alorpos.com – MESKI diterpa tantangan bertubi-tubi, tetapi Pemerintah Kabupaten Alor dibawah kepemimpinan bupati Iskandar Lakamau dan wakil bupati Rocky Winaryo menorehkan hasil pembangunan yang memperlihatkan trend positive. Selain terjadi peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 14 Miliar lebih pada Tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Pemkab Alor juga berhasil menekan angka kemiskinan, dan penurunan angka stunting di daerah ini.
Hal ini diungkapkan Pj.Sekda Kabupaten Alor, Obeth Bolang,S.Sos.,M.A.P., saat menyampaikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Jumad (6/3/2026) di Kalabahi. Menurutnya, sebagai Pj.Sekda Kabupaten Alor yang ditunjuk oleh Gubernur NTT, dan juga sebagai Staf Bupati dan Wakil Bupati Alor, maka dia merasa sebagai pelayan bersama seluruh jajaran pemerintah di daerah ini berkewajiban melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan secara baik.
Namun Obeth menyadari, bahwa pemerintah tak mungkin bisa bekerja sendiri, sehingga ada dukungan mitra DPRD Kabupaten Alor dan berbagai komponen lain di daerah ini.

Obeth Bolang,S.Sos.,M.A.P
“Kita bersama-sama berkolaborasi untuk menyukseskan program bapak Bupati dan Wakil Bupati Alor. Kita ketahui bersama, bahwa tahun 2026 merupakan tahun kedua kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Alor Periode 2025-2029. Tahun 2025, ada sejumlah keberhasilan yang telah kita raih bersama, antara lain angka kemiskinan bisa ditekan dari 19,87 persen turun menjadi 18,26 persen. Itu hasil kerja dari semua komponen di daerah ini,”kata Obeth.
Selain itu, lanjut Obeth, angka stunting juga turun, Indeks Pembangunan Manusia dan pendapatan per kapita bergerak naik. Menurutnya, berbagai prestasi yang telah diraih pada tahun pertama itu harus dipertahankan, bahkan ditingkat pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Karena itu, demikian Obeth, APBD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2026 yang telah ditetapkan sejak 30 Desember 2025, maka berbagai kebijakan pembangunan yang telah dianggarkan itu harus segera dilaksanakan.
“Kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan publik agar segera dilakukan secara baik. Pekerjaan fisik maupun non fisik oleh perangkat daerah seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan sebagainya juga sudah mulai dilakukan proses pengadaan barang dan jasa secara baik sesuai aturan dan tepat waktu,”himbau mantan Kepala Bappelitbang Alor ini.

Saat ini, ungkap Obeth, sedang dilaksanakan audit pendahuluan oleh BPK RI Perwakilan NTT, dan akan diikuti dengan penyerahan laporan keuangan Tahun Anggaran 2025 untuk diaudit lebih lanjut.
“Kita harapkan bersama agar opini BPK untuk (Laporan Pertangungjawaban Keuangan) Tahun Anggaran 2025, dapat kita pertahankan dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengeccualian). Sebagai Pj.Sekda Alor, saya mengkoordinir semua perangkat daerah untuk tegak lurus demi menyukseskan berbagai program kegiatannya Bupati dan Wakil Bupati Alor, sehingga di tahun kedua ini dapat berjalan dengan baik. Tugas saya nanti selesai setelah ada Sekda definitive untuk melanjutkannya,”tandas Obeth. (ap/linuskia)