alorpos.com–PEMERINTAH Kabupaten Alor menggelar Rapat Evaluasi Kinerja semua Organisasi Perangkat Daerah setempat pada Selasa (11/11/2025) untuk mengetahui prosentasi realisasi keuangan dan fisik pekerjaan Tahun Anggaran 2025 per 31 Oktober 2025. Rapat Evaluasi Pemkab Alor ini dilakukan setelah seminggu lebih Bupati Alor, Iskandar Lakamau,S.H.,M.Si., kembali melaksanakan tugas sejak Senin (3/11/2025) lalu.
Rapat evaluasi yang berlangsung di Aula “Tara Miti Tomi Nuku” Lantai 3 Kantor Butap Alor tersebut, dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Obed Bolang, S.Sos. M.A.P., didampingi Plt.Asisten II Setda Alor, Anderias Blegur,S.H.,M.Si. Hadiri para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, pimpinan OPD, para Camat, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor.
Dalam arahannya, Plh Sekda Obed Bolang menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan menjelang akhir tahun anggaran.
“Semangat kita adalah bekerja bersama mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan, agar prosentase capaian pendapatan dan belanja dapat meningkat, serta menekan SiLPA agar tetap terkendali di bawah target,” ungkap Bolang sebagaimana siaran pers Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor yang diterima media ini.

Kesempatan itu Bolang juga mengapresiasi seluruh perangkat daerah atas dedikasi dan komitmen kerja yang terus ditunjukkan.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati atas dukungan dan arahannya, serta kepada seluruh ASN yang telah bekerja keras hingga saat ini. Mari kita tetap berpacu dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan untuk menutup tahun anggaran 2025 dengan hasil yang baik,” himbau Plh.Sekda yang juga Kalak BPBD Kabupaten Alor ini.
Lebih jauh Bolang menegaskan pentingnya disiplin kehadiran dan kekompakan lintas perangkat daerah.
“Beberapa pimpinan OPD tidak hadir tanpa keterangan, ini menjadi catatan. Kita harus kompak dan saling mendukung agar semua tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik,”tegasnya.

Saat itu, Obeth Bolang juga memberi kesempatan kepada para Staf Ahli Bupati Alor, untuk menyampaikan pandangan dan masukan mereka, sebagai bentuk refleksi dan komitmen bersama untuk mempercepat realisasi program dan kegiatan pemerintah daerah, di sisa waktu Tahun Anggaran 2025.
Kesempatan pertama, Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Fransis Malaikai, SE.,MM., menyoroti pentingnya ketepatan waktu penyampaian laporan realisasi keuangan.
“Laporan realisasi bulanan harus disampaikan tepat waktu agar bisa dievaluasi dan dipertanggungjawabkan. Tidak boleh main-main dengan pelaporan keuangan karena berdampak langsung pada pengelolaan fiskal daerah,” saran Frans Malaikai.
Sementara itu, Staf Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Dewi Paulina Riwoe Odja, SE., memberikan catatan kritis terhadap progress realisasi anggaran dan pendapatan daerah.
“Capaian realisasi 80–85 persen di bulan November masih tergolong rendah. Seharusnya yang tersisa hanya pembayaran gaji karena batas waktu pengajuan GU dan LS sudah ditetapkan. Kita tidak boleh lengah, karena ini rapat evaluasi terakhir tahun anggaran,” jelasnya.

Dewi R. Odja yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Alor ini lebih lanjut menegaskan bahwa penilaian kinerja keuangan pemerintah daerah tidak hanya dilihat dari sisi belanja, namun juga dari kemampuan dalam mencapai target pendapatan.
“Kinerja keuangan pemerintah daerah diukur bukan hanya dari realisasi belanja, tetapi juga dari capaian pendapatan. Tahun lalu PAD kita hanya sekitar 85 persen, dan hingga 31 Oktober tahun ini baru mencapai 67 persen dari target Rp75 miliar. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa meskipun terdapat penurunan dana transfer dari pusat untuk Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Alor harus tetap memperkuat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperbaiki tata kelola keuangan.
“Kita semua bertanggung jawab meningkatkan penerimaan daerah, agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,”pungkas Dewi. (ap/linuskia/prokomp_setdaalor)