alorpos.com – TELEPON seluler (hand phone) media ini berdering sekali saja pada Senin (23/3/2026) Pukul 10.11 Wita. Belum sempat diterima, panggilan WhatsApp itu sudah terputus. Media ini tertegun, ada apa gerangan, karena nama yang muncul di layar ponsel itu seorang pejabat yang tengah dipercayakan menjalankan sebuah misi penting.
Maka media ini hendak menelepon balik pejabat dimaksud, untuk memastikan apakah dia benar menelepon, atau tanpa sengaja ponsel-nya tertekan ke nomor ponsel media ini. Tetapi tiba-tiba seorang sahabat jurnalis terlebih dahulu menelepon media ini. Ternyata teman jurnalis itu memberitahukan, bahwa dia telah mengirim nomor ponsel media ini ke seorang pejabat, dan pejabat itu akan menelepon.
Teman jurnalis itu hanya memberi tahu bahwa pejabat dimaksud mengajak untuk bergabung dengan mereka pada siang harinya Pukul 13.00 Wita di pantai yang letaknya tak jauh dari lokasi SD Takalelang. Penasaran, media inipun menelepon pejabat tersebut untuk memastikan undangannya, dan apa kegiatan di Takalelang. Lalu pejabat tersebut memberitahu bahwa tidak ada kegiatan resmi, hanya santai-santai bakar ikan di pantai.
“Tidak ada keterangan pers dari siapapun dalam kegiatan itu, tetapi nanti om mereka (jurnalis) bisa menulis apa saja sesuai pengamatan di lokasi untuk di-share (dipublikasikan) melalui media. Nanti ada pejabat yang hadir,”kata pejabat tersebut membuat media ini kian penasaran.
Maka sesuai waktu yang ditentukan, media inipun bergerak dengan Shogun butut yang selalu setia bersama sejak Tahun 2003 menuju pantai di dekat SD Takalelang, Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara. Cuaca masih bersahabat siang itu, sehingga perjalanan lancar.

Baru beberapa meter melewati simpang tiga menuju Kampung Tradisional Takpala yang mendunia, terlihat fortuner hitam plat merah EB 3 sedang parkir di bahu kiri jalan. Itu mobil dinas Ketua DPRD Kabupaten Alor. Begitu mendekat, nampak Ketua DPRD Paulus Brikmar sedang duduk sendiri di bawah pohon, persis di belakang mobil dinasnya. Terlihat santai sambil merokok.
Media inipun berhenti dan menyapa mantan aktivis LMND itu. Melihat kehadiran media ini, Paulus Brikmar langsung bertanya terlebih dahulu.
“Kaka mau ke mana,”tanya Ketua PKB Alor yang akrab disapa Buche Brikmar itu. Media ini pun memberitahukan, bahwa ada yang telepon, katanya ada kegiatan di pantai dekat SD Takalelang.
“Kalau begitu kita sama-sama. Saya berhenti tahan disini sambil tunggu pak wakil bupati. Pak bupati mungkin sudah duluan ,”ungkap Buche, membuat rasa penasaran media ini mulai tersingkap.
Tanpa membuang kesempatan, media inipun bertanya, bagaimana persoalan dia sebagai Ketua DPRD Kabupaten Alor dengan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., yang sepertinya saling “serang” melalui media sosial, sehingga belakangan ini menimbulkan keprihatinan publik, karena dinilai cukup mengganggu jalannya pemerintahan di Nusa Kenari.

Dengan mimik serius, Buche menginformasikan bahwa dia telah bertemu dengan Wabup Rocky Winaryo untuk berbicara dari hati ke hati, mengakhiri perbedaan yang ada, dan mulai fokus untuk membangun daerah ini. Makanya, lanjut Buche, sekarang di moment yang baik ini (liburan Hari Raya Idul Fitri), kita mau bicara baik-baik. Pak bupati dan pak wakil bupati, demikian Buche, agar secepatnya sepakati supaya pelantikan para pejabat bisa segera dilakukan.
Disinggung bahwa pelantikan para pejabat lingkup Pemkab Alor itu, jangan sampai masih menuggu pelantik Sekda Alor definitif terlebih dahulu, Buche berpandangan bahwa tidak harus demikian.
“Ada Pejabat Sekda yang kewenangannya sama dengan Sekda definitif, sehingga proses administrasi terkait pelantikan para pejabat itu bisa dilakukan, tidak ada masalah”tegas Buche.
Perbincangan kami terhenti karena mobil Wakil Bupati Alor melintas menuju lokasi yang dituju, sehingga Buche bergegas ke mobilnya dan meluncur mengejar mobil Wabup. Media ini menyusul, dan ketika tiba di lokasi, rupanya tempat yang dimaksudkan itu merupakan destinasi wisata baru, milik Marianus Hiyetingkai, seorang sahabat dekat Bupati Alor Iskandar Lakamau saat masih sama-sama sebagai pelajar sekolah dasar.
Tempat wisata itu bernama Pantai Takalelang dan Situs Kilangwala, yang masuk dalam wilayah Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, dimana Iskandar Lakamau cukup lama menjadi camatnya, pada masa bupati Ir.Ansgerius Takalapeta.

Menuruni anak tangga darurat dari bibir jalan negara ruas Kalabahi-Maritaing, nampak panorama pantai Takalelang yang indah. Keindahan itu kian harmonis dalam balutan nansa budaya setempat, terlihat empat pemimpin Nusa Kenari, yakni Bupati Iskandar Lakamau, Wabup Rocky Winaryo, Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar dan Pj.Sekda Alor, Obeth Bolang, sedang berbincang romantis di depan rumah gudang adat, berhadapan dengan Situs Kilangwala.
Media ini berbisik dalam hati, “Semoga romantisme mereka sebagai pemimpin daerah ini bukan sandiwara, tetapi tulus dari lubuk hati terdalam masing-masing, dan itu diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing, demi kesejahteraan rakyat dan daerah ini. Apapun yang mereka bicarakan di rumah gudang, bersebelahan dengan Situs Kilangwala itu, maka tentu alam dan leluhur mengetahui dan mendengarnya.
Romantisme para pemimpin di ruang terbuka dan mengundang wartawan untuk dipublikasikan ini, tentu maksud mereka untuk memberitahukan kepada seluruh rakyat Kabupaten Alor dimanapun berada, bahwa mereka baik-baik saja. Kalaupun ada perbedaan pendapat yang cukup keras antara mereka, tetapi situasinya tidak separah yang dinarasikan melalui media sosial akhir-akhir ini.
Wakil Bupati Rocky Winaryo dan Ketua DPRD Alor Paulus Brikmar sudah nampak berbincang santai sambil tersenyum bersama. Demikian pula Wabup dan Bupati Alor sebagaiman lasimnya selalu romantis sesuai tagline mereka. Rocky sering mengatakan, bahwa dia tak pernah berniat sedikitpun untuk memanfaatkan keadaan bupati Iskandar Lakamau sejak sakit hingga masa pemulihan sekarang ini, untuk mengambil alih kursi nomor satu Alor.

Wabup Rocky Winaryo mengaku selalu mengutamakan upaya mempercepat pemulihan kesehatan Bupati Iskandar Lakamau. Masalah percepatan pemulihan kesehatan bupati Iskandar Lakamau ini pun menjadi salah satu topik yang dibicarakan para pemimpin ini di Pantai Takalelang, yang jaraknya sekitar 13 Km arah timur kota Kalabahi.
Sambil menikmati ikan bakar, jagung bose, ubi dan pisang rebus, sayur rumpu-rampe dan air kelapa muda, bupati Iskandar Lakamau disampaikan agar bersiap untuk kembali menjalani pemulihan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS.PON) Jakarta. Awal April 2026 setelah hari Raya Paskah, bupati Iskandar Lakamau dijadwalkan untuk berangkat ke RS.PON Jakarta.
Mendengar itu bupati Iskandar Lakamau nampak tersenyum sembari mengacungkan jempolnya kepada pejabat yang mengatakan bahwa lamanya waktu pengobatan di RS PON Jakarta tergantung rumah sakit yang menangani.

Apa yang diingatkan terkait upaya percepatan pemulihan kesehatan Bupati Alor ke RS PON Jakarta ini, sudah menjadi salah satu rekomendasi DPRD Kabupaten Alor, setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemkab Alor pada Rabu (11/3/2026), serta Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan berbagai elemen Kabupaten Alor pada Kamis (12/3/2026) silam.
Kini rakyat Alor menunggu hasil dari apa yang dipercakapkan empat pemimpin Alor dalam suasana romantis di bibir Pantai Takalelang itu. Kiranya komunikasi antara mereka tak lagi menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Aktivitas pemerintahan setelah libur Idul Fitri 1447 H lebih efektif, karena kerja sama yang baik sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Dengan begitu, rakyat benar-benar percaya, bahwa tak ada dusta diantara kita.
Hari menjelang sore, hujanpun mulau mengguyur Takalelang dan sekitarnya. Para pemimpin itupun pamitan. (ap/linuskia)