alorpos.com – KAPOLRES Alor, AKBP.Nur Azhari,S.H., melalui Kasat Reskrim Polres Alor, AKP. Amru Ichsan, memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Kalabahi, Senin (11/5/2026) sekitar Pukul 22.30 Wita, pada intinya mengklarifikasi keterangan pers Ikatan Keluarga Klon (IKK) yang disampaikan juru bicaranya, Paulus Brikmar, didampingi Ketua IKK, Drs.Imanuel Koilham dan beberapa tokoh IKK lainnya, bahwa sudah ada nama terduga pelaku pembunuhan Raja Pasya Imanuel Morib yang diserahkan kepada aparat Polres Alor tetapi belum juga ditangkap.
Karena itu, sebagaimana pernyataan Paulus Brikmar telah diwartakan sejumlah media sebelumnya, bahwa Keluarga Klon memberi waktu kepada pihak Polres Alor agar segera menangkap terduga pelaku dalam waktu 1×24 jam. Menurut Paulus Brikmar alias Buche Brikmar yang juga dikenal sebagai Ketua DPRD Kabupaten Alor ini, bahwa setelah pemakaman anak/cucu mereka Raja Morib pada Selasa 12 Mei 2026 ini, maka pihak keluarga akan mendatangi Polres Alor untuk mengawal proses penanganan kasus ini.
Apa yang dikemukakan Buche Brikmar selaku bagian dari keluarga korban dalam IKK ini, diklarifikasi Kasat Reskrim Polres Alor, AKP.Amru Ichsan, bahwa sejauh ini pihaknya belum mengantongi nama dengan informasi yang cukup dan diduga kuat sebagai pelaku, yang membidik anak panah hingga tertancap di kepala bagian belakang korban Raja Morib, pada Selasa (5/5/2026) malam.
Menurut Ichsan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, tetapi dari semua saksi yang telah mereka periksa, tidak ada yang mengetahui pelaku secara jelas. Ada saksi, jelas Ichsan, yang mengejar pelaku sampai di Cabang BRI Mebung, tetapi tidak mengenal pelakunya. Karena itu,kata Ichsan, jika Paulus Brikmar bersama keluarga Klon, punya informasi terbaru tentang identitas terduga pelaku, maka disampaikan ke Polres Alor untuk ditindaklanjuti.
Saat ini, Ichsan menegaskan bahwa jajaran Polres Alor siaga penuh, bekerja ekstra secara professional dan proporsional, melibatkan tim khusus yang dibentuk Kapolres Alor, dipimpin Kasat Narkoba untuk mem-back up Reskrim Polres Alor dalam menangani kasus pembunuhan Raja Morib. Mereka mengaku terus melakukan pengembangan penyelidikan dari beberapa fakta, bukti petunjuk, termasuk mengumpulkan dan memeriksa semua CCTV dari beberapa titik strategis dalam wilayah Kampung Baru, Kelurahan Nusa Kenari dan sekitarnya untuk memburu pelaku.

Amru Ichsan menerangkan bahwa untuk menangkap orang yang diduga sebagai pelaku tindakan melanggar hukum, pihak kepolisian dituntut harus lebih hati-hati sesuai KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) yang baru. Harus ada informasi dan alat bukti yang lengkap yang memenuhi unsur, baru boleh menetapkan orang sebagai tersangka atau terduga, kemudian melakukan penangkapan dan penahanan. Untuk itu, lanjut Ichsan, saat ini pihaknya bekerja keras, selalu melakukan Analisa dan Evaluasi (Anev) berbagai informasi dan keterangan yang diperoleh setiap hari, untuk menentukan progress penanganan kasus yang mengakitbatkan meninggalnya Raja Morib, siswa Kelas II SMA Kristen I Kalabahi ini.
Amru Ichsan optimis, pihaknya dapat menyikap kasus ini, dan menangkap pelaku yang tegah memanah kepala Raja Morib. Ichsan memninta keluarga korban dan seluruh masyarakat Kabupaten Alor untuk bersabar, dan memberi dukungan kepada pihak Polres Alor dalam menangani kasus ini. Dalam waktu dua bulan kedepan, kata Ichsan, jika tidak berhasil menangkap pelaku, maka dia akan mundur dari jabatannya sebagai Kasat Reskrim Polres Alor.
Jaminan Amru Ichsan untuk mundur dari jabatan jika tak berhasil tangkap pelaku dalam waktu dua bulan inipun sudah ia sampaikan sebelumnya, saat mendampingi Kapolres Alor, AKBP.Nur Azhari,S.H., menerima kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely,S.Sos.,M.Si. Asisten III Setda Alor, Marthen Maubeka,S.H., dan sejumlah kepala dinas terkait bersama keluarga korban, perwakilan pemuda Kampung Baru Kalabahi, Lurah Nusa Kenari, Boby Kilaka,S.H., Minggu (10/5/2026) selepas Magrib, terkait sejauh mana penanganan kasus yang dinilai keluarga sebagai pembunuhan berencana terhadap anak/cucu mereka, Raja Morib.
Dalam pertemuan di ruang depan Mapolres Alor itu, AKBP.Nur Azhari menerangkan banyak hal, yang pada intinya bahwa Polisi tidak bisa gegabah menangkap dan menahan orang, karena KUHAP baru mengatur bahwa harus berdasarkan alat bukti yang lengkap dan diyakini bahwa seseorang sebagai tersangka atau terduga, Karena itu Azhari meminta semua pihak bersabar, memberikan dukungan kepada aparat Polres Alor untuk menyelidiki dan mengungkap kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Ia berkomitmen selalu mengingatkan anak buahnya untuk bekerja secara professional dan proporsional, bukan karena tekanan.
Sementara itu, Sekda Alor, Melki Bely juga atas nama Bupati dan Wakil Bupati Alor, sudah menyampaikan langsung kepada Kapolres Alor, agar kiranya kasus ini menjadi prioritas dalam penanganan karena korban meninggal dunia. Pemkab Alor, kata Melki Bely, mengapresiasi lamgkah-langkah penanganan yang telah dilakukan Polres Alor. Kehadirannya mendampingi keluarga korban ke Polres Alor itu, kata Melki, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Alor, sebaga wujud kepedulian Pemkab Alor terhadap peristiwa duka cita yang dialami keluarga, sekaligus selalu membantu kesulitan yang dialami keluarga korban. Lurah Nusa Kenari, Boby Kilaka,S.H., juga terlihat menyampaikan sejumlah informasi kepada Kapolres Alor.

Sementara itu, Johni, salah satu perwakilan pemuda Kampung Baru menegaskan bahwa kasus meninggalnya Raja Morib ini merupakan perencanaan pembunuhan. Pihak Joni mengaku sudah melapor di Reskrim Polres Alor , termasuk postingan oknum tertentu di media sosial dengan caption (tulisan) yang menyudutkan korban.
Dari awal, lanjut Joni, pihaknya minta kepada Kapolres melalui aksi bakar ban mobil untuk palang jalan di simpang empat Kampung Baru, Senin (4/5/2026) sebagai sikap protes kami terhadap aparat Polres Alor yang tidak menangkap terduga pelaku yang membidik anak panah ke arah salah satu pemuda kampong baru yang sedang berada rumah kediamannya sendiri.
“Kami minta agar tangkap itu pelaku, maka masalahnya selesai. Tetapi setelah kami buka jalan itu, malamnya adik kami (Raja Morib) kena panah. Kalau terduga pelaku sebelumnya itu ditangkap, mungkin adik kami tidak kena panah. Ini akibat pembiaran, makanya mereka berani (panah) lagi. Kami merasa selalu disalahkan,”tegas Joni.
Barang bukti anak panah dalam peristiwa itu, ujar Joni, sudah mereka serahkan ke salah satu aparat Polres, tetapi kemudian barang bukti itu berpindah tangan kepada salah satu pemuda di Hombul, dan pelaku tidak ditangkap.
“Tetapi kami mau tegaskan bahwa adik kami yang mati ini bukan korban tawuran, tetapi korban pembunuhan berencana. Ini tugas dan tanggungjawab Polres Alor untuk menanganinya,”tandas Joni.

Menyikapi pernyataan Joni, Kapolres Alor, AKBP.Nur Azhari mengatakan bahwa pihaknya tetap berpedoman pada KUHAP baru dalam menangani kasus yang megakibatkan meninggalnya Raja Morib.
“Dalam KUHAP baru, kami ditekankan untuk mencari dulu barang bukti dan alat bukti, baru menetapkan tersangka. Kalau di KUHAP yang lama, bisa saja kalau efektifitas kita tangkap dulu yang patut diduga, baru alat bukti bisa dicari. Dulu KUHAP lama kami bekerja tanpa asistensi jaksa, namun saat ini begitu ada Laporan Polisi, langsung berkoordinasi dengan jaksa, dan jaksa langsung mengasistensi. Jadi dalam proses penyidikan sesuai KUHAP baru ini, kami tidak sendiri tetapi bersama-sama dengan jaksa,”terang Azhari.
Kasat Reskrim Polres Alor, AKP.Amru Ichsan saat diberi kesempatan oleh Kapolres Alor untuk menyampaikan penjelasan teknis penanganan kasus ini, telah mengemukakan secara transparan terkait langkah-langkah yang sedang dilakukan dan akan dilakukan.
“KUHAP baru ini, kewenangan kami terbatas. Salah langkah, kami akan dipraperadilkan (digugat ke pengadilan). Tetapi kami janji, saya pertaruhkan jabatan saya, kalau ini tidak terungkap dalam satu dua bulan, saya sendri akan minta untuk mengundurkan diri dari jabatan Kasat Reskrim,”tegas Amru Ichsan.
Terkait perlunya barang bukti, Joni salah satu perwakilan pemuda Kampung Baru mengatakan bahwa saat laporan, mereka sudah pula menyerahkan barang bukti dan nama-nama terduga pelaku.

“Tadi bapak bilang bahwa proses penanganan itu musti ada barang bukti, ada saksi. Saya rasa barang bukti yang kami masukkan itu ada anak panah, ada nama-nama (terduga) yang kami masukan. Laporan yang diterima itu ada barang bukti dan nama-nama. Kalau harus menunggu seperti yang bapak bilang, kan barang-barang itu sudah ada, nama-nama juga ada. Harusnya tangkap dulu dan setelah diselidiki ternyata tidak benar (tidak cukup bukti) ya lepas kembali,”kata Joni.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Alor juga terus memberikan atensi maksimal. Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo sempat datang langsung ke RS Ben Mboi Kupang untuk memberikan dukungan moril dan materil kepada keluarga korban. Pemkab Alor juga turut membantu biaya perawatan hingga pemulangan jenasah ke Kalabahi.
Wabup Rocky Winaryo berharap agar Polres Alor didukung semua pihak agar bergerak cepat dan tegas untuk menindak siapapun pelaku perbuatan keji itu.
Sedangkan Wakil Gubernur NTT, Irjen.Pol.Purn.Dr.Johni Asadoma,S.H.,M.Hum., juga telah melakukan pembicaraan langsung dengan Kapolres Alor, AKBP.Nur Azhari,S.H., melalui video call, sebagaimana postingan di akun medsos resmi Wabup Rocky Winaryo. Dalam video itu, Wagub Johni Asadoma meminta Kapolres Alor agar melakukan penyelidikan yang intensif dan menyeluruh untuk bisa menangkap pelakunya.
“Setelah itu kita akan adakan pertemuan, konsutasi dengan seluruh tokoh masyarakat, agama, adat pemuda, demi merumuskan langkah-langkah strategis untuk membuat Alor ini bisa kondusif kembali, bisa damai. Tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini yang menimbulkan korban jiwa anak-anak muda yang punya harapan masa depan, calon penerus kepemimpinan daerah dan bangsa, mati sia-sia karena tindakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab,”tegas Wagub NTT.

“Jadi tolong dilakukan penyelidikan yang intensif untuk menemukan pelakunya. Nanti saya cari waktu datang kembali ke Alor untuk adakan pertemuan dengan seluruh tokoh disana, termasuk pemuda/pemudi yang ada di Kalabahi. Ini harapan semua keluarga Alor diaspora, di rantau meninginkan agar Alor ini damai, tentang, tentram dan sejahtera. Begitu pak Kapolres ya,”tegas Wagub Johni Asadoma yang juga mantan Kapolda NTT itu.
Wagub juga menghimbau semua pihak di Kalabahi-Alor harus menyadari bahwa situasi ini sudah sangat membahayakan.
“Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk menciptakan kondisi keamanan yang betul-betul kondusif. Kita lawan orang-orang yang ingin menciptakan kekacauan di Alor. Kita semua bergandengan tangan untuk membimbing semua generasi muda Alor agar tidak memilih jalan yang salah, tetapi fokus belajar, untuk menciptakan Alor yang aman, damai dan sejahtera,”himbaunya.
Untuk diketahu, informasi yang dihimpun media ini, bahwa Raja Pasya Imanuel Morib, putra tunggal alm.Jero Morib, warga Kampung Baru Kelurahan Nusa Kenari, sebelumnya mengalami luka akibat terkena panah yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 1.00 Wita dinihari.
Saat itu Raja bersama seorang temannya pulang dari tempat untuk menadah Wifi demi mendapatkan signal internet untuk mengerkan tugas sekolah yang diberikan gurunya di SMA Kristen I Kalabahi. Saat melintas di pertigaan Kampung Baru-SMPN I/SMAN I Kalabahi, dua orang berboncengan sepeda motor memakai penutup wajah, membidik anak panah ke arah Raja Morib dan tertancap di kepala bagian belakang cucu lelaki tunggal alm.Yulius Morib dan almarhuma Saripah Oang itu.

Anak panah tak bisa dicabut saat menjalani perawatan awal di RSD Kalabahi karena ketiadaan dokter ahli saraf, sehingga korban dirujuk ke RS dr.Ben Mboi Kupang. Mantan Anggota DPRD Kabupaten Alor, Sefina Morib adalah salah satu keluarga yang mendampingi cucunya itu ke rumah sakit rujukan.
Menurut Selfina, saat tiba di RS Ben Mboi Kupang, korban tak langsung dibedah untuk mengeluarkan anak panah karena kondisinya melemah. Keesokan harinya, baru operasi dilakukan. Menurutnya, dokter yang melakukan operasi kaget karena anak panah masuk sekitar 8 Cm dan mengoyak otak korban sehingga hanya mujizat Tuhan yang bisa menyelamatkan.
Korban tak sadarkan diri alias koma beberapa hari setelah bedah. Segala upaya maksimal dilakukan pihak rumah sakit dan keluarga, tetapi Raja Morib akhirnya gugur di ujung panah karena perbuatan oknum yang kini diburuh Polres Alor. Jenasah Raja Morib tiba kembali di negeri leluhurnya pada Senin (11/5/2026) senja, disambut ribuan kerabat, teman sekolah, dan warga Kalabahi yang peduli kemanusiaan.
Tepat seminggu setelah kepalanya tertancap anak panah, hari ini, Selasa (12/5/2026) Pukul 14.00 Wita, Raja Morib dimakamkan. Sebagai lelaki tunggal dalam keluarga besarnya, kepergian Raja Morib di usia remaja tentu sangat menyayat hati hingga ke sum-sum keluarga. Mereka kini berharap, keadilan segera menemukan jalannya, agar siapapun pelaku yang melepaskan panah maut itu, segera diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (ap/linuskia)