alorpos.com – WILAYAH Kabupaten Alor yang berbatasan laut langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste, dan merupakan salah satu pulau terluar tentunya menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah pusat, khususnua di sector pertahanan negara.
Buktinya, Tim dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) menggelar rapat bersama Pemerintah Kabupaten Alor, untuk megevaluasi terhadap sejumlah fasilitas umum yang telah dibangun melalui dukungan TNI Angkatan Darat (TNI AD), sekaligus membahas sejumlah kebutuhan infrastruktur yang masih diperlukan masyarakat.
Pantauan wartawan, rapat ini berlangsung di aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Alor, Rabu (26/8/2026). Sekda Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si., dalam rapat itu mengatakan bahwa dukungan TNI AD selama ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat Alor. Ia mengungkapkan, sejumlah fasilitas umum yang telah dibangun melalui dukungan TNI AD antara lain 20 unit sumur bor dan delapan jembatan strategis. Dukungan juga diberikan terhadap pembangunan jalan, perumahan serta fasilitas publik lainnya.
“Karena itu, atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan oleh TNI kepada kami dengan sejumlah fasilitas umum yang diberikan kepada pemerintah daerah. Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal dan kondisi geografis Kabupaten Alor sebagai daerah kepulauan,”urai Melki.

Lebih lanjut mantan Asisten III Setda Alor ini menjelaskan, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan yang terus disampaikan masyarakat melalui berbagai forum perencanaan pembangunan. Melki menyebut jalan, jembatan, air bersih dan air minum, hampir setiap tahun muncul dalam usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Menurutnya, Alor merupakan kabupaten yang wilayahnya berpulau-pulau sehingga Pemkab Alor mengalami kesulitan dalam pembangunan, terutama pembangunan fisik, terutama kebutuhan masyarakat terhadap jalan, jembatan dan air minum masih sangat besar.
Melki memaparkan, bahwa Kabupaten Alor terdiri atas 15 pulau, dengan sembilan pulau berpenghuni dan enam lainnya belum berpenghuni. Wilayah tersebut terbagi dalam 18 kecamatan dan 175 desa/kelurahan. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pembangunan. Sementara keterbatasan anggaran daerah membuat seluruh kebutuhan belum dapat dipenuhi secara bersamaan. Karena itu, Pemkab Alor berharap dukungan TNI AD dan sinergi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk membantu mempercepat pembangunan di daerah.
Selain melakukan evaluasi terhadap fasilitas yang telah dibangun, rapat bersama Tim Seskoad juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan baru. Usulan tersebut disampaikan oleh perangkat daerah terkait berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.
Evaluasi dilakukan untuk melihat manfaat fasilitas yang telah dibangun, kondisi fasilitas serta aspek pemeliharaan dan pemanfaatannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Melki berharap, dukungan TNI AD terhadap pembangunan di Kabupaten Alor tidak berhenti. Dalam rapat tersebut, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada pembangunan kawasan perbatasan. Maklum, Pemkab Alor selama ini memperjuangkan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah Maritaing, Kecamatan Alor Timur. Sekda Alor ini mengatakan bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat telah menyediakan sekitar 10 hektare lahan untuk mendukung rencana pembangunan PLBN Maritaing.

Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan memiliki arti strategis, baik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maupun memperkuat kehadiran negara. Ia menyadari pembangunan perbatasan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat. Karena itu, Pemkab Alor tetap menyampaikan kebutuhan tersebut dengan mempertimbangkan posisi strategis wilayah Alor sebagai daerah perbatasan.
Selain membahas infrastruktur, rangkaian kunjungan Tim Seskoad bersama Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ke Kabupaten Alor juga memberikan perhatian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kolonel Inf I Made Suharsana selaku Dosen/Koordinator Lapangan Tim Seskoad memberikan motivasi kepada kelompok tani agar tidak menyerah menghadapi keterbatasan dan terus meningkatkan produksi pertanian.
Ia mendorong kelompok tani memiliki target produksi yang jelas serta memperluas areal tanam secara bertahap. Menurutnya, harus ada target, tahun ini berapa hektare, tahun depan tambah lagi berapa hektare. I Made Suharsana menyebut kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Alor diperkirakan mencapai sekitar 24 ribu ton, sementara produksi yang tersedia sekitar 2 ribu ton. Menurutnya, selisih tersebut menunjukkan masih adanya peluang untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Untuk itu, dia mengajak agar masyarakat mulai usaha , dari yang kecil-kecil, lalu bergabung membentuk kelompok untuk memperluas usaha, maka akan menghasilkan sesuatu yang besar.
“Jangan menyerah dengan kondisi yang kita alami,”ujarnya, sembari mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian agar regenerasi petani dapat terus berjalan. Untuk diketahui, tim Seskoad yang berkunjung ke Kabupaten Alor sebanyak tujuh orang. Dari jumlah itu, empat personel Seskoad yakni; Kolonel Inf I Made Suharsana, Dosen/Koordinator Lapangan (Korlap); Kolonel Inf A.A.N. Krisna, Wadirdik/Evaluator. Mayor Cpm Arga Hogantoro, S.S.T.Han., S.I.P., M.Pa.C.S., Pasis; dan Kapten Inf Rio Justin Vilanto, S.T.Han., Pasis. Sedangkan tiga orang dari Universitas Jenderal Achmad Yani. Yakni Dr. apt. Barmi Hartesi, M.Farm.,, Harky Ristala, S.I.P., M.Si., dan Ryan Novia Khaeranny, M.S.Farm. (ap/linuskia)