Kenapa Keterangan Saksi Kunci Pembunuhan Raja Morib  Rontok? Ini Jawaban Kasat Reskrim Polres Alor Kepada Keluarga Korban

author
3
5 minutes, 11 seconds Read

alorpos.com –  KELUARGA almarhum Raja P.Imanuel Morib (17), korban panah lari di Kampung Baru, Kelurahan Nusa Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara, mendatangi Mapolres Alor, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 10.15 Wita untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus yang merenggut nyawa anak/cucu mereka pada 5 Mei 2026 itu.

Pantauan media ini, setelah melapor maksud dan tujuan mereka di pos jaga, pihak keluarga korban yang dipimpin Pdt.Marince Matelda Morib,S.Th., dan Imang Oang, diterima Kasat Reskrim Polres Alor, AKP.Amru Ichsan di ruang kerjanya. Sejumlah perwakilan keluarga korban, antara lain Pdt.Marice M.Morib,S.Th., Imang Oang, Rolly Oang, Aty Morib, serta Ketua Pemuda Kampung Baru menyampaikan tujuan kehadiran mereka.

Saat itu, Imang Oang selaku opa dari korban Raja Morib mempertanyakan Kasat Reskrim Polres Alor, AKP.Amru Ichsan, sejauh mana upaya pihak Polres Alor memburu pelaku yang memanah Raja Morib hingga tewas itu.

AKP.Amru Ichsan kemudian menginformasikan bahwa pihaknya selalu bekerja setiap saat untuk mengumpulkan alat bukti untuk bisa mengungkap pelaku.

“Informasi sekecil apapun kami kembangkan, sehingga kemarin saya pimpin langsung anggota ke Kupang, dan mendapat salah satu saksi kuncinya. Kami berharap dia ada di Kalabahi saat kejadian. Tetapi setelah kami periksa saksi-saksi lain yang disebutkan, kemudian konfrontir atau pertemukan, ternyata yang bersangkutan, pada saat kejadian dia tidak ada di sini (Kalabahi). Akhirnya apa yang dia sampaikan itu, nilai pembuktiannya tidak dapat dipakai. Akhirnya kami harus kembali lagi untuk mencari keterangan-keterangan lain lagi. Karena saksi kita ini (yang dibawah dari Kupang) pada titik pembuktiannya gugur,”jelas Amru Ichsan.

“Kami harus buka lagi untuk mencari saksi-saksi tambahan baru lagi. Jadi bukan kami tidak kerja. Kami kerja sampai di Atambua untuk mencari orang ini. Karena awalnya (awal keteranganya) by phone (melalui telephone), akhirnya kami ke Kupang, mencari dia sampai di Atambua, kemudian kami bawah ke sini (Kalabahi) untuk dikonfrontir dengan orang-orang yang disebutkannya. Ternyata kejadiannya pada tanggal 4 Mei (4 Mei 2026), sedangkan yang bersangkutan sudah berada di Kupang pada 29 April 2026,”sambung Amru Ichsan.

Tetapi, lanjut dia, pihaknya tetap berusaha. Menurut Amru, pihaknya  juga mendapat beberapa titik CCTV, dan nanti diuji lagi.

“Hasil yang kami peroleh di CCTV ini, tidak terlalu jelas karena kecepatan sepeda motor para pelaku kencang sekali. Sehingga tidak dapat tangkap. Tetapi kami akan uji laboratorium dan ahli, agar bisa mendapatkan face atau wajah. Memang keketerangan para saksi itu bahwa ketika dua orang pelaku menggunakan penutup muka, tetapi sepeda motornya kita sudah tahu jenis sepeda motornya, ciri-cirinya sepeda motornya,”jelas Amru.  

Kalau saksi dari Kupang itu sinkron, maka Amru optimis ada titik terang. Tetapi ternyata, lanjut Amru, saksi tersebut ke Kupang pada tanggal 29 April 2026, sehingga saat peristiwa (Raja Morib kena panah di bagian belakang kepala) terjadi, dia berada di Kupang.

“Ceritanya agak mirip masuk, ternyata apa yang dia ceritakan mereka minum itu bukan di tanggal 4 Mei 2026, tetapi saat ada Ulang Tahun di tanggal 28 April. Padahal kami sangat yakin kemarin utuk bisa dapat pelakunya. Hanya sekarang ini kami harus memulai lagi. Kami juga tidak bisa memaksakan, atau orang yang ini kita paksakan untuk menjadi tersangka,”tegas Amru.

Jika dipaksakan, kata Amru, kemudian akhirnya lepas di pembuktian nanti . Alasannya, karena foto dan manifest orang ini berada di Kupang pada saat tanggal kejadian yang menimpa alm.Raja Morib. AKP.Amru Ichsan berharap agar keluarga korban bersabar. Menurutnya, Kapolres Alor, AKBP.Nur Azhari sudah membentuk lagi tim yang baru untuk mendukung Reskrim dalam mengungkap kasus ini.

Mendengar penjelasan Kasat Reskrim Polres Alor, Imang Oang menekankan bahwa pihak keluarga sangat mengharapkan pihak Polres Alor agar bisa mengungkapkan kasus ini agar ada titik terang siapa pelakunya. Imang berharap agar pihak Reskrim Polres Alor agar selalu mengupdate informasi terkait perkembangan penanganan kasus ini kepada keluarga korban, agar keluarga korban tidak menaruh curiga negative terhadap kinerja Polres Alor.

Permintaan senada dikemukan mama besar korban Raja Morib, Pdt. Marince M.Morib,S.Th.  Apapun perkembangan penanganan kasus ini, kata Pdt.Marince, kiranya  keluarga korban diberitahu, supaya mereka bisa sampaikan kepada keluarga besar atau kawan-kawan korban yang datang bertanya.

“Kawan-kawannya (kawan koro9ban Raja Morib) datang bertanya di kami keluarga. Kami sudah berusaha meredam mereka dengan informasi supaya mereka juga tenang. Kami berusaha untuk bikin tenang semua, jadi tolong. Saya kerja di Mainang (Alor Selatan), saat saya datang, saya tanya sudah dua minggu lebih ini polisi ada datang di rumah kasih informasi perkembangan penanganan kasus ini atau tidak. Katanya tidak, makanya kami datang untuk pertanyakan ini,”tegas Pdt.Marince.

Kekesalan juga disampaikan Aty Morib yang juga salah satu mama dari korban Raja Morib. Aty memohon agar aparat Polres Alor bisa mengungkap pelaku yang tegah merenggut nyawa keponakannya yang dia turut rawat sejak kecil.  

Menyikapi permintaan keluarga ini, AKP.Amru Ichsan menekankan bahwa pihaknya akan selalu bekerja maksimal. Dia mengingatkan bahwa dalam proses ini, pihaknya tidak asal bekerja untuk menyenangkan pihak keluarga dengan buru-buru menetapkan tersangka, tetapi kemudian saat disidangkan di pengadilan justru bebas karena tidak terbukti.

“Saat bebas (putusan pengadilan) itu mungkin saya juga sudah tidak tugas di sini lagi karena waktuya (proses sampai sidang) lama. Kalau itu terjadi, nanti keluarga bilang kita hanya kerja asal-asaln hanya kasih senang keluarga sesaat. Harapan kita, pelaku yang kita dapat itu harus benar untuk menjalani hukumannya. Kami juga butuh informasi dari keluarga,”pinta Amru.

Informasi sekecil apapun, demikian Amru,  tolong disampaikan agar pihaknya gunakan untuk mengembangkan penyelidikannya.  

“Tetapi saya sudah sampaikan kepada keluarga, bahwa dalam dua bulan kalau saya tidak mampu mengungkap kasus ini, maka saya mundur dari jabatan. Saya orangnya fair, mungkin ada orang yang lebih mampu dari saya, kalau saya tidak bisa mengungkap kasus ini. Tetapi saya berusaha untuk bisa mengungkap kasus ini,”tegas AKP.Amru Ikhsan.

Sekadar mengingatkan, alm.Raja P.Imanuel Morib (17) merupakan korban panah lari oknum yang mengenakan penutup wajah, pada Senin 4 Mei 2026 malam. Korban sempat dirawat di RSD Kalabahi dan langsung dirujuk ke RS Ben Mboi Kupang, pada Selasa (5/5/2026) untuk bisa mencabut anak panah yang tertancap di kepala bagian belakang, tetapi nyawanya tak tertolong karena anak panah ambon itu masuk dalam sehingga menembus otak korban. Jenasah korban dibawah kembali ke Kalabahi, dan cucu dari pasangan Yulius Morib-Saripah Oang ini dimakamkan pada Selasa (12/5/2026) di pemakaman keluarga, Kampung Baru-Kalabahi.  (ap/linuskia)

Similar Posts

3 Comments

  1. avatar
    backbiome says:

    Backbiome is an advanced daily wellness supplement formulated to help support spinal comfort, reduce feelings of built-up tension, and promote freer, smoother movement throughout backbiome everyday life.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *