Media Massa.
“Jadi ada 1000 orang yang kita undang untuk hadiri deklarasi damai pada hari Selasa, 23 Juni 2026, jam empat sore (16.00 Wita), di Lapangan Mini Kalabahi. Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten Alor, Tahun 2026,”terang Sekda Alor, Melki Bely.
Ketika mendengar sumber pembiayaan kegiatan ini dari APBD Kabupaten Alor, sempat memunculkan sedit suara riuh peserta dari kalangan pimpnan OPD, sehingga diitenangkan Sekda. Maklum, di tengah efisiensi saat ini, anggaran untuk kegiatan semacam ini tentu harus mencari celah pos anggaran karena di tengah tahun anggaran berjalan. Apalagi mengundang 1000 orang, maka biaya snak saja tentu sudah cukup besar, belum ditambah kebutuhan lainnya.
Tetapi, tujuan kegiatan ini tentu punya manfaat yang lebih besar, sehingga sebagaimana penekanan Sekda Melki Bely, Pemkab Alor siap mensiasatinya dengan hikmat dan kebijaksanaan sesuai aturan, untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Caranya, semua OPD diberikan tugas untuk berkontribusi sesuai sumber daya yang dimiliki, seperti kursi-kursi, tenda, sound system agar tidak perlu mengeluarkan biaya sewa yang mahal.

Selain itu, menurut Melki, sesuai pemintaan Wagub NTT, Johni Asadoma, bahwa saat deklarasi damai di Lapangan Mini Kalabahi itu, ada juga kegiatan pameran UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) serta acara hiburan seperti tarian Lego-Lego bersama. Karena itu OPD yang punya Tupoksi terkait diwajibkan mempersiapkannya.
Menariknya, Sekda Melki Bely juga menekankan bahwa dalam deklarfasi ini, akan disahkan juga Forum Pemuda Damai melalui Surat Keputusan Bupati Alor.
“Forum Pemuda Damai itu sebagai wadah komunikasi dan pencegahan konflik. Jadi ketika ada persoalan-persoalan, maka forum ini bertanggungjawab dalam penanganan konflik,”tegas Melki. (ap/linuskia)