alorpos.com – LANGIT Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumad (23/1/2026) cukup cerah, jika dibandingkan hari-hari sebelumnya yang selalu mendung, disusul hujan lebat menerpa bumi seribu moko. Suasana Kantor Bupati Alor di kawasan Batunirwala pagi itu nampak lebih ramai, karena sekitar Pukul 9.00 Wita ada pelantikan Kepala Desa Marisa (antar waktu), Kecamatan Pantar Barat Laut di Aula Tara Miti Tomi Nuku oleh Wakil Bupati Alor, Rocky WInaryo,S.H.,M.H.
Namun hari itu ada agenda lain yang sedang dinantikan, yakni kunjungan silahturahmi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Alor dengan Bupati Alor, Iskandar Lakamau,S.H.,M.Si. Benar saja. Sekitar Pukul 10.05 WIta, nampak Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar, Wakil Ketua Yermias Karbeka,S.H., dan Usman Plaikari, Ketua Komisi I Sulaiman Singhs,SH., Ketua Komisi II Abdul Gani Rapit Djou,S,Sos., Ketua Komosi III, Ernes The Frinto Mokoni,S.Sos., serta sejumlah anggota seperti Deni Padabang,A.Md.T., Marjuki Kalake, Jhoni Tulimau,S.E.,M.Si., Gunawan Bala, Radjab Leki,S.E., Yohanis Atamai,S.Sos., Gabriel Malihing, dan Kairul Ahmad, didampingi Sekretaris DPRD Kabupaten Alor, Terince M.Mabilehi,S.H., tiba di Kantor Bupati Alor.
Mereka kemudian menuju ruang kerja bupati di Lantai II. Wakil Bupati Alor, Rocky Wwinaryo yang baru saja melantik Kepala Desa Marisa juga bergabung. Mereka disambut hangat oleh Bupati Alor, Iskandar Lakamau yang saat itu didampingi putri sulungnya, Jean Lakamau. Senyum sumringah terpancar dari para pemimpin Nusa Kenari itu, tak ada ketegangan sebagaimana sering terlihat di ruang-ruang rapat DPRD. Suasana begitu adem, sesejuk cuaca kantor bupati yang dibangun pada era Bupati Ansgerius Takalapeta itu, dikeililingi rerimbun pepohonan yang ditanam sejak masa bupati Simeon Th.Pally dan Amon Djobo mulai rindang.

Pejabat Sekda Kabupaten Alor, Obeth Bolang,S.Sos.M.A.P memandu jalannya pertemuan informal tersebut. Nuansa kekeluargaan kian terasa karena pertemuan para petinggi daerah itu sambil menikmati suguhan kopi Alor, jagung muda dan ubi rebus. Obeth Bolang kemudian mempersilahkan Ketua DPRD, Paulus Brikmar untuk memulai pembicaraan terkait maksud kehadiran mereka.
Sejurus kemudian, Paulus Brikmar yang akrab disapa Buche ini mengemukakan bahwa kehadiran mereka untuk bersilahturahmi dengan Bupati Alor, Iskandar Lakamau di ruang kerjanya itu, sebagai tindak lanjut dari Rapat Kerja DPRD dengan Pemerintah Kabupaten Alor yang diwakili Pj.Sekda Alor, Obeth Bolang dua hari sebelumnya.
“Dalam rapat kerja kemarin, kami semua sepakati untuk berilaturahmi ke ruang kerja bupati Alor. Selama ini mungkin hanya satu dua orang (anggota dewan) yang berkesempatan bertemu bapak. Oleh karena itu, terlepas dari jabatan, kita semua ini adalah kaka adik bersaudara. Kami datang ingin menepis semua isu yang berkembang di luar,”ungkap Buche.
Lebih lanjut Buche menegaskan bahwa pimpinan dan seluruh anggota DPRD selama ini menjalankan tugas dan fungsi sesuai konstitusi, tidak ada tendensi apapun dalam pemerintahan ini. Oleh sebab itu, ujar Ketua DPC PKB Alor ini, seluruh 30 anggota DPRD Alor telah bersepakat mengusulkan, kalau bupati Iskandar Lakamau ingin melakukan rawat jalan lagi, maka bisa dibicarakan dengan dewan.

“Jangan sampai pak bupati mau berangkat juga perasaan, jangan sampai saya jalan, lalu teman-teman DPRD soroti. Bapak sebagai pengendali pemerintahan ini, sehingga kami datang untuk memberikan support, memberikan semangat, bahwa demi rakyat dan daerah ini, mari kita bersama untuk melayani rakyat,”demikian Buche.
Setelah itu, Obeth Bolang memberikan kesempatan kepada Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo untuk berbicara menyambut maksud kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Alor dimaksud. Tanpa membuang waktu, Wabup Rocky Winaryo yang saat itu duduk berdampingan dengan Bupati Alor, Iskandar Lakamau menyampaikan terima kasih atas kunjung pimpinan dan Anggota DPRD Alor.
Selanjutnya mantan Ketua DPC Partai Perindo Kabupaten Alor ini sedikit mengisahkan kembali bagaimana suka dukanya pasangan Is The Rock (Iskandar Lakamau-Rocky Winaryo) maju dalam Pilkada serentak Tahun 2024, kemudian terpilih, dilantik dan menjalankan tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Alor yang hampir genap setahun ini. Rocky ingin mengingatkan bahwa pasangan ini punya slogan “Kita Bikin Romantis” sehingga tak ingin terpecahbela, terjerumus dalam dinamika yang ada.
Dari gerak tubuh dan raut wajahnya ketika berbicara, Rocky terlihat tulus mengungkapkan isi hati terdalamnya di hadapan Bupati Alor serta pimpinan dan Anggota DPRD Alor. Bahkan Wabup Rocky sempat memanggil perwakilan keluarga Is The Rock, advokat Benyamin Alokafani,S.H., agar tetap berada di ruang kerja Bupati Alor, sehingga bisa mendengar langsung apa yang dia sampaikan dari relung hatinya.

“Mungkin pada momentum ini saya agak sentimental, karena saya tidak punya kesempatan untuk berbicara pada moment seperti ini. Terima kasih kepada teman-teman pimpinan dan anggota DPRD yang selalu mensuport sejak pak bupati sakit hingga saat ini. Saat konsultasi soal anggaran, semua mendukung. Ini keluarga harus tahu juga, karena semua mendukung, termasuk membantu saya dalam (menjalankan) pemerintahan,”ungkap Rocky dalam momentum yang dihadiri pula Jean Lakamau yang selalu mendampingi ayahnya sejak pelantikan.
Lebih lanjut Wabup Rocky seperti curhat, karena merasa bahwa selama ini sejak bupati Iskandar Lakamau sakit, ia mengaku difitnah habis-habisan, bahkan dinilai sebagai penyebab sakitnya bupati.
“Saya dituduh, saya difitnah, padahal saya benar-benar waktu itu sangat care (peduli) dan mengusahakan agar pak bupati harus (berobat) ke Jakarta. Tetapi ini hanya sedikit klarifikasi biar saya juga puas, karena saya dituduh kiri kanan, sampai kudeta. Tidak ada niat saya, pikiran saya untuk berbuat seperti itu,”tegas Rocky sembari menilai begitu kejam fitnahan, bahkan ia merasa sampai detik inipun mungkin fitnahan itu masih ada.
Namun Rocky mengaku dengan jujur sudah menceritakan hal ini dengan Bupati Iskandar Lakamau, dan begitu mendengarnya, orang nomor satu Nusa Kenari itu menangis karena yakin wakilnya tak akan berkianat seperti yang dituduhkan orang.

“Beliau (bupati Iskandar Lakamau) justru merasa kecewa dengan orang yang memfitnah saya. Karena pa bupati tahu seperti apa saya dengan pak bupati, sehingga dia menangis. Tidak benar apa yang dituduhkan orang-orang, kudeta dan lain-lain, semuanya itu omong kosong yang dibuat oleh orang tak bertanggungjawab,”tandas Rocky yang berdiri di samping Bupati Alor.
Nampak bupati Lakamau mengangguk-angguk kepala mengamini apa yang diungkapkan wakilnya itu. Mantan Anggota DPRD Propinsi NTT ini mengaku telah berusaha bekerja sebaik mungkin bersama semua pimpinan perangkat daerah untuk mendukung Bupati Alor. Pertemuan silahturahmai pimpinan dan anggota DPRD Alor ini, kata Rocky, dia telah bicarakan bersama bupati Lakamau bahwa sebagai bukti tidak ada persoalan sebagaimana yang dikhawatirkan orang.
Wabup Rocky Winaryo mendukung apa yang dikemukakan pimpinan dan anggota dewan agar bupati Iskandar Lakamau bisa menjalani lagi perawatan lanjutan untuk mempercepat pemulihan.
“TIDAK PERLU CURIGAI KAMI”

Selanjutnya, Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar mempersilahkan Ketua Komisi I, II dan III untuk menyampaikan pandangannya secara bergilir. Dimulai dari Ketua Komisi I, Sulaiman Singhs,S.H. Kesempatan itu, politisi senior Partai Golkar Alor yang sudah periode keempat menjadi anggota DPRD Alor ini menyampaikan isi hatinya yang menyejukkan semua yang mendengar.
Sulaiman Singhs mengemukakan bahwa Komisi I DPRD membidangi masalah pemerintahan sehingga dia mengaku selama ini lebih aktif untuk berhubungan dengan pemerintah daerah, agar pemerintah bisa menjalankan fungsi dan tugasnya secara baik.
“Saya terus terang saja, tidak biasa untuk menonjolkan diri. Saya selalu memberikan dukungan atau support dari belakang. Saya tidak pernah menampakkan dukungan saya itu di depan. Karena saya lebih mengedepankan fungsi dan tugas saya. Kelancaran daripada situasional yang ada, sediki banyak, kita cukup membantu. Sejak awal (awal sakitnya bupati), baik dukungan pembiayaan, fasilitas dan lain-lain itu selalu didukung DPRD, agar bupati segera mendapat pelayanan yang baik hingga pemulihan,”beber Singhs.
Dalam proses itu, Singhs mengaku selalu mengingatkan agar berjalan dalam rel yang benar. Ia menganggap Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo itu sebagai adiknya dalam rumah.

Jumad (23/1/2026)
“Apalagi pak bupati. Jadi saya mau, lebih baik saya berbuat daripada saya bicara. Pak bupati jangan berpikiran terlalu panjang sekarang, tetapi fokus pada pemulihan saja. Kita memberikan dukungan penuh.Apalagi pemerintah sudah membentuk Tim Percepatan Perawatan (pemulihan), kalau bisa fasilitasi itu untuk digunakan dengan baik. Lanjutkan saja perawatan itu sebaik mungkin,”saran Singhs.
Mantan Ketua DPD II Golkar Alor ini mengaku pernah bersama Wakil Bupati Rocky Winaryo sempat bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) RI, justru mereka dimarahi sang Menkes karena menurut Menkes, tempat yang paling bagus untuk perawatan pejabat negara, adalah Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan agar mendapat perhatian yang serius.
“Sebagai keluarga, saya harapkan agar fasilitasi untuk percepatan pemulihan kesehatan adalah hal yang baik, agar secepatnya bisa pulih, dan kembali melaksanakan tugas dengan baik. Kita harapkan secepat mungkin sehat,”himbau Singhs.
Mengenai curhat Wabup Rocky Winaryo, ia berpendapat bahwa bukan Wabup saja yang kena fitnahan, tetapi semua anggota dewan juga kena. Padahal, jelas Singhs, itu hal-hal yang sifatnya aturan yang harus dilalui. Menurutnya, niat baik juga harus dilakukan dengan rule sesuai atau aturannya, karena terakhir yang diminta adalah pertanggungjawaban.

Jumad (23/1/2026)
“Kami datang ke sini (ke ruang kerja Bupati Alor), kita buktikan juga bahwa inilah niat baik kita untuk sama-sama memberikan dukungan, supaya pak bupati juga bisa menggunakan fasilitas yang ada, untuk melanjutkan perawatannya yang lebih bagus supaya cepat pulih, tidak ada (tujuan) yang lain,”tandas Singhs.
Menariknya, Singhs juga sempat mengemukakan pengalamannya bagaimana ia sebagai bagian dari proses awal Iskandar Lakamau-Rocky Winaryo hingga menjadi Bupati dan Wakil Bupati Alor. Ia mengaku selalu ikuti sejak awal, sehingga tahu benar bagaimana susah senangnya perjuangan.
“Tetapi karena ini saya bagian dari keluarga, maka saya tidak mau mengungkapkannya lebih lanjut. Kalau kita sudah berbuat baik, biarlah perbuatan baik kita itu dinilai oleh Tuhan, jangan kita yang omong. Kalau kita omong, perbuatan baik kita hilang. Sebelah saya ini, saudara saya JT ini (Jhoni Tulimau,S.E.,M.Si), kita dua yang kerja keras sehingga tidak perlu curigai kami. Kami dengan tulus, karena kami menghendaki agar berdua ini (Iskandar Lakamau-Rocky Winaryo), bisa sampai akhir menjabat (sebagai Bupati dan Wakil Bupati Alor Periode 2025-2030). Jadi jangan berspekulasi yang aneh-aneh. Kami juga yang memulai, kami juga yang memberikan dukungan, kami juga yang akan melindungi dan memberikan dukungan selanjutnya,”pungkas Singhs, disambut aplaus hadirin.
JEAN LAKAMAU AGAR SARING INFORMASI DARI SIAPAPUN

Ketua Komisi II DPRD Alor, Abdul Gani Rapit Djou,S.Sos berpendapat bahwa di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi sekarang ini, maka tanggungjawab terhadap daerah ini tidak saja di pundak Bupati dan Wakil Bupati Alor, tetapi juga pundak 30 Anggota DPRD Alor, karena mereka juga mendapat kepercayaan langsung dari masyarakat.
“Kita diajarkan dulu, bahwa hitam putihnya dunia itu ditentukan oleh segelintir manusia yang berpredikat sebagai pemimpin. Dalam konteks pemerintahan daerah, maka pak bupati dan wakil bupati, serta kami 30 orang anggota DPRD yang juga mendapat mandat dari rakyat, sehingga menjadi tanggungjawab kita bersama,”kata Lagani.
Ia mengemukakan bahwa berbagai kebijakan nasional dengan efisiensi anggaran yang berimplikasi pada kinerja pemerintahan daerah yang perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian. Hal ini menurutnya sangat membutuhkan kesiapsiagaan semua pihak. Gani bersyukur bahwa bupati Iskandar Lakamau sudah berangsur pulih. Moment silahturahmi dengan bupati, lanjut Lagani, juga agar anggota dewan tidak hanya menangkap informasi yang beredar di jaman digital sekarang ini.

“Banyak isu-isu miring dapat dengar dan membuat kami prihatin, kemudian menimbulkan berbagai tafsiran. Sehingga dengan pertemuan hari ini (di ruang kerja Bupati Alor) membuat kita lebih dekat secara batin. Pada moment ini, saya juga berpesan kepada adik Jean (Jean Lakamau), situasi bapak seperti ini, kemudian ada isu-isu yang berkembang jangan sampai ke bapak. Tanggungjawab ini juga ada di adik, sehingga perlu disaring. Ini yang penting, siapapun dia kalau datang bawah isu-isu miring, kemudian berpotensi menimbulkan benturan harus dijaga, karena pemerintahan ini ada aturannya, ada koridornya,”saran politisi PPP ini.
Lagani Djou yakin, bahwa Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo yang duduk bersandingan saat pertemuan berlangsung itu bukan sebuah kebetulan, tetapi semua dalam rencana Tuhan. Kesempatan itu, Lagani juga mengangkat persoalan seleksi Calon Sekda Kabupaten Alor yang sedang berlangsung saat ini.
“Sekda ini bukan jabatan politik, tetapi sangat menentukan jalannya pemerintahan ini. Kalau pak bupati sementara dalam proses pemulihan, pa wakil bupati diberikan tanggungjawab untuk mengendalikan roda pemerintahan, maka teknisnya ada di Sekda. Sehingga Sekda ini jangan terkontaminasi dengan kepentingan yang terlalu subyektif, atau kelompok, tetapi semata-mata secara professional agar pemerintahan berjalan dengan baik. Ini harapan saya sebagai salah satu unsur pimpinan Alat Kelengkapan DPRD,”ujar Lagani.
TERKAIT KONSULTASI DENGAN KEMENDAGRI

Ketua Komisi III DPRD Alor, Ernes The Frinto Mokoni,S.Sos mengaku sependapat dengan apa yang dikemukakan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo bahwa kita harus menyatukan pemahaman terlebih dahulu. Menurutnya, beberapa bulan terakhir ini, selalu ada dinamika diluar, seolah-olah ada miskomunikasi dan renggang hubungan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Alor.
“Seolah-olah DPRD Alor sedang mencari-cari kesalahan pemerintah. Sesungguhnya ini tidak benar, karena kami hanya melaksanakan salah satu fungsi DPRD, yaitu fungsi pengawasan. Makanya kemarin saat kita Rapat Gabungan Komisi, saya sampaikan kepada pa Pj.Sekda, bahwa bicara soal DPRD, maka kami ini pendukung pemerintah. Ketika pa bupati sakit, kami DPRD juga yang menyetujui biaya perawatan. Ketika pa bupati masih sakit, kami bersama pak wakil bupati menyepakati APBD. Itu artinya kami mendukung jalannya roda pemerintahan ini,”tegas Ernes.
Dalam perjalannya, sambung Ernes, ketika anggota DPRD pergi berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri, lalu ada yang membangun isu seolah-olah ada upaya yang tidak baik, padahal sebenarnya tidak demikian. Politisi PKB ini menekankan bahwa Anggota DPRD bekerja sesuai regulasi, sehingga segala hal yang ditempuh harus sesuai aturan. Karena itu, Ernes menerangkan bahwa tujuan mereka ke Kemendagri untuk berkonsultasi, mendalami aturan, agar ketika kembali dapat mengambil keputusan sesuai aturan, sekaligus menjaga hubungan kedua lembaga yang ada.

Hal itulah telah disepakati melalui Rapat Gabungan Komisi dengan Pj.Sekda Alor mewakili Pemda Alor, dan berlanjut dengan silahturahmi kepada Bupati Alor. Ia juga bersukur karena telah dibentuk Tim Percepatan Pemulihan Kesehatan Bupati Alor, maka akan dibicarakan bersama dengan DPRD.
“Kita semua menginginkan agar di masa kepemimpinan bapak berdua ini, roda pemerintahan tetap berjalan secara baik. Masih banyak kebutuhan rakyat yang harus kita bangun secara baik,”harap Ernes.
Lebih jauh, Ernes berbicara soal pelantikan pejabat Eselon II, III lingkup Pemkab Alor, memang urusan Bupati dan Wakil Bupati Alor, tetapi sebagai Anggota DPRD, ia menyoroti banyaknya pejabat yang masih berstaus Plt atau pelaksana tugas yang kewenangannya terbatas. Karena itu dia berharap agar dalam waktu dekat, harus ada proses pelantikan, karena ada ketentuan dari Kemendagri, jika terlambat melakukan proses pelantikan dan lain-lain maka bisa dapat sanksi administrative.
Pada intinya, lanjut Ernes, DPRD terus mendukung pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo.
WABUP-BUPATI DAN DPRD HARUS SALING TERBUKA
.

Pimpinan DPRD Alor, Jumad (23/1/2026)
Sebelum mengakhiri pertemuan ini, Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar mengingatkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, bahwa pemerintahan daerah itu Bupati, Wakil Bupati dan DPRD. Oleh sebab itu, kalau kita melakukan sesuatu hal, saling terbuka diantara kita. Jadi, sambung Buche, jangan sampai apa yang dilakukan bupati, wakil bupati tidak tahu, atau sebaliknya, apa yang dilakukan wakil bupati, bupati tidak tahu, dan kami di DPRD lebih tidak tahu.
“Oleh sebab itu, pengendali pemerintahan ini ada pada bapak berdua. Jangan sampai yang diluar itu yang mengendalikan jalannya pemerintahan ini, kemudian menimbulkan miskomunikasi antara kita semua,”ujar Brikmar di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Alor.
Ia menekankan lagi, bahwa kedatangan pimpinan dan anggota dewan menemui Bupati Alor di ruang kerjanya itu, mau menunjukkan pada seluruh masyarakat Kabupaten Alor, bahwa seluruh interpretasi, seluruh isu yang berkembang selama ini sejak bupati jatuh sakit hingga saat ini masih dalam proses pemulihan.
“Kami datang untuk memberikan dukungan penuh, semata-mata demi kepentingan rakyat dan daerah ini,”pungkas Buche Brikmar.
TERIMA KASIH dan Air Mata Haru

Mendengar semacam curhatan Wabup Rocky Winaryo dan masukan Ketua DPRD serta para Ketua Komisi DPRD, rupanya disimak dengan baik oleh Bupati Alor, Iskandar Lakamau. Ia nampak fokus memandang ke arah setiap pembicara dengan mimik serius, kadang menangguk, kadang matanya berkaca-kaca karena terharu.
Di ujung pertemuan, orang nomor satu bumi seribu moko ini minta untuk berbicara sejenak. Maka bupati Iskandar Lakamau diberi kesempatan untuk menyampaikan isi hatinya. Dengan suara yang jelas, mantan Camat Alor Tengah Utara ini menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan pimpinan dan anggota DPRD Alor.
Namun karena ia benar-benar merasa haru dan tak kuasa membendung kesedihan, sehingga suaranya terbata-bata. Tetapi semua anggota dewan yang hadir kompak memberi dukungan dalam nuansa persaudaraan, seakan mematahkan semua isu miring yang berseliweran selama ini. Pertemuan “bersejarah” itu diakhiri, tetapi pancaran semangat terus berlanjut dalam kebersamaan, untuk membangun Nusa Kenari. (ap/linuskia)