Pidato Pamit di HUT RI, Bupati Alor Ungkap Capaian dan Pekerjaan Yang Belum Selesai

author
1
10 minutes, 19 seconds Read

alorpos.com__UNTUK terakhir kalinya, Drs.Amon Djobo,M.A.P., dalam kapasitas sebagai Bupati Alor dua periode, bertindak selaku Inspektur Upacara Memperingati Detik-detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera Merah Putih di Hari Ulang Tahun Kemerdekan Republik Indonesia ke-78 pada Kamis, 17 Agustus 2023.
Karena itu, pada momentum yang bersejarah di Stadion Mini, jantung kota Kalabahi itu, Amon Djobo menyampaikan pidato terakhir sekaligus pamitan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Alor, baik yang berada di Nusa Kenari, maupun yang sedang berada di rantauan.

Pidato Amon Djobo itu kadang dengan nada suara tegas membahana, tentang capaian yang telah diraih selama ini, serta pekerjaan yang mesti harus dituntaskan meski dia tak menjabat lagi.
Kadang suaranya lirih sembari mengucapkan terima kasih atas dukungan semua stakeholder dan seluruh masyarakat Kabupaten Alor.

Kadang suaranya terbata-bata menahan tangis, tatkala mengucapkan permohonan maaf bersama mendiang Imran Duru,S.Pd.,M.Pd., yang dua periode mendampinginya sebagai Wakil Bupati Alor, jika ada khilaf dan salah selama mereka memimpin negeri yang dijulukinya sebagai bumi persaudaraan, tanah terjanji, surga di timur matahari ini.

Berikut petikan sebagian pidato Bupati Alor, Amon Djobo, khususnya terkait capaian yang telah diraih selama ini, serta sejumlah pekerjaan, termasuk sejumlah ruas jalan yang menurutnya akan diselesaikan pada tahun 2024 hingga 2026. Silahkan disimak;

Bupati Alor, Amon Djobo selaku Inspektur Upacara HUT RI ke-78 Tahun 2023 saat menyampaikan pidato di Lapangan Upacara, Stadion Mini Kalabahi

Pemerintah Kabupaten Alor dengan dukungan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat secara konsisten mewujudkan visi Kabupaten Alor Yang Mandiri dan Terbaik Dalam Indeks Pembangunan Manusia Melalui Pemerintahan Yang Bersih dan Berwibawa. Banyak hal yang sudah kita capai, meskipun banyak hal juga yang belum tercapai dengan baik, sebagaimana yang saya laporkan kepada DPRD Kabupaten Alor lewat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022.

Untuk itu, pada kesempatan ini, selaku Bupati Alor, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak. Pemerintah terus berupaya memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Tahun 2022 mencapai 62,26 poin.

Demikian halnya dengan capaian-capaian pembangunan lain yang berkelanjutan. Seluruh aparatur pemerintah daerah dan bersama pimpinan daerah telah berusaha seoptimal kemampuan kami, meningkatkan kinerja melalui kebijakan reformasi birokrasi, penataan manajemen pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dari waktu ke waktu, hingga mencapai taraf akuntabilitas Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dari auditor Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur.

Secara bersama-sama dan bergotong royong kita lakukan peningkatan daya saing daerah ini dengan daerah-daerah lain. Kita melakukan upaya pembangunan pendidikan yang tidak hanya melahirkan insan cerdas dan pandai, tetapi jauh dari itu menghasilkan insan Alor masa depan, yang mempunyai kapabilitas, berintegritas dan berkompeten, sekaligus mau mengabdi dan membangun daerahnya.

Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibra Kabupaten Alor

Namun alokasi sejumlah besar dana, baik Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Dana Alokasi Umum (DAU) untuk membangun berbagai sarana dan prasarana menjawab keperluan sistim Merdeka Belajar Yang Berbasis Masyarakat dan Keluarga, masih sangat terbatas.

Kita bersyukur, dana yang digelontorkan di bidang pendidikan untuk mendukung Program Alor Pintar, dengan membangun infrastruktur pendidikan, penyebaran guru negeri pada sekolah-sekolah swasta maupun negeri, pengangkatan tenaga guru P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak), tenaga CPNS di bidang pendidikan, maupun Tenaga Kontrak Daerah untuk Tenaga Pendidik dan Kependidikan.

Selain itu memberi beasiswa bagi siswa-siswa yang memiliki potensi, namun pendapatan ekonomi orang tuanya terbatas, menekan angka putus sekolah dan angka buta huruf.

Demikian pula di Bidang Kesehatan, terus mendapat perhatian pemerintah daerah dengan pembangunan gedung RSD Kalabahi tiga lantai yang telah diresmikan Gubernur NTT beberapa waktu lalu. Mendanai pembangunan berbagai fasilitas kesehatan, termasuk anggaran untuk Tenaga Kontrak Kesehatan, Tenaga P3K Kesehatan, serta penanganan dan pemberian penguatan akses BPJS, serta pembangunan infrastruktur kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Alor.

Khusus untuk para tenaga kontrak di daerah ini, baik di bidang pendidikan, kesehatan dan tenaga kontrak umum, atas koordinasi Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat begitu kuat, akhirnya direstui untuk tidak adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para Tenaga Konrak Daerah di Kabupaten Alor untuk Tahun 2023, maupun tahun-tahun yang akan datang.

Dari kiri ke kanan: Dandim 1622 Alor Letkol (Inf) Amir Syaifrudin,SH., Bupati Alor, Amon Djobo, Waket DPRD Alor, Sulaiman Singhs, Anggota DPR RI dari PAN, Ahmad Yoan, Waket DPRD Alor, Yulius Mantaon dan Bupati Alor Periode 1999-2009, Ansgerius Takalapeta

Kita juga terus membenahi infrastruktur pelayanan kesehatan rujukan di RSD Kalabahi dengan memperhatikan kelayakan dan kenyamanan ruang tenaga dokter dan tenaga medis, untuk memberikan kepastian layanan kesehatan, antara lain; Membangun gedung RSD Kalabahi tiga lantai yang sudah diresmikan Gubernur NTT.

Disamping itu pembangunan Puskesmas Rawat Inap di seluruh kecamatan, serta dukungan tenaga dokter, tenaga medis dan paramedis untuk kenyamanan pelayanan kesehatan dasar, dengan semua jaringan pelayanannya sampai di tingkat desa dan kelurahan, termasuk Posyandu, Pos Kesehatan Masyarakat Desa, guna menekan angka kematian ibu dan anak, angka gizi buruk, yang mengalami penurunan cukup drastis.

Penanganan Stunting (balita dengan pertumbuhan tak normal) yang berada pada 27,72 persen di Tahun 2020, sudah mengalami penurunan hingga 11,7 persen pada Tahun 2022. Selain itu pelayanan kesehatan dasar lainnya, termasuk pemberian akta hiba untuk pengelolaan Rumah Sakit Wailawar di Kecamatan Pantar dari Kementrian Kesehatan RI kepada Pemkab Alor untuk pengelolaan pelayanan kesehatan secara utuh dan terpadu.

Pemerintah Daerah juga memberi prioritas pada pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah ruas jalan untuk menghubungkan beberapa wilayah di Kabupaten Alor. Secara khusus pembangunan ruas jalan provinsi yang mendapat perhatian serius dari Gubernur NTT. Ada lima ruas jalan provinsi di Kabupaten Alor yang telah dibangun dengan baik.

Sedangkan pembangunan jalan di bagian selatan Pulau Alor yang mengginakan dana APBD Kabupaten Alor pada dua tahun terakhir, mulai dari ruas Usakai Wargawa menuju Ling Al dan Wolang, yang akan terhubung dengan Langleki, Lola dan Wolwal.

Bupati Alor, Amon Djobo bersama para Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Alor

Pada Tahun 2022, di bagian timur Pulau Alor juga telah dibangun jalan raya dari Kiralela menuju Takala. Khusus pembangunan jalan Lingkar Pulau Pura, akan tuntas pembangunannya pada Tahun 2024. Sedangkan ruas jalan Lingkar Pulau Pantar, tetap diupayakan pada Tahun 2024-2026 akan dirampungkan pembangunannya. Sementara itu, ruas jalan Lingkar Pulau Ternate, sudah selesai, tinggal upaya peningkatan badan jalan.

Pergumulan kita untuk membangun infrastruktur jalan yang belum tuntas sama sekali yakni di Kecamatan Abad Selatan, dan ruas jalan Alata-Pido, yang diharapkan akan selesai dibangun pada 2024-2026.
Sedangkan untuk Kecamatan Alor Barat Daya, semua ruas jalan sudah terbangun dengan baik, termasuk ruas jalan Lantoka-Peitoko, ruas jalan Bagalbui-Kalunan untuk Kecamatan Mataru. Untuk ruas jalan Bukapiting-Apui (di Kecamatan Alor Selatan), akan rampung pembangunannya pada Tahun 2024.

Demikian pula dengan pembangunan ruas jalan di Kecamatan Alor Tengah Utara dan Kecamatan Alor Barat Laut, akan tetap diupayakan pembangunannya dan selesai pada Tahun 2024-2025.
Di Kecamatan Mataru akan tetap menjadi prioritas pembangunan pada Tahun 2024-2025, harus tuntas, termasuk ruas jalan Lingkar Kepala Burung di Kecamatan Kabola.

Disamping itu, bersama-sama dengan TNI-POLRI, membuka akses ruas jalan di sejumlah desa melalui Program TMMDes (Tentara Manunggal Membangun Desa), serta membuka isolasi fisik, pembukaan jalan di beberapa wilayah Kabupaten Alor. Termasuk rintisan pembukaan ruas jalan dari Gunung Babi menuju Takala dan Mausamang, serta pembangunan ruas jalan Marataing-Karangle-Erana-Peitoko-Mademang, ruas jalan Lela-Langkuru Utara.

Bupati Alor, Amon Djobo bersama sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Alor

Pemerintah Daerah juga memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sektor Pertanian, Peternakan dan Kelautan, untuk mewujudkan Alor Kenyang. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi ekonomi masyarakat, sekaligus respon atas penguatan ketahanan pangan.

Disamping itu, upaya membiayai infrastruktur pendukung, pengadaan benih, pupuk, dan bantuan peralatan tangkap yang lebih memadai bagi masyarakat pesisir.

Juga peralatan untuk mengoptimalkan lahan sawah di dataran Lantoka, pengembangan jagung hibrida Pola Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), dengan skema pembiayaan pola kemitraan, bukan APBD, dengan luas tanam 242 hektare. Rata-rata produksi jagung sebanyak 4 ton jagung pipilan/hektar, dari lahan seluas 242 tersebut.

Sehingga total produksi jagung hibrida dengan pola TJPS ini sebanyak 1006 (seribu enam) ton, yang semuanya berada di Pulau Pantar, yakni Kecamatan Pantar Tengah, Pantar Barat dan Kecamatan Pantar Barat Laut yang siap dipasarkan.

Disamping itu juga ada pembangunan sejumlah Pasar Rakyat dan Bantuan Stimulan Perumahan, guna membantu masyarakat untuk memperoleh rumah layak huni. Pemda juga membangun pasar-pasar untuk menguatkan akses rakyat terhadap pasar, terutama Pasar Kadelang dan Pasar Lama di Kampung Tionghoa yang akan rampung 100 persen tahun ini, sehingga dapat digunakan oleh pengguna pasar di daerah ini.

Pemda juga melakukan pemekaran sejumlah desa, dan pemekaran Kecamatan Abad Selatan yang sudah definitif. Sedangkan usulan pembentukan Kecamatan Pantar Timur Selatan yang masih dalam tahap verifikasi berkas. Untuk itu saya merasa berterima kasih kepada seluruh ASN dan semua elemen yang telah berkolaborasi dan berkontribusi di dalamnya.

Khusus program Indonesia Terang, NTT Terang dan Alor Terang, sudah terpasang jaringan listrik pada kecamatan, desa dan kelurahan di seluruh wilayah daerah ini. Dari 158 desa, 17 kelurahan dan 15 desa persiapan, serta 18 kecamatan, masih tertinggal 14 desa yang belum terpasang jaringan lisrik. 14 desa ini sudah diusulkan ke tingkat pusat, dan diharapkan akan terpasang pada Tahun 2024 yang akan datang.

Pelajar SMA Negeri I Kalabahi menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya saat pengibaran Bendera Merah Putih Memperingati HUT RI Ke-78 

Pemerintah Daerah tidak akan lupa memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dengan prestasi dan pengabdiannya yang mengharumkan nama daerah ini di berbagai ajang tingkat propinsi maupun nasional. Sejarah prestasi itu menunjukan daya dan upaya kita, untuk maju dan terus maju.

Secara khusus, Kabupaten Alor keluar sebagai Juara I Tingkat Nasional Lomba Desa, yakni Desa Blang Merang Kecamatan Pantar Barat.

Terima kasih atas pengabdian dan prestasi di Tahun 2023 ini. Prestasi yang dicapai itu harus dirawat dengan baik, untuk menghasilkan prestasi yang lebih baik dan gemilang.

Mendagri, Tito Karnavian (kiri) saat menyerahkan Penghargaan Upa Karya Wanua Nugraha kepada Bupati Alor, Amon Djobo yang diterima Sekda Alor, Soni O.Alelang di Jakarta, 15 Agustus 2023

Peliharalah jiwa pendaki yang selalu tahu bagaimana cara merangkak naik ke puncak, sekaligus tahu berapa lama harus di puncak, serta tahun bagaimana cara turun dari puncak.

Bukankah setiap kita punya bakat. Siapa yang naik mencapai puncak, dia akan turun jua. Kewajibannya adalah bagaimana menuntaskan dan menyelesaikan tugas dan amanah rakyat sepenuh tekat. Jangan sampai amanah berubah menjadi kianat, sehingga rahmat berubah menjadi laknat.

Upacara HUT RI Ke-78 tahun 2023 ini, merupakan momentum terakhir bagi saya sebagai Inspektur Upacara, karena setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Alor, yang telah mempercayakan kami untuk memimpin daerah ini selama dua periode.

Ketua TP.PKK Kabupaten Alor, Dra.Beth Isdiani Djobo (kanan) bersama putri semata wayang Bupati Alor Amon Djobo, Tesa Djobo,S.Th.,M.Si

Dari lubuk hati kami yang terdalam, saya bersama almarhum Bapak Imran Duru,S.Pd.,M.Pd., dan keluarga, menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan dan kepercayaan dari seluruh masyarakat Alor, baik yang ada di daerah ini, maupun yang ada di luar Alor, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh tertentu, LSM dan Cendekiawan, teman-teman pers dan berbagai komponen, baik TNI-POLRI, para unsur Pimpinan Daerah, teman-teman aparatur pemerintah.

Apabila dalam keseharian pengabdian, ada hal-hal yang kurang berkenan, hanya karena kepentingan pelayanan kepada rakyat yang menimbulkan berbagai benturan, serta pemahaman-pemahaman yang keliru secara nyata atau tersembunyi yang saya dan almarhum (almarhum Imran Duru) lakukan dalam kapasitas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Alor, kami mmohon maaf sebesar-besarnya. Semoga Tuhan memberkati dan menuntun kita pada kapasitas kita masing-masing.

Bupati Alor, Amon Djobo dan ajudannya bersama para staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor

Pada momentum yang berharga ini, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat di kabupaten ini, saya menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada bapak Presiden Republik Indonesia, Kepala Badang Penanggulangan Bencana Nasional Indonesia, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Bapak Danrem 161 Wirasakti Kupang, Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Bapak Kapolda NTT, Bapak Danlanud El Tari Kupang, Badan SAR NTT.

Terima kasih juga kepada Ibu Yuli Sutrisno Laiskodat Anggota DPR RI, Bapak Beny K.Harman Anggota DPR RI, Bapak Ahmad Yohan Anggota DPR RI, Bapak Melki Lakalena Anggota DPR RI, Ketua Sinoda GMIT, Ketua MUI NTT, Ketua Parisada Hindu NTT, Bapak Uskup Agung Kupang, Tokoh-tokoh masyarakat, Tokoh-tokoh agama, dan juga masyarakat Alor yang berada di luar daerah ini.

Para pihak swasta dan pihak lain, yang tidak sempat saya sebutkan satu per satu, atas jasa baiknya bagi masyarakat di daerah ini, yang telah memberikan dukungan bagi rakyat, di saat-saat daerah ini diperhadapkan dengan kesulitan akibat Covid-19, Badai Seroja, Gempa Bumi Tektonik di Tahun 2015, Kecelakaan Cantika Express 77 (kapal cepat) Tahun 2022. Mudah-mudahan jasa dan perhatian baik itu, diberkati oleh Tuhan. (ap/linuskia)

Similar Posts

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *