alorpos.com – KOPERASI Simpan Pinjam (KSP) Budi Artha Mandiri yang saat ini dipimpin Ketua Pengurus, Rony P.S. Adang,A.Md.Pel., dan Nasir Plaikari selaku Manager kian berkembang pesat. Mereka sudah membangun dua gedung kantor yang cukup mentereng di Kalabahi. Saat meresmikan kantor baru di kawasan Mola Kalabahi bertepatan dengan HUT Reformasi KSP Budi Artha pada Agustus 2025 lalu, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo turut bangga dengan kemajuan yang diraih lembaga ini, karena dinilai telah ikut menggerakan roda ekonomi masyarakat.
Semua itu berkat kerja keras dengan kedisiplinan tinggi, dibarengi kejujuran seluruh karyawannya. KSP Budi Artha pun ternyata tidak hanya mengejar laba atau keuntungan semata dalam menjalankan usahanya. Selain sangat memperhatikan kesejahteraan ratusan karyawannya dengan gaji besar, KSP Budi Artha juga sangat peduli dengan masyarakat di sekitarnya sehingga selalu memberikan bantuan.
Mereka punya Corporate Social Responsibility (CSR) saban tahun yang dikucurkan kepada rumah-rumah ibadah, pada momentum hari raya masing-masing agama.

“Kami tidak hanya cari untung, karena kami juga punya kepedulian terhadap masyarakat yang benar-benar punya kesulitan hidup dan membutuhkan pertolongan. Setiap tahun, saat hari-hari raya keagamaan, kami juga selalu memberikan bantuan di rumah-rumah ibadah yang sedang membangun,”kata Ketua Pengurus KSP Budi Artha, Roni Adang, diaminkan Manager Nazir Plaikari kepada media ini di Kantor utama KSP Budi Arta, kawasan Sawah Lama Kalabahi.
Buktinya, sebagaimana pantauan media ini, saat menjelang hari raya Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026, managemen KSP Budi Artha menerjunkan tim ke lapangan untuk membagikan bantuan kepada sejumlah gereja, baik di Kabupaten Alor, maupun di wilayah Cabang KSP Budi Artha di Kota Kupang.
Ketua Pengurus KSP Budi Artha, Rony P.S.Adang memimpin langsung tim untuk berkeliling memberikan bantuan berupa uang tunai yang totalnya mencapai Rp 100 Juta. Tim yang antara lain terdiri dari Ketua Rony P.S.Adang,, Pengawas Daud Abel, Bendahara Ria Astuti Abdullah, serta Udin Enga, Yared, Adam Marweki, Taufik Hida, Seprianus Alokawati dan sejumlah lainnya, berangkat dari Kantor Utama KSP Budi Artha menuju Gereja GMIT Jemaat Efrata Bagalbui, Desa Mataru Timur, Kecamatan Mataru. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan topografi yang yang cukup menantang, rombongan KSP Budi Artha tiba di Bagalbui, dan disambut dengan suka cita oleh Pendeta dan Jemaat Efrata Bagalbui.

Nampak gedung gerejanya sedang dalam proses pembangunan. Sebelum menyerahkan bantuan kepada jemaat Efrata Bagalbui, Rony Adang mengemukakan bahwa sudah menjadi tradisi di KSP Budi Artha, yakni setiap tahun selalu memberikan bantuan berupa uang tunai kepada rumah-rumah ibadah, baik masjid maupun gereja yang dinilai patut mendapat bantuan.
“Karena itu, di momen Hari Raya Natal ini, Gereja Efrata Bagalbui menjadi salah satu gereja yang kami nilai patut mendapat bantuan, karena sedang dalam proses pembangunan gedung baru,”kata Rony Adang.
Menurut Roni Adang, ini bukan bantuan terakhir sehingga dia juga mengharapkan dukungan doa bagi perkembangan KSP Budi Artha, sehingga kedepannya bisa hadir lagi untuk bersama-sama saling mendukung. Roni berharap agar bantaun uang tunai sebesar Rp 20 Juta itu, kiranya dapat bermanfaat untuk membantu kelancaran pembangunan gedung Gereja Efrata Bagalbui.

Hal senada dikemukakan Pengawas KSP Budi Artha, Daud Abel. Dia berharap, kiranya bantuan tersebut dapat membantu jemaat setempat untuk melanjutkan pelayanan pembangunan gereja tersebut.
“Sesuai dengan asas dari perkoperasian adalah kekeluargaan, sehingga lembaga kami (KSP Budi Artha) selalu peduli untuk memberikan bantuan tersebut secara bergilir setiap tahun. Kami mohon dukungan doa, karena kami juga akan terus memperluas wilayah pelayanan bulanan,”kata Daud, sembari mempersilahkan masyarakat yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi staf KSP Budi Artha.
Kesempatan itu, tokoh masyarakat Kecamatan Mataru, Mesak Manimalei dalam sapaannya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan staf KSP Budi Artha yang telah membantu jemaat setempat yang sangat membutuhkan dana pembangunan gereja tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Efrata Bagalbui, Pdt.Maria Goreti Labeka,S.Th menyampaikan terima kasih kepada Ketua Pengurus KSP Budi Artha Mandiri dan jajarannya atas kepedulian dan bantuannya.
“Kami akan terus mendoakan bapak/ibu pimpinan dan karyawan KSP Budi Artha dalam menjalankan usaha lembaga ini. Terima kasih banyak atas kerja samanya selama ini, dengan harapan kita bisa saling bertemu lagi di masa yang akan datang,”kata Pdt.Maria.
Saat itu, Ketua Pengurus KSP Budi Artha, Roni Adang langsung menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 20 Juta, yang diterima Ketua Panitia Pembangunan Gereja Efrata Bagalbui, Sadrak Senlau didampingi Pdt.Maria Goreti Labeka,S.Th.

“Sumbangan dari KSP Budi Artha Mandiri kepada Gereja Efrata Bagalbui sebesar Rp 20 Juta, semoga bermanfaat bagi jemaat dan gereja,”ujar Rony.
Mendengar itu, Sadrak Senlau selaku Ketua Panitia Pembangunan Gereja Efrata Bagalbui sangat berterima kasih atas bantuan tersebut, dan akan digunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan pembangunan gereja tersebut. Senlau kepada media ini mengatakan, bahwa dana yang dibutuhkan dalam pembangunan gereja tersebut diperkeriakan mencapai miliaran rupiah. Saat ini sedang tahap pembangunan tiang beton, kemudian pengecoran balkon.
Menurut Senlau, pembangunan ini swadaya masyarakat meski dengan ekonomi yang pas-pasan. Gereja lama berukuran sebelumnya 9×27 meter, pembangunan baru 10×35 meter. Jemaat Efrata Bagalbui ini terdiri dari 212 KK di Desa Mataru Timur dan satu dusun dari Desa Taman Mataru, Kecamatan Mataru.
Di GMIT Jemaat Pniel Kikilay

Setelah Bagalbui, rombongan KSP Budi Artha kembali, menuju Gereja GMIT (Gereja Masehi Injili Di Timor) Jemaat Pniel Kikilay, Desa Morba Kecamatan Alor Barat Daya untuk menyerahkan bantuan serupa. Ketua Pengawas KSP Budi Artha, Daud Abel didampingi Ketua Pengurus KSP Budi Artha, Roni Adang, menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp 15 Juta.
Uang bantuan tersebut diterima Ketua Panitia Pembangunan gedung Gereja Pniel Kikilay, Pnt.Ferianus Tokari. Pengawas KSP Budi Artha, Daud Abel mengatakan, kiranya bantuan tersebut dapat membantu jemaat setempat untuk melanjutkan pelayanan pembangunan gereja tersebut. Menurut Daud, bantuan ke rumah-rumah ibadah itu dilakukan KSP Budi Artha setiap tahunnya saat hari raya keagamaan, sehingga untuk gereja-gereja pada saat Natal, dan saat Idul Fitri di sejumlah masjid.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Gereja Pniel Kikilay, Pdt.Marta Falo,S.Th nampak sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pengurus KSP Budi Artha Mandiri, karena lembaga ini dinilainya punya kepedulian sosial yang tinggi.

Pdt.Marta Falo,S.Th
“Beberapa waktu lalu, sekitar bulan September kami juga mendapat bantuan beras sebanyak 100 Kg, dan kali ini bantuan berupa uang tunai. Kami bersyukur, puji Tuhan karena dengan bantuan dari Budi Artha, kami bisa melaksanakan pembangunan gereja ini mulai dari pembuatan pondasi, sangat menolong. Hari ini datang lagi memberi bangtuan. Kami percaya bahwa ini adalah berkat Tuhan buat kami melalui Budi Artha. Kami tak bisa membalas kebaikan ini, hanya doa yang kami panjatkan kepada Tuhan, untuk memberkati lembaga ini agar menjadi berkat, tidak hanya untuk kami tetapi juga di berbagai tempat lainnya,”ujar Pdt.Marta Falo,S.Th.
Kesempatan yang sama, Pnt.Ferianus Tokari selaku Ketua Panitia Pembangunan Gereja Pniel Kikilay menyampaikan terima kasih atas berkat Tuhan melalui KSP Budi Artha, dan kiranya Tuhan terus memberkati lembaga ini dalam pelayanannya bagi masyarakat.

Menjawab media, Ferianus mengatakan, jemaat Gereja Pniel Kikilay tersebar di 195 KK atau sekitar 400-an jiwa, sehingga gedung gereja yang sedang dibangun itu seluas 15 x 30 meter.
GKII Sion Felakanai Fanating
Selanjutnya rombongan KSP Budi Artha bergerak ke jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sion Felakanai Fanating, Kecamatan Teluk Mutiara untuk menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 Juta. Menurut Ketua Pengurus KSP Budi Artha, Roni Adang bahwa bantuan di gereja ini sebesar Rp 5 Juta karena sesuai survey, kebutuhan pembangunan gereja tersebut hanya tersisa untuk pengecatan.
Bantuan yang diserahkan Ketua Pengawas KSP Budi Artha, Daud Abel didampingi Roni Adang ini diterima Eli Plaiata,S.Sos selaku Gembala Sidang sekaligus Ketua Panitia Pembangunan GKII Sion Felakanai. Menurut mantan Kadis Nakertrans Kabupaten Alor ini, GKII Sion Felakanai berdiri sejak 1985 berukuran 8x 5 meter sehingga harus membangun gedung gereja baru karena jemaat semakin banyak.

Karena itu, Plaiata menyampaikan terima kasih kepada KSP Budi Artha yang telah meringankan beban jemaat dalam melanjutkan pembangunan gereja dimaksud.
“Saya atas nama seluruh jemaat dan badan pengurus, menyampaikan terima kasih kepada pimpinan KSP Budi Artha, kiranya berkat yang kami terima ini bermanfaat bagi jemaat. Kami doakan, Tuhan akan memberkati, melimpahkan karya KSP Budi Artha,”ujar Plaiata. Di
Gereja Wesleam Jemaat Tembok Ratapan Rulai Mola

Dari GKII Sion Felakanai, rombongan KSP Budi Artha melanjutkan perjalanan ke Gereja Wesleam Indonesia Jemaat Tembok Ratapan Rulai Mola, Kecamatan Teluk Mutiara untuk menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 15 Juta. Sejumlah tokoh umat menyambut kehadiran pimpinan dan staf KSP Budi Artha dengan suka cita.
Ketua Pengurus KSP Budi Artha, Roni Adang didampingi Pengawas, Daud Abel menyerahkan bantuan uang tunai Rp 15 Juta, yang diterima oleh Bendahara Panitia Pembangunan Gereja Wesleam Mola, Teroli Motara.
“Kami dari KSP Budi Artha Mandiri, menyerahkan bantuan sebesar Rp 15 Juta, semoga bermanfaat bagi jemaat dan gereja di tempat ini,”kata Roni Adang.

Teroli Motara pun menyambut pemberian tersebut sembari atas nama Jemaat Tembok Ratap Rulai-Mola menyampaikan terima kasih kepada KSP Budi Artha.
“Terima kasih banyak sudah membantu jemaat kami, sehingga kami bisa melanjutkan pembangunan rumah ibadah kami ini. Terima kasih kepada bapa ibu pengurus dan semua Karyawan KSP Budi Artha, Tuhan menyertai dan memberkati semua usaha KSP Budi Artha,”tandas Teroli.
Sementara itu, Stefanus Afui Akani sebagai Ketua Panitia Pembangunan Gereja Wesleam Indonesia, Jemaat Tembok Ratapan Rulai Mola, mengatakan gedung gereja yang sedang mereka kerjakan berukuran 8 x 18 meter. Biaya pembangunan secara swadaya oleh jemaat saat ini 19 Kepala Keluarga. Menurutnya, proses pembangunan berjalan sejak Tahun 2011 sehingga sudah memakan waktu kurang lebih 14 tahun karena keterbatasan dana, sehingga mereka sangat berterima kasih atas bantuan dari KSP Budi Artha.
Di GMIT Eklesia Tamalabang

KSP Budi Artha juga menyerahkan bantuan senilai Rp 15 Juta untuk Gereja (GMIT) Jemaat Eklesia Tamalabang. Pimpinan gereja atas nama jemaat setempat menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut dan akan digunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan pembangunan gereja.
Bendahara KSP Budi Artha, Astuti Abdullah mengatakan total bantuan sebesar Rp 100 juta itu untuk Gereja Efrata Bagabui di Desa Mataru Timur, Kecamatan Mataru Rp 20 Juta, GMIT Jemaat Pniel Kikilay di Desa Morba Kecamatan Alor Barat Daya sebesar Rp 15 Juta, GKII Sion Felakanai Fanating Kecamatan Teluk Mutiara sebesar Rp 5 Juta, Gereja Wesleam Jemaat Tembok Ratapan Mola, Kecamatan Teluk Mutiara sebesar Rp 15 Juta, dan GMIT Jemaat Eklesia Tamalabang Pulau Pantar senilai Rp 15 Juta. Selain di Kabupaten Alor, jelas Astuti, KSP Budi Artha Cabang Kupang juga mengucurkan bantuan untuk rumah-rumah ibadah di Kupang senilai Rp 30 Juta. (ap/linuskia)