Pasar Kadelang Ditempati Pedagang, Pesan Gubernur NTT Jadi Tantangan. Wakano: Bebas Kantong Plastik

author
5 minutes, 25 seconds Read

alorpos.com__PASAR Kadelang di Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dinilai Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai pasar dengan tipe bangunan termegah dan terindah di NTT itu, mulai ditempati para pedagang yang dinilai berhak. Sejak Senin (10/7/2023) lalu, Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Perdangan, menggelar penarikan nomor lotre bagi para pedagang sesuai klasifikasinya, untuk mendapatkan tempat jualan di Pasar Kadelang. Penarikan lotre tersebut melibatkan unsur Polres Alor, Kodim 1622 Alor, Polisi Pamong Praja, Kesbangpol dan Inspektorat Daerah setempat. Setelah itu, para pedagang Pasar Kadelang yang selama ini direlokasi sementara ke Pasar Inpres Lipa Kalabahi, secara bertahap mulai dikembalikan ke Pasar Kadelang, sejak Selasa (11/7/2023) hingga Sabtu (15/7/2023).
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Alor, Alyos Wakano,S.Sos., menjawab wartawan di sela-sela memantau penarikan lotre di aula Pasar Kadelang mengatakan, penarikan undian tersebut setelah dilakukan verifikasi secara ketat. Wakano menjelaskan bahwa proses penarikan undian itu untuk menentukan para pedagang dalam menempati kios-kios pernamaen yang terdiri dari 60 kios rolling door dan 20 kios tanpa pintu. Selain itu juga, lanjut Wakano, untuk 344 lapak meja dan tempat penjualan ikan permanan sebanyak 40 unit, sedangkan darurat sebanyak 22 buah.
“Kita mulai relokasi mulai besok (Selasa,11/7/2023) sampai hari Sabtu (15/7/2023) secara bertahap berdasarkan klaster-klaster. Pertama kita fokus di pedagang Sembako, Konfeksi dan Kelontongan. Yang sisanya akan kita sesuaikan, karena ada 27 jenis pelaku usaha yang ada di Kadelang,”tandas Wakano, sembari mengaskan bahwa yang kembali ke Kadelang adalah pedagang asli Kadelang saat direlokasi waktu lalu.

Kadis Perdagangan Kabupaten Alor, Aloys Wakano di Plaza Pasar Kadelang

Menurut Wakano, ada 753 pedagang tetapi ketika diverifikasi kembali oleh tim Irda, ada 735 pedagang. Wakano memastikan bahwa 735 pedagang itu, semuanya bisa tertampung di Pasar Kadelang yang belum lama ini diresmikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, didampingi Bupati Alor, Drs.Amon Djobo.
“Ada satu tempat plaza di Pasar Kadelang, dan kita mau kasih kepada para penjual tenunan dan makanan khas Alor. Tetapi ada beberapa pertimbangan pelaku usaha tenun ikat maupun penjual makanan khas Alor seperti jagung titi, kue rambut, kenari dan sebagainya, malah minta agar mereka sebagian bertahan di Pasar Lipa,”terang Wakano.
Lebih lanjut Wakano menekankan bahwa penarikan undian untuk mendapat tempat jualasan di Pasar Kadelang itu dilakukan secara profesional, obyektif dan transparan melibatkan aparat kemanan dan aparat hukum terkait sehingga tidak ada “permainan” uang dan sebagainya.
“Kita menghindari hal itu. Mereka (pedagang) tarik undian sendiri, jadai bisa dapat lapak permanen atau lapak meja tergantung kemujuran masing-masing. Bapak Bupati (Amon Djobo) dan almarhum (Wakil Bupati Imran Duru) sudah mempersiapkan dana yang luar biasa (Rp 25 Milyar) untuk membangun pasar ini, sehingga kita harus manfaatkan dan rawat secara baik,”kata Wakano.

Penarikan undian oleh para pedagang untuk mendapat tempat jualan di Pasar Kadelang.

Ditanya mengenai penataan bagi para penjual ikan di trotoar jalan raya yang selalu dikejar aparat Polisi Pamong Praja, Wakano menegaskan bahwa para penjual ikan itu bisa ditempatkan ke Pasar Lipa Kalabahi. Mantan Camat Pulau Pura ini menyebutan bahwa jumlah pedagang di Pasar Lipa itu hanya 200 lebih orang, sehingga setelah para pedagang Kadelang dikembalikan ke Kadelang, maka tentu ada banyak ruang kosong di Pasar Lipa. Karena itu, ujar Wakano, lapak-lapak di Pasar Lipa yang dibangun pemerintah pada Tahun 2021 itu akan difungsikan.
Nanti penjual ikan di Pasar Lipa yang ada di bagian depan itu akan kita tata ulang agar mereka memanfaatkan lapak-lapak di sayap kiri dan saya kanan bangunan utama Pasar Lipa. Dengan demikian yang di bagian depan akan kita tata bagi para pedagang yang selama ini menggunakan pagar-pagar di Pasar Lipa, maupun para penjual ikan yang ada di trotoar jalan. Jadi bagian depan Pasar Lipa itu akan kita bersihkan, termasuk pembatas jalan yang ada, agar jalan yang ada di tengah kota itu lebih luas, karena selama ini menimbulkan kemacetan lalu lintas,”tegas Wakano.

Gubernur NTT, Viktor B.Laiskodat didampingi Bupati Alor, Amon Djobo saat memantau kondisi toilet di Pasar Kadelang

Terkait tantangan Gubernur NTT, Viktor B.Laiskodat agar Pasar Kadelang harus dikelola secara profesional karena bangunan yang megah dan punya pemandangan yang indah di tepi Teluk Muitara, sehingga pasar itupun menjadi obyek wisata, Wakano mengakuinya sebagai sebuah tantangan yang harus dilakukan. Catatan media ini, Gubernur Laiskodat dalam sambutannya saat meresmikan pasar tersebut menegaskan bahwa Pasar Kadelang harus menjadi pasar model di NTT karena bangunannya yang megah, punya pemandangan yang indah di tepian teluk yang panjang, sejauh mata memandang.
“Sebaiknya pasar ini diserahkan kepada pihak swasta yang kelola sehingga lebih profesional. Tidak boleh ada yang buang sampah, terutama sampah plastik sembarang tempat karena nanti laut yang indah ini jadi kotor dan rusak. Para pedagang harus menjaga kebersihan, yang tidak bisa jaga kebersihan harus tegas, keluarkan dari sini. Pengelola pasar juga harus tegas, jangan pasang orang yang loyo-loyo di sini,”begitu antara lain pesan Gubernur Lasikodat yang sempat memeriksa seluruh ruang, termasuk WC/Toilet di Pasar Kadelang. Bupati Alor, Amon Djobo, juga punya pendapat senada dengan Gubernur Laiskodat.
Karena itu Alyos Wakano berjanji akan mengingatkan semua pedagang dan pengguna pasar tersebut agar selalu menjaga kebersihan semua sarana yang ada.
“Setelah kita tata para pedagang satu per satu, akan kita sampaikan himbauan secara terus menerus. Bapak Asisten II (Asisten II Setda Alor, Dominggus Asadama) atas nama bapak Bupati Alor sudah menyampaikan agar pasar Kadelang ini bebas plastik. Jadi kita himbau semua masyarakat yang berbelanja ke Pasar Kadelang agar sudah membawa tas sendiri dari rumah, karena tidak ada kantong plastik yang digunakan oleh para pedagang lalu buang-buang dan berserakan. Yang makan siri pinang juga tidak boleh buang sembarang tempat. Akan kita himbau kepada pedagang dan pengunjung pasar,”tandas Wakano.

Gedung Pasar Kadelang dan berbagai sarana pendukung bernilai Rp 25 Milyar

Soal pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta, Wakano mengatakan bahwa belum bisa dilakukan sehingga masih dikelola oleh Dinas Perdangan Kabupaten Alor. Untuk pengamanan pasar, Wakano memastikan bahwa sudah ada security (satpam) yang ditempatkan setelah pasar mulai beroperasi. Pihaknya juga akan terus menata lingkungan pasar tersebut agar telihat asri dan sejuk dengan menanam pohon-pohon dan bunga.
“Ini pasar moderen, pasar percontohan sehingga kita usahakan agar para pengunjung benar-benar menikmati suasana pasar, berbelanja sambil berwisata,”kata Wakano.
Untuk parkiran, lanjut Wakano, setelah pasar beroperasi maka akan daktifkan pula jasa parkiran melalui retribusi parkir online, serta retribusi pasar secara olnline atas kerja sama dengan pihak Bank NTT Cabang Kalabahi.
“Nanti pihak Bank NTT akan melakukan cross check ulang para pedagang, termasuk dengan areal parkir karena tahun ini ada pembangunan terminal di bagian timur Pasar Kadelang. Untuk sementara, nanti teman-teman di Dinas Perhubungan yang akan mengatur retribusi parkiran,”pungkas Wakano. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *