Pidato Wabup Alor Di HUT RI Ke-81 Diapresiasi Mantan Bupati Alor dan Mantan Rektor Untrib: “Bupati Sakit Tetapi Pemerintahan Tidak Sakit”

author
8
8 minutes, 17 seconds Read

alorpos.com – BUPATI Alor, Iskandar Lakamau,S.H.,M.Si., belum bisa juga bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Senin, 17 Agustus 2026 meski hadir di tempat upacara, Lapangan Mini Kalabahi. Karena itu, seperti tahun lalu, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., bertindak sebagai Irup. Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar tidak terlihat hadir, sehingga Pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI, oleh Wakil Ketua II DPRD Alor, Usman Plaikari. Kemudian Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., membacakan Pembukaan UUD 1945.

Sebagai Inspektur Upacara, maka Wabup Rocky Winaryo menyampaikan pidato tertulis yang pada umumnya menyampaikan berbagai derap pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di berbagai bidang dengan segala dinamikanya.       

“Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, saya bersama bapak bupati berkomitmen menjawab amanah rakyat yang diletakkan di pundak kami dengan penuh tanggung jawab. Memajukan Kabupaten Alor di beranda selatan NKRI adalah panggilan nurani, untuk memberikan yang terbaik dari diri kami sebagai anak Nusa Kenari yang mencintai setiap jengkal tanah ini. Fokus utama kami adalah pembangunan pro-rakyat, pengurangan ketimpangan, dan terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan,”kata Wabup Rocky Winaryo.

Ia mengemukakan Visi Kabupaten Alor yang aman, damai sejahtera, demokratis, maju dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar janji, jelas Rocky, visi ini adalah pedoman dan kompas bagi perjalanan panjang pembangunan, menuntun berkesinambungan, memastikan setiap langkah yang diambil memberi dampak nyata bagi rakyat, serta meninggalkan warisan membanggakan bagi generasi mendatang.

“Dengan lima misi, dalam sebuah gerakan bersama yakni “Gerakan Membangun Dengan Hati, Tenaga, Ilmu Pengetahuan, Inovasi Dan Teknologi Untuk Kemakmuran Masyarakat Alor (Gerbang Timur), melalui lima pilar percepatan yang diletakkan pada spirit: “Alor Berkemas”, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan lokasi prioritas pembangunan pengembangan untuk mempercepat pertumbuhan dan berdasarkan potensi kemajuan daerah,”tandas mantan Anggota DPRD Provinsi NTT ini.

Menurutnya, Pembangunan Kabupaten Alor 2025-2029 difokuskan pada sektor pertanian, kelautan dan pariwisata melalui strategi “tri palawa”, yang diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta pariwisata berbasis masyarakat melalui konsep wismaraya (wisata maju, rakyat sejahtera).

“Kami sadar, perjalanan menuju kemajuan dan kesejahteraan bukanlah perkara mudah. Tantangan kita nyata: kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, musim kemarau panjang, pengangguran, angka putus sekolah, serta ketahanan pangan. Komposisi fiskal daerah yang masih sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat juga menjadi pekerjaan rumah yang harus kita jawab bersama,”urai Rocky Winaryo.

Indikator pelaksanaan kebijakan dan program-program prioritas pemerintah daerah, lanjut Rocky, dapat diukur dari tiga aspek utama yakni pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), laju pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang didukung oleh penyediaan sejumlah infrastruktur daerah secara bertahap dan berkelanjutan. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), ungkap Rocky, perekonomian Kabupaten Alor menunjukkan tren pemulihan yang positif dengan mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,57 persen. Pertumbuhan ini digerakkan oleh denyut nadi sektor perdagangan dan pariwisata.

“Struktur utama perekonomian kita tetap kokoh disokong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 31,90 persen, serta ditopang oleh kuatnya daya beli masyarakat yang tercermin dari konsumsi rumah tangga sebesar 69,95 persen,”ujar Rocky.

Indikator ketiga, yang dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, demikian Rocky, dapat dilihat dari IPM Kabupaten Alor yang menunjukkan tren peningkatan positif yang stabil dan berada pada kategori sedang dengan capaian 68,44. Menurutnya, kemajuan ini didorong oleh komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang tecermin dari membaiknya berbagai indikator dasar pembangunan manusia di daerah.

“Peningkatan IPM tersebut ditopang oleh progres nyata pada tiga dimensi utama pembentuknya, yakni dimensi umur panjang melalui Umur Harapan hHidup (UHH) yang mencapai usia 67-68 tahun, dimensi pengetahuan dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) di angka 13 tahun, serta Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) sekitar 7-8 tahun, dan dimensi Standar Hidup Layak (SHL) yang ditandai dengan pengeluaran riil per kapita masyarakat di kisaran Rp 6 jutaan per tahun,”papar Wabup Rocky Winaryo.

Selain itu, sambung Rocky, persentase tingkat kemiskinan di Kabupaten Alor secara konsisten mengalami penurunan. Pada tahun 2021, persentase penduduk miskin Kabupaten Alor berada pada angka 21,09 persen, kemudian turun menjadi 20,25 persen pada 2022, llau 19,97 persen pada 2023, kemudian 19,87 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 18,29 persen pada tTahun 2025.

Dengan demikian, dalam kurun waktu 2021 sampai 2025 terjadi penurunan sebesar 2,80 persen, sedangkan dari tahun 2024 ke 2025 turun sebesar 1,58 persen. Jumlah penduduk miskin juga, jelas Rocky, turun dari 43,83 ribu jiwa pada 2021 menjadi 38,68 ribu jiwa pada tahun 2025. Penurunan persentase penduduk miskin ini juga dibarengi dengan menyempitnya indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan, yang menandakan bahwa taraf hidup kelompok masyarakat paling rentan berangsur semakin membaik.

“Seiring dengan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Alor, capaian kinerja indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,27% atau setara dengan 2.867 jiwa, mencerminkan tingkat penyerapan tenaga kerja lokal yang relatif stabil dan terjaga dengan baik di Kabupaten Alor,”kata Rocky.

Ia mengemukakan bahwa rndahnya persentase pengangguran ini didukung oleh bergeraknya aktivitas di sektor-sektor riil utama-seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi fondasi ekonomi daerah, serta dinamika sektor perdagangan, akomodasi, dan pariwisata yang kian menyerap tenaga kerja. Stabilitas ketenagakerjaan yang positif ini turut berbuah manis melalui prestasi dan penghargaan gemilang di tingkat nasional, di mana Pemerintah Kabupaten Alor sukses meraih penghargaan dari pemerintah pusat sebagai terbaik kedua di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam kinerja Penurunan Pengangguran Terbuka.  

“Pencapaian ini menjadi bukti empiris bahwa efektivitas program penyerapan tenaga kerja dan kebijakan sektor riil di daerah berjalan pada jalur yang tepat, serta diakui secara resmi atas keberhasilannya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif,”tandas Rocky.

Pemerintah daerah juga menurutnya telah menunjukan kinerja terbaik melalui kebijakan reformasi birokrasi, penataan manajemen, pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dari waktu ke waktu. Khusus untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK Perwakilan NTT pada setiap tahun anggaran berjalan untuk Pelaksanaan APBD, maka saat ini kita patut berbangga karena memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang dinilai dari Pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2025, Pemkab Alor telah merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp. 1,09 triliun atau 97,7 persen dari target Rp. 1,12 triliun.  

“Tentunya hasil kerja keras dan pencapaian terbaik ini tidak dapat diraih sendiri, semata-mata atas upaya dan kerja keras setiap elemen yang memberi peran berarti dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik,”ujar Wabup Rocky Winaryo.

Sejumah tantangan dan prestasi yang diraih Pemkab Alor sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo ini mendapat apresiasi dari mantan Bupati Alor dua periode (1999-2004/2004-2009), Ir.Ansgerius Takalapeta, dan mantan Rektor Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi, Dr.Fredrik Abia Kande,S.Pd.,M.Pd. Apresiasi dan tanggapan kedua tokoh ini ketika ditemui media ini usai mengikuti Upacara HUT RI Ke-81 di Lapangan Mini Kalabahi.

Terkait tantangan dan dinamika yang terjadi, Ans Takalapeta berpendapat bahwa setiap masa punya dinamika tersendiri dan tantangan jaman.

“Karena itu, kita harus arif menghadapi, bagaimana kita yang berada dalam dinamika ini, di jaman ini, tidak boleh saling menyalahkan berbagai pihak, tetapi bersatu padu menghadapi tantangan jaman. Dalam kondisi pemerintahan yang sekarang ini, kalau ada persoalan lalu kita mempersoalkan persoalan, atau mempermasalahkan masalah, maka akan lebih rumit. Semua pemerintahan berjalan diatur dengan Peraturan Perundang-undangan,”tandas pencetus tagline Alor memang indah asal kita pandai menikmatinya ini.

Satu-satunya mantan Bupati Alor yang selalu hadir dalam setiap upacara perayaan HUT RI setiap tahun di Lapangan Mini Kalabahi ini menegaskan bahwa kita harus bangga dengan hasil-hasil pembangunan yang disampaikan Wakil Bupati Rocky Winaryo.

“Kita bilang pak bupati sakit, pak wakil bupati menjalankan roda pemerintahan, tetapi derap pembangnan Alor ini ada maju. Pengakuan nasional kepada Alor ini ada terhadap hasil-hasil pembangunan. Kita daerah yang relative terisolasi dari kabupaten lain, tetapi kalau ada bergerak  maju, maka itu menunjukkan bahwa dinamikan pembangunan kita berjalan. Memang kita menghendaki agar lebih cepat lagi maju, tetapi kalau kondisi tidak memungkinkan, kita harus memaklumi.Bergerak maju di tengah permasalahan tentu tidak secepat yang kita kehendaki, tetapi itulah dinamika, dan kita harus menerima itu untuk bersama-sama bergerak untuk lebih maju lagi kedepan,”himbau sesepuh Alor yang terus peduli pembangunan Nusa Kenari ini.

Sementara itu, mantan Rektor Untrib Kalabahi, Dr.Fredik Abia Kande,S.Pd.,M.Pd., mengakui adanya jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di daerah ini yang penuh dengan dinamika terkait kondisi Bupati Alor Iskandar Lakamau yang masih dalam masa pemulihan kesehatan. Tetapi ia memberi apresiasi atas sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan bahwa pemerintahan terus berjalan secara baik.

“Bupati sakit, tetapi pemerintahan kan tidak sakit, karena pemerintahan itu satu sistim, dan perangkat-perangkat daerah itu bisa digerakkan. Istilahnya Bupati dan Wakil Bupati, sehingga kalau bupati berhalangan ada wakil bupati, sehingga sistim harus terus berjalan untuk kepentingan pelayanan kemasyarakatan dan pembangunan,”kata Edy Kande.  

Menurutnya, capaian-capaian kinerja yang dilaporkan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo itu merupakan kinerja sistim dan semua perangkat daerah, bukan hannya bupati atau wakil bupati. Berkaitan dengan hak interpelasi atau hak angket yang diwacanakan sebagian Anggota DPRD Alor untuk mempertanyakan kondisi kesehatan Bupati Alor, Edy Kande berpendapat bahwa pemerintahan itu ada trias politica.  

“Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif dengan fungsi masing-masing sudah diatur dalam regulasi sehigga silahkan saja, kalau memang dalam pandangan DPRD Alor, mereka mau menggunakan hak-hak mereka sesuai konstitusi,”tegas Kande.

Ia berpendapat bahwa dalam pemerintahan itu sistimnya sudah jelas, sekarang tergantung pada Pimpinan dan Anggota DPRD Alor seperti apa.

“Itu kan sudah berhubungan dengan proses politik. Silahkan DPRD memasang takarannya, buat kisi-kisi, pasang sipat untuk menilai itu. Kita masyarakat kan mempercayakan itu pada DPRD, yang terpenting itu kepentingan masyarakat dan daerah yang harus dikedepankan, bukan kepentingan individu, kepentingan kelompok, atau soal suka tidak suka,”tandas Dr.Edy Kande. (ap/linuskia)

Similar Posts

8 Comments

  1. avatar
    Carlos says:

    Untuk bio, nama pengguna, dan pesan singkat, gaya huruf sebaiknya tetap mudah dibaca. Sebelum menyalin teks, periksa tampilannya di layar kecil dan hindari terlalu banyak karakter dekoratif dalam satu kalimat. Letra Cursiva dapat membantu membandingkan beberapa variasi Unicode, lalu pilih gaya yang paling jelas untuk konteksnya. Huruf yang lebih mencolok biasanya lebih efektif dipakai pada nama, judul, atau satu frasa pendek daripada seluruh isi pesan.

  2. avatar
    Ren says:

    Untuk tugas singkat, alat yang paling membantu biasanya tidak perlu banyak pengaturan. Sebuah online timer berbasis peramban yang memungkinkan pengguna memasukkan jam, menit, dan detik, lalu mulai, jeda, lanjutkan, atau atur ulang, cocok untuk sesi belajar, memasak, dan pengingat rapat. Bunyi penanda saat waktu selesai juga membuat pengguna tidak perlu terus melihat layar. Antarmuka bersih tanpa pendaftaran menjaga prosesnya tetap cepat dan mudah dipahami.

  3. avatar
    Krea says:

    Pemerintahan tetap berjalan meski pimpinannya berhalangan. Semangat kebangsaan Wabup Rocky Winaryo dalam upacara HUT RI ke-81 ini patut diapresiasi. Pemerintah tidak boleh “sakit” hanya karena satu orang tidak bisa hadir di depan — yang penting roda kepemimpinan tetap solid dan berdaya. krea 2 image generator

  4. avatar
    Noah says:

    Bagi orang yang perlu mengolah dokumen menjadi catatan yang bisa dicari dan diedit, alur kerja yang sederhana sangat membantu: periksa dulu kualitas teks atau hasil pindaiannya, lalu rapikan heading, daftar, dan tabel setelah konversi. PDFtoMDConverter relevan untuk kebutuhan ini karena berfokus pada pembuatan Markdown langsung di browser tanpa pendaftaran maupun pengunggahan dokumen ke server aplikasi. Pendekatan lokal juga patut dipertimbangkan saat dokumen berisi materi internal atau data sensitif. Untuk hasil terbaik, gunakan PDF berbasis teks atau pindaian bahasa Inggris yang jelas, kemudian lakukan pengecekan singkat pada format akhir sebelum dipakai kembali.

  5. avatar
    web site says:

    A large variety of clickable tags, like Anal Porn, Lesbian, and
    Twerk, including the major promo photos you’d expect from a totally costless web-site,
    are displayed at BlackMilfTube.
    One exotic Colombian mahogany babe squirting all over the fucking place, a ebony chick who
    banges herself with a dildo, another with her tattooed ass in the air, and another with an amazing black girl squirting all over the place.

    web site https://v1.kangrooo.com/author/jrleva77830393/

  6. avatar
    Theo says:

    Saat menulis daftar, catatan teknis, atau contoh rumus, pilihan titik kecil sering tampak sepele tetapi dapat memengaruhi keterbacaan. Simbol yang mirip belum tentu memiliki fungsi yang sama: ada yang lebih cocok untuk daftar, pemisah teks, operasi matematika, atau elemen dekoratif. Karena itu, rujukan seperti Dot Symbol berguna untuk membedakan bentuk dan kegunaan tiap karakter sebelum menyalinnya. Pendekatan ini juga membantu menjaga tampilan konsisten di dokumen, presentasi, dan antarmuka web.

  7. avatar
    Caleb says:

    Materi belajar yang mengajak anak membaca, menyusun, dan menjawab pertanyaan biasanya lebih mudah dipakai ulang daripada lembar kerja tunggal. Paket bertema dengan petunjuk perakitan, tata letak folder, serta kunci jawaban dapat membantu orang tua menyiapkan kegiatan dengan lebih terarah. Pendekatan hands-on learning juga memberi ruang bagi anak untuk melihat hubungan antara bacaan, aktivitas, dan hasil proyek yang mereka buat sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *