alorpos.com – LIBURAN Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah usai, saatnya semua kembali bekerja dengan semangat baru. Demikian pula dengan Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Kabupaten Alor sudah mulai berkantor pada Senin (5/1/2026), diawali dengan apel perdana di halaman Kantor Bupati Alor, dipimpin Pejabat (Pj) Sekda Kabupaten Alor, Obeth Bolang,S.Sos.M.A.P.
Mewakili Bupati dan Wakil Bupati Alor, Obeth Bolang dalam arahannya menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor mulai melakukan penataan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja birokrasi dan efektivitas pelayanan publik. Obeth memastikan bahwa penataan jabatan ASN tersebut, dilakukan secara objektif, profesional, dan berlandaskan kebutuhan organisasi, bukan kepentingan politik atau pribadi.
“Penataan jabatan ASN adalah kebutuhan organisasi, bukan kepentingan politik. Kita ingin memastikan, setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat, sesuai kompetensi dan kinerja,” ujar Obeth Bolang, sebagaimana press release Bagian Protokol dan Komunkasi Pimpinan Setda Alor yang diterima media ini.
Menurutnya, penataan ini juga menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah serta hasil evaluasi kinerja ASN, termasuk penyelarasan dengan regulasi terbaru dari pemerintah pusat.
“Prinsipnya jelas, the right man on the right place. Semua melalui mekanisme dan aturan yang berlaku, tidak ada ruang untuk subjektivitas,” tegas mantan Kepala Bappelitbang Kabupaten Alor ini.

Obeth Bolang menambahkan, penataan jabatan menjadi penting agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Jika struktur dan penempatan ASN tertata baik, maka pelayanan publik juga akan semakin cepat, tepat, dan berkualitas,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Alor untuk memaknai penataan jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi pemerintahan.
“Kami harap ASN melihat ini sebagai proses pembenahan, bukan ancaman. Yang dinilai adalah kinerja, loyalitas pada aturan, dan tanggung jawab,”tutup Obeth. (ap/linuskia/Prokomp-ten)