Rp 48 Milyar Habis Untuk Pilkada Alor, Jangan Sampai Pilih Pemimpin Yang Mengantuk. Ini Para Kandidat di pusaran Parpol

author
2
7 minutes, 30 seconds Read

alorpos.com—DALAM sambutan pelepasan 19 Jamaah Haji asal Kabupaten Alor, Rabu (29/5/2024) di Aula Nusantara Lantai I Kantor Bupati Alor, Pj.Bupati Alor, Zet Soni Libing sempat menyampaikan permohonan maafnya, karena keterbatasan dana dalam membiayai hal-hal yang berkenan dengan perjalanan para jamaah dalam menjalankan Ibadah Haji ke Tanah Suci. Salah satu penyebabnya, ungkap Libing, karena sebagian besar anggaran daerah dialokasikan untuk membiayai penyelengaraan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) pada Tahun 2024 ini.

“Semua uang kita habis untuk proses Pemilu (Pilkada). Rp 48 Miliyar uang kita (APBD Alor) membiayai seluruh aktifitas Pilkada, untuk melahirkan Bupati dan Wakil Bupati Alor (Periode 2024-2029). Uang kita habis untuk membiayai itu (Pilkada) karena perintah Undang-Undang. Mudah-mudahan Tuhan memberkati agar melahirkan dua orang pemimpin (bupati dan wakil bupati) kita yang hebat. Jangan sampai kita pilih ambil pemimpin yang mengantuk-mengantuk, sedangkan uang sudah habis (untuk biayai Pilakda). Ini yang membuat banyak hal tidak terbiayai, salah satunya adalah biaya untuk Jamaah Haji,”tegas Libing.

Untuk diketahui, alokasi APBD Alor sebesar Rp 48 Milyar itu dialokasikan untuk Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Alor, Bawaslu Kabupaten Alor, Polres Alor, Kodim 1622 Alor, Polisi Pamong Praja serta Badan Kesatuang Bangsa dan Politik Kabupaten Alor, untuk pelaksanaan tugas masing-masing lembaga tersebut dalam melaksanakan seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak yang dijadwalkan pada 27 November 2024.

Rp 48 Milyar untuk membiayai Pilkada tersebut tentu bukan angka yang kecil, sehingga wajar kalau Pj.Bupati Alor, Zet Soni Libing mewanti-wanti agar jangan sampai Pilkada yang dibiayai begitu mahal itu, masyarakat yang punya hak pilih justru memilih pemimpin yang mengantuk-mengantuk. Ini patut kita renungkan bersama, terutama partai politik yang saat ini sedang menggodok para bakal calon bupati Alor dan bakal calon wakil bupati Alor yang akan diusung dan didaftarkan ke KPU Kabupaten Alor pada akhir Agustus 2024 nanti.


PARPOL HARUS HADIRKAN “KUE” TERBAIK DI DULANG

Dalam sambutannya sebelum menabuh gong Launching Pilkada Alor pada Selasa (30/4/2024) di Kantor KPU Kabupaten Alor, Zet Soni Libing juga mengingatkan partai politik agar menyiapkan para kader bakal calon pemimpin yang baik untuk dipilih rakyat. Ketika itu Libing berpendapat bahwa dalam proses politik ini, tujuannya adalah rakyat berpartisipasi langsung untuk memilih pemimpinnya sebagai pekerja dan pelayan.

“Dua karakter pemimpin itu sebagai pekerja dan pelayan. Tidak sekedar simbol pemimpin, tetapi dia harus bekerja dan melayani. Ini adalah tugas pimpinan-pimpinan partai politik untuk menghadirkan ‘kue’ terbaik di dalam dulang, kemudian dipilih oleh rakyat. Maka menghadirkan di dulang itu harus yang terbaik. Ini tanggungjawab pertama partai politik,”tandas doktor ilmu pemerintahan ini.

Menurut Libing, dalam ilmu politik, partai politik punya tugas pertama adalah melakukan rekruitmen politik.

“Jadi saya minta bapa mereka (pimpinan Parpol) hadirkan calon-calon terbaik,”ujar Libing.

INI KANDIDAT YANG MENDAFTAR DI PARPOL

Untuk diketahui, sejauh ini sejumlah kader daerah ini telah mendaftarkan diri ke partai politik, baik secara paket maupun sendiri-sendiri sebagai Bakal Calon Bupati Alor dan Bakal Calon Wakil Bupati Alor.


Catatan media ini yang pertama mendaftar secara paket yakni pasangan Iskandar Lakamau,SH.,M.Si., dan H.Husen Tolang,SH.,M.Pd yang mulai populer dengan sebutan paket Is-Husen. Pasangan Is-Husen mendaftar di Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, Partai Perindo dan Partai Amanat Nasional. Iskandar Lakamau merupakan Bendahara DPC Partai Gerindra Kabupaten Alor. Sedangkan H.Husen Tolang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Gerindra dan PKS sama-sama punya 4 kursi di DPRD Alor.

Berikut, pasangan Drs.Simeon Th.Pally dan Dra.Hj.Sri Inang Ananda Enga yang belakangan populer dengan sebutan paket Simpati. Pasangan ini mendaftar antara lain di Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Perindo, Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra, Partai Nasdem. Simeon Pally merupakan Bupati Alor periode 2009-2014 dan kini telah menjadi kader PKB. Sedangkan Inang Enga, mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, dan kini telah menjadi kader Partai Perindo. PKB merupakan partai pemenang Pemili Legislatif di Alor yang meraih empat kursi DPRD Alor, dan Perindo meraih dua kursi DPRD Alor.
Paket Simpati juga punya tim relawan yang telah mendeklarasikan diri untuk bekerja memenangkan pasangan ini.

Selanjutnya, pasangan Nurkaltim Laovo-Dony Menase Mooy, antara lain mendaftar di PPP, PAN, PDI Perjuangan. Nurkaltim dan Dony merupakan paket generasi muda Alor yang telah menyatakan tekat untuk maju dalam Pilkada Alor, bukan sekadar coba-coba. Nurkaltim merupakan politisi PPP. Sementara itu, Dony M.Mooy sebelumnya menjadi Anggota DPRD Alor dari PSI, kemudian mantan politisi Golkar inipun menjadi kader PPP.

Kemudian pasangan Dr.Drs.Imanuel E.Blegur,M.Si-Lukas Reiner Atabuy,SH., yang medaftar sendiri-sendiri sebagai Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Alor. Imanuel E.Blegur mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Alor di PKB, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Nasdem. Sedangkan Lukas Reiner Atabui mendaftar sebagai Balon Bupati Alor di Partai Demokrat, PDI Perjuangan dan Partai Nasdem. Imanuel E.Blegur telah resmi meminang Lukas Reiner Atabui dan sepakat berpasangan dalam paket IMA-REY menuju Pilkada Alor. Imanuel E.Blegur saat ini sebagai Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Alor, sementara Lukkas Reiner Atabui adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Alor. Pada Pemilu Legislatif 2024, Nasdem dan Demokrat sama-sama memperoleh tiga kursi DPRD Kabupaten Alor.

Selanjutnya, Imanuel Plaituka-Mulyawan Djawa juga telah mendaftarkan diri secara sendiri-sendiri di sejumlah Parpol, tetapi telah bersepakat untuk berpasangan sebagai Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Alor Periode 2024-2029. Imanuel Plaituka merupakan pensiunan ASN pada Sekretariat DPRD Kota Surabaya. Sedangkan Mulyawan Djawa adalah salah satu politisi muda Alor yang sudah sarat berpengalaman karena tiga periode sebagai Anggota DPRD Alor, dan saat ini masih sebagai Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Alor.

Sedangkan Bakal Calon Bupati Alor yang sudah mendaftarkan diri tetapi belum menentukan pendampingnya, yakni Abdul Majid Nampira,SE atau populer dengan inisial AMN. Mantan Direktur Utama PT.Semen Kupang ini mendaftar di sejumlah Parpol, antara lain di PAN, Perindo, PPP, PKB, PKS.
AMN juga sudah punya relawan yang telah mendeklarasikan diri untuk berjuang memenangkan AMN dengan siapapun pasangannya nanti di Pilkada Alor.

Demikian pula Merianus Kaat,S.Pd.,M.M., mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Alor di sejumlah Parpol, antara lain di Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PAN. Merianus Kaat yanga sudah sejak lama mensosialisasikan diri sebagai Bakal Calon Bupati Alor dengan program unggulannya REKOM (Revolusi Ekonomi) ini belum menentukan bakal calon wakil bupati yang mendampinginya. Tetapi belakangan, sosok yang sudah terbukti kinerjanya sebagai seorang pengusaha yang berangkat dari nol hingga punya aset milyaran sekarang ini, katanya mengundurkan diri karena punya kalkulasi politik tersendiri. Merianus yang sering diplesetkan sebagai “cina hitam” ini menilai terlalu banyak kandidat yang maju dari basis pemilih yang sama dengannya, sehingga dia memilih untuk mengurungkan niatnya pada Pilkada kali ini.

Satu lagi sosok generasi muda yang juga telah mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Alor yakni Alvonso F.Gorang,S.Sos.,M.M. Figur yang dikenal luas sebagai Rektor Universitas Tribuana Kalabahi saat ini, mendaftarkan diri pada sejumlah partai politik, antara lain di Partai Demokrat, PAN, PDI Perjuangan, Perindo, Partai Golkar.
Alvons belum menentukan bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya karena menurut dia, akan dipercakapkan dengan partai politik pengusung nanti.

Ada juga figur-figur lain yang disebut-sebut publik layak sebagai bakal calon bupati Alor yakni Soleman Boli Gorangmau,ST dan Gabriel Abdi Kusuma Beri Bina. Kedua sosok ini sama-sama dikenal sebagai politisi Partai Gerindra. Karena itu banyak kalangan menilai Partai Gerindra Kabupaten Alor yang berhasil meraih 4 kursi DPRD Kabupaten Alor itu, sedang dilematis untuk menentukan mana kadernya yang didorong sebagai Calon Bupati Alor. Hal itu karena ada Iskandar Lakamau sebagai kader Gerindra yang sudah berpasangan dengan H.Husen Tolang, atau mau beralih kepada salah satu antara Gabriel Beri Bina dan Soleman B.Gorangmau.

Sedangkan figur politisi lainnya yang juga telah mendaftarkan diri pada sejumlah Parpol untuk maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Alor, yakni Walter M.M.Datemoly,SE., dan Hermanto Djahamouw,SH. Kedua politisi muda yang besar melalui PDI Perjuangan ini disebut-sebut punya peluang untuk mendampingi Abdul Majid Nampira (AMN) sebagai Bakal Calon Bupati Alor. Namun salah satu nama yang juga disebut-sebut siap mendampingi AMN yakni Seprianus Kaminukan. Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Alor ini katanya capai usia pensiun di Agustus 2024.


Hampir lupa, Sulaiman Singhs,SH selaku politisi senior Partai Golkar Alor yang sudah periode keempat terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Alorpun merupakan salah satu kandidat Bakal Calon Wakil Bupati Alor, atau bahkan Bakal Calon Bupati Alor. Saat ini Partai Golkar masih menunggu hasil survey elektabilitas para bakal calon untuk menentukan sikap.

Itulah sejumlah pasangan Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Alor, mapun yang belum berpasang-pasangan. Mereka tentu sedang harap-harap cemas menunggu keputusan Partai Politik.
Publik Nusa Kenari tentu berharap, sebagaimana juga harapan yang dikemukakan Pj.Bupati Alor, Zet Soni Libing, bahwa kiranya partai politik menghadirkan “kue” terbaik di dulang, agar nanti dipilih rakyat dengan riang gembira.

Tetapi jika partai politik mengutamakan kandidat mana yang siap membeli kursi parpol dengan harga paling mahal, maka proses Pilkada yang dibiayai dengan uang daerah sebesar Rp 48 Milyar itu, belum tentu melahirkan pemimpin yang benar-benar mumpuni. Jangan sampai melahirkan pemimpin yang mengantuk seperti yang diwarning Pj.Bupati Alor, Zet Soni Libing itu. (ap/linuskia)

Similar Posts

2 Comments

  1. avatar
    fun88 ถอนเง น นาน ไหม says:

    fun88 ทางเข าเด ทท อป เป็นที่นิยมในการเดิมพันกีฬาที่หลากหลาย คุณสามารถเลือกเดิมพันในกีฬาที่คุณชื่นชอบได้ นอกจากนี้ยังมีคาสิโนสดที่น่าตื่นเต้นรอคุณอยู่ เช่น บาคาร่า รูเล็ต และสล็อตออนไลน์อีกมากมาย

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *