alorpos.com – PADA Sektor Pertanian, Pemerintah Kabupaten Alor terus mendorong peningkatan produksi pertanian sebagai sektor unggulan daerah yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Hal ini dikemukakan Wakil Bupati Alor pada pidatonya sebagai Inspektur Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Mini Kalabahi.
Berikut petikan lebih lanjut data yang dikemukakan Wabup Rocky Winaryo terkait perkembangan pembangunan sector pertanian dan perkebunan. Tahun 2024, nilai produksi sektor pertanian dan perkebunan mencapai rp. 1.211,55 juta atau 98,75 persen dari target dengan kategori kinerja sangat tinggi, didukung oleh produksi jagung sebanyak 38.455,20 τον, buah-buahan 74.588,22 τον, serta peningkatan komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, kelapa, pinang, dan vanili.
Volume produksi pertanian, hortikultura, dan perkebunan kembali meningkat pada tahun 2025 menjadi 48.332,64 τοn dari 47.118,40 τοn pada tahun sebelumnya. Komoditas unggulan seperti jagung, buah-buahan, kemiri, jambu mete, kelapa, kakao, kopi, cengkeh, vanili, pinang, serta tanaman pangan dan komoditas potensial seperti porang terus kita dorong untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Mewakili pemerintah, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Pertanian Republik Indonesia, bapak Andi Amran Sulaiman, atas perhatian luar biasa serta tinjauan langsung melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Alor. Kunjungan tersebut juga tidak dapat kita lepaskan dari keberanian seorang anak muda Alor, Adriano Jeconia Padama, atau yang akrab disapa Dede, yang di hadapan Menteri Pertanian, menyampaikan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat Alor, khususnya terkait tingginya harga dan ketersediaan beras. Keberanian tersebut patut kita apresiasi karena telah membawa suara masyarakat Alor hingga mendapat perhatian langsung pemerintah pusat.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Adriano Jeconia Padama atas kepedulian dan keberaniannya menyuarakan aspirasi masyarakat Alor, sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda untuk berani bersuara, peduli terhadap persoalan daerah, dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan tanah kelahirannya.

Pemerintah pusat dalam kunjungan tersebut, memperkuat sinergi lewat penyediaan solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, mulai dari pengamanan stok beras, operasi pasar bulog, hingga penyaluran bantuan bibit kelapa, kakao, jambu mente, padi, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna menekan angka kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan.
Peran penting para penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga menjadi sorotan utama dalam kunjungan ini. Menteri Pertanian menegaskan bahwa seluruh bantuan bibit dan fasilitas gratis dari pemerintah harus dikawal secara ketat oleh ppl hingga tumbuh, sukses berproduksi, dan benar-benar menjadi tumpuan jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Meskipun sektor ini masih menghadapi tantangan berupa perubahan iklim, keterbatasan air, serangan organisme pengganggu tanaman, keterbatasan alsintan, dan berkurangnya lahan produktif, pembangunan pertanian ke depan tetap diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan irigasi, penyediaan sarana produksi, pengembangan komoditas unggulan, serta perluasan akses pasar bagi petani.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, para petani, penyuluh, pelaku usaha, perguruan tinggi dan seluruh masyarakat, kita optimistis bahwa pertanian Alor dapat semakin maju, petani semakin sejahtera, ketahanan pangan semakin kuat, kemiskinan semakin menurun, dan ekonomi daerah semakin tumbuh. (ap/linuskia)