Tak Sekadar Ilmu Pertanahan, Rocky Gerung Nilai Taruna/i Politeknik Agraria STPN Belajar Banyak Disiplin Ilmu

author
5
3 minutes, 3 seconds Read

Sleman/alorpos.com – PENGELOLAAN  pertanahan tidak dapat dipahami hanya melalui aspek teknis dan administrasi pertanahan. Menurut Rocky Gerung, persoalan tanah berkaitan erat dengan banyak disiplin ilmu, mulai dari hukum, politik, ekonomi, ekologi, hingga psikologi. Hal tersebut membuat Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN memiliki lingkup belajar yang sangat luas.

“Jadi, Teman-teman yang belajar di sini sebenarnya belajar semua ilmu. Ilmu tentang psikologi, ilmu tentang administrasi, ilmu tentang hukum tata negara, ilmu tentang politik, ilmu tentang global security, ilmu tentang ekologi, ilmu tentang kematian, ilmu tentang cacing. Jadi ini kampus yang paling lengkap sebetulnya,” ujar Rocky Gerung saat mengisi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta pada Jumat (04/09/2026).

Rocky Gerung kemudian membandingkan ruang belajar di Politeknik Agraria STPN dengan institusi pendidikan lainnya. Menurutnya, mahasiswa di institusi tertentu cenderung mendalami disiplin ilmu yang spesifik, sementara taruna dan taruni di Politeknik Agraria STPN dituntut untuk memahami berbagai perspektif karena objek yang dipelajari, yakni tanah, bersinggungan dengan banyak bidang kehidupan.

“Kalau Anda ada di Akmil, Anda cuma belajar tentang cara mempertahankan negara. Kalau Anda ada di UI, Fakultas Ekonomi, Anda hanya diajarkan tentang supply demand dari tanah. Kalau di Fakultas Teknik, ITB, Anda cuma diajarkan untuk melihat struktur tanah secara geologi. Anda ada di IPB, Anda cuma diajarkan cara memupuk tanah. Anda ada di sini, Anda belajar semua hal, kendati kurikulumnya tidak ada, tapi otomatis Anda mesti ambil risiko belajar semua hal,” tutur Rocky Gerung.

Pemahaman dasar terhadap tanah, menurutnya bisa dimulai dari pertanyaan mengenai makna tanah bagi negara, masyarakat, maupun pihak lainnya.

“Keinginan kita untuk kuliah di institut ini adalah untuk memahami tanah itu sebetulnya apa maknanya bagi negara, karena Anda akan mengurus tanah negara, tapi lebih penting melihat kapan dan dengan siapa atau oleh siapa perebutan makna itu diselesaikan,” kata Rocky Gerung.

Akademisi dan filsuf Indonesia ini menjelaskan contoh perbedaan pemaknaan tanah antara negara, masyarakat adat, dan korporasi. Bagi negara, penguasaan tanah diwujudkan dalam bentuk hukum, sementara bagi masyarakat adat, tanah memiliki hubungan dengan leluhur dan kehidupan yang berlangsung secara turun-temurun. Adapun bagi korporasi, tanah dapat dipandang sebagai komoditas.   Perubahan pemaknaan terhadap tanah juga dapat terjadi seiring perubahan kepentingan dan fungsi suatu wilayah. Tanah yang awalnya memiliki makna adat dapat berubah menjadi tanah negara dan kemudian menjadi komoditas ketika terdapat kepentingan pembangunan.

“Jadi kita tahu bahwa soal tanah ini adalah soal yang menyebabkan seluruh masalah ini timbul,” ujar Rocky Gerung.

Ia menilai persoalan pertanahan memiliki konsekuensi yang panjang. Oleh karena itu, para calon insan pertanahan perlu memiliki keberanian untuk memahami persoalan tanah secara lebih luas dan tidak berhenti pada aspek teknis.

“Kita berupaya untuk menghindari pertanyaan karena menganggap kesalahan itu selalu bisa dimaafkan, tapi kesalahan dalam mengolah tanah tidak mungkin dimaafkan karena dia akan permanen,” pungkas Rocky Gerung.

Kuliah umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertamahan dalam Perspektif Kebangsaan” ini, turut dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. Kuliah umum juga diikuti oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN; seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi beserta jajaran; dan lebih dari 500 Taruna/i Politeknik Agraria STPN. (LS/JR/FA/ap)  

#KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

X: x.com/kem_atrbpn

Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id

PPID: ppid.atrbpn.go.id

WhatsApp Pengaduan:

0811-1068-0000

Similar Posts

5 Comments

  1. avatar
    Sana Qureshi says:

    Keren sekali melihat bagaimana Taruna/i Politeknik Agraria STPN tidak hanya belajar ilmu pertanahan, tetapi juga memahami banyak disiplin ilmu lainnya. Hal ini penting agar mereka bisa berkontribusi lebih luas di masyarakat. Saya juga sering mencari info tambahan di pdftranslate.io.

  2. avatar
    Bianca Ferrari says:

    Sangat menarik bagaimana Rocky Gerung menekankan pentingnya pemahaman multidisiplin bagi Taruna/i Politeknik Agraria STPN. Ini menunjukkan bahwa pendidikan pertanahan harus mengintegrasikan berbagai aspek lain untuk menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan di lapangan. Saya sering menggunakan youtubegpt.ai untuk mencari konten yang relevan dalam belajar.

  3. avatar
    Elise Harrington says:

    Penting sekali untuk menyadari bahwa pembelajaran di Politeknik Agraria STPN melampaui batasan ilmu pertanahan saja. Pendekatan multidisiplin ini akan memperkaya wawasan dan kemampuan Taruna/i dalam menghadapi tantangan di lapangan. Saya percaya, dengan pemahaman yang lebih luas, mereka bisa memberi dampak yang lebih besar untuk masyarakat. Selain itu, saya sering menggunakan coloringloft.com untuk mengasah kreativitas saya saat belajar.

  4. avatar
    Tanya Oyelaran says:

    Rasanya sangat inspiratif bagaimana Rocky Gerung menggarisbawahi pentingnya pendekatan multidisipliner bagi Taruna/i Politeknik Agraria STPN. Menguasai banyak disiplin ilmu akan membuka peluang baru mereka untuk berperan aktif dalam berbagai aspek pembangunan. Keterampilan ini jelas akan sangat bermanfaat di era informasi saat ini. Saya sendiri sering memanfaatkan bantuan dari besttranslationearbuds.com untuk meningkatkan pemahaman saya.

  5. avatar
    Mei Sandoval says:

    Menarik sekali bagaimana Rocky Gerung menekankan pentingnya pemahaman multidisiplin bagi Taruna/i Politeknik Agraria STPN. Dengan tidak hanya fokus pada ilmu pertanahan, mereka bisa mengembangkan perspektif yang lebih holistik dalam menghadapi tantangan di lapangan. Hal ini tentunya menjadi bekal berharga dalam berkontribusi bagi pembangunan. Saya juga sering mendapatkan wawasan tambahan dari yesornoai.com/wheel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *