Kobus Maure, Gawangi Santelda Alor Sejak CPNS Hingga Pensiun

author
4 minutes, 7 seconds Read

DINAS Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Alor yang saat ini dipimpin Ridwan Iho,S.Sos., menggelar sebuah acara untuk melepas pergikan salah satu staf yang dianggap sebagai panutan dalam pengabdian sebagai PNS selama ini. Staf tersebut yakni Kepala Seksi Operasional Pengamanan Persandian pada Dinas Kominfo, Yakobus Maure. Sebagaimana pantauan alorpos.com, acara perpisahan pada Senin (30/1/2023) yang berlangsung di Kantor Dinas Kominfo itu, dihadiri cukup banyak pejabat Eselon II Setda Kabupaten Alor.
Asisten III Setda Kabupaten Alor, Melkisedek Beli,S.Sos.,M.Si., memimpin upacara perpisahan dengan Yakobus Maure tersebut. Nampak hadir Staf Ahli Bupati Alor Bidang Hukum dan Polkam, Ramlan, Kepala Dinas Perhubungan, Ir.Joseph Malaikosa, Kepala Dinas Perindustrian, Rasyid Miran,SP.,MM., Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Marwiyah Djakra,S.Sos., Inspektur Inspektorat Daerah, Romelus Djobo,SE., Kepala Bagian Pembangunan, Simon Atalo,S.Sos., Kepala Bagian Kesejahteraa Rakyat, Yunindiawati Laba,S.Si., Kepala Dinas Kominfo, Ridwan Iho bersama Ketua TP.PKK dan keluarga besar Dinas Kominfo Kabupaten Alor.
Asisten III Setda Kabupaten Alor, Melkisedek Beli,S.Sos.,M.Si dalam sambutannya menilai dedikasi dan loyalitas Yakobus Maure luar biasa. Hadirnya sejumlah pejabat Eselon II lingkup Pemkab Alor dalam acara ini menurut Melki, sebagai bentuk penghargaan, penghormatan kepada Yakobus Maure dalam melaksanakan tugas selama ini.

Staf Ahli Bupati Alor, Ramlan, didampingi Kadis Kominfo Kabupaten Alor, Ridwan Iho, menyematkan cincin emas kepada Yakobus Maure sebagai tanda penghargaan dari Pemkab Alor

“Tidak semua orang bisa mengabdi sampai pada batas usia pensiun. Ada yang kerja satu dua tahun kemudian Tuhan panggil lebih dahulu, ada yang terkait persoalan tertentu sehingga tidak bisa sampai pensiun. Dan luar biasanya adalah, menduduki jabatan itu selama 29 tahun sampai pensiun. Bukan kita yang baru kerja dua tiga tahun, mulai pergi “pata leher” di bapak bupati bahwa terlalu lama. Hari ini kita melihat sebuah pengalaman karya yang luar biasa dari seorang ASN, bapak Yakobus Maure, dalam pengabdiannya sejak diangkat menjadi CPNS, PNS bahkan sampai pensiun tetap menicntai pekerjaannya,”tandas Melki.
Melki berpendapat bahwa orang yang mencintai pekerjaan itu yang bisa bekerja begini lama di satu tempat. Menurut Melki, orang yang duduk di Santelda ini memang harus orangnya.
“Santelda inikan harus orang yang belajar khusus tentang itu, untuk melihat bagaimana berita masuk, kemudian dia ekspose dan merumuskan kembali, bukanlah hal yang mudah. Kami yang Eselon II kalau ditempatkan di Santelda juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kita tidak punya pengalaman. Tetapi seorang Kobus (Yakobus Maure) sudah mengabdkan diri luar biasa, mengabdikan diri bagi daerah ini. Oleh karena itu, hari ini kami hadir, atas nama pemerintah daerah untuk menyampaikan terima kasih kepada om Yakobus Maure bersama istri yang telah bekerja luar biasa selama kurang lebih 29 tahun,”ujar mantan Sekretaris Bappelitbang Kabupaten Alor ini.
Pemerintah, lanjut Melki, tidak bisa memberikan banyak hal karena tidak bisa dibandingkan dengan karya-karya besar yang sudah Yakobus Maure lakukan, walaupun hanya Eselon IV. Bagi Melki, dedikasi, loyalitas, kinerja yang selama ini walaupun orang lihat biasa-biasa saja, tetapi orang yang mengerti tentang sandi-sandi daerah, tentu bukan hal yang mudah. Dan om Kobus, demikan Melki, sudah menjalani itu selama puluhan tahun.

Melkisedek Beli,S.Sos.,M.Si (tengah) sedang menyampaikan sambutan

“Kepada teman-teman di Kominfo, ini menjadi suatu bahan pembelajaran, bagaimana seseorang mencintai pekerjaannya. Saya baru tadi dengar bahwa sejak diangkat sebagai CPNS dan hanya terus bekerja di satu tempat sampai pensiun. Ini memang bukan sesuatu yang mudah. Santelda ini apa yang ada. Hanya duduk di ruang kecil saja, dan bekerja untuk menerima dan mengirim berita setiap hari, tetapi seorang Yakobus Maure bisa duduk di satu ruangan kecil itu puluhan tahun sampai pensiun itu bukan hal yang mudah,”tegas Melki.
Menurut Melki, tidak mudah mendapati orang dengan kinerja model seperti ini. Pengabdiannya yang tulus. Waktu lalu, sambung Melki, kan belum ada HP (handphone) sehingga berita-berita dan informasi dari kecamatan harus lewat Santelda. Kalau pak Kobus tidak ada, kata Melki, siapa yang tahu tentang semua informasi dari kecamatan. Ia menilai Yakobus telah membuat sejarah-sejarah sederhana bagi daerah ini.
“Karena itu, penghargaan, penghormatan dari pemerintah daerah kepada om Kobus, hari ini saya sampaikan dengan kehadiran para pejabat Eselon II untuk menyatakan terima kasih,”ujar Melki.
Dengan pensiunnya Yakobus Maure, maka Melki Beli menyarankan agar Kadis Kominfo dapat mengusulkan kepada Pemda melalui Bupati Alor, agar ada pelatihan tertentu bagi orang-orang tertentu yang harus duduk di Santelda.

Yakobus Maure dan istri Yohana Bia mengapit Asisten III Setda Alor, Melki Beli,S.Sos.,M.Si

Yakobus Maure kepada media ini mengatakan bahwa dia menjalankan tugas sebagai PNS selama 29 tahun 11 bulan. Ayah lima anak buah kasihnya dengan istri Yohana Bia ini pensiun dengan pangkat/golongan penghargaan IVA. Alumni SMA Katolik St.Yoseph Kalabahi Tahun 1987 ini diterima sebagai CPNSD Tahun 1993 setelah kembali dari merantau di Dili Timor Timur saat itu selama enam tahun. Kobus menyampaikan terima kasih atas kebersamaan selama ini, dan mohon maaf jika ada hal-hal yang tidak berkenan selama dia menjalankan tugas sebagai ASN di lingkup Pemkab Alor. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *