Kapolres Alor Ingatkan Pengurus KBPP POLRI Alor Jangan Hanya Numpang Keren

author
6 minutes, 26 seconds Read

KELUARGA Besar Putra-Putri (KBPP) POLRI Resor Alor telah resmi dilantik oleh Ketua Pimpian Daerah KBPP Polri Propinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Lay Djaranjoera,M.Si., Jumat (6/5/2022) di Aula Markas Kepolisian Resor Alor. Pelantikan KBPP POLRI Resor Alor yang diketuai Ariful Kabir atau lebih akrab disapa Arif Dea itu, dihadiri pula Kapolres Alor, AKBP. Ari Satmoko,S.I.K.,S.H.,M.M., selaku Ketua Pembina.
Ketika didaulat oleh pemandu acara yang juga pengurus KBPP POLRI NTT, Ina Djara untuk menyampaikan sambutannya, Kapolres Alor yang baru sekitar tiga bulan bertugas ini menegaskan sejumlah hal penting yang harus dilakukan ke depannya oleh organisasi kemasyarakatan ini.
KBPP Polri ini dinilai Satmoko sebagai sebuah organisasi yang sangat besar karena Anggota Polri di atas sekitar 400 ribuan. Dari jumlah itu kalau dihitung saja 50 % atau lebih sudah berkeluarga dan punya anak, dimana ada yang punya satu anak, ada yang dua, empat anak atau lebih, tentu bukan jumlah yang kecil.
“Sebagai suatu organisasi yang besar dan keanggotaannya tersebar di mana-mana, termasuk di Alor ini, maka saya berharap bisa saling kenal satu sama lain. Jangan saling cuek, apalagi sudah ada wadahnya, sudah ada ketuanya, visi misi organisasinya jelas. Ciptakan program yang bermanfaat. baik bagi internal, atau bahkan bagi masyarakat Alor secara umum. Tri Setya dan Ikrar yang diucapkan saat pelantikan harus ditunjukan wujud kesetiaannya seperti apa. Implementasinya di lapangan seperti apa yang harus dipikirkan. Dan ini tugasnya ketua beserta pengurus (KBPP Polri Resor Alor). Jangan hanya mau numpang keren,”tantang Satmoko.

Salam Presisi Kapolres Alor, Ari Satmoko (tengah) dengan Pengurus KBPP POLRI Resor Alor

Menurutnya KBPP Polri Resor Alor harus bisa beradaptasi. Kapolres yang mengaku gemar membaca ini mencontohkan binatang purba Dino Saurus itu makluk yang besar dan kuat, tetapi karena tidak bisa beradaptasi akhirnya punah juga. Dengan beradaptasi, jelas Satmoko, kita bisa melihat kekuatan dan kekurangan kita, bagaimana kesempatan kita, apa ancaman yang bisa membahayakan organsasi misalnya perpecahan atau friksi. Sehingga, lanjut Satmoko, pengurus bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk mempertahankankan oranisasi ini, atau bahkan berkembang maju.
Lebih jauh Ari Satmoko menekankan agar KBPP Polri Resor Alor harus eksis. Eksis itu, demikian Satmokmo, yakni ada dan berbuat. Ia berpesan agar semua pengurus KBPP Polri Resor Alor jangan sampai hanya datang, duduk diam, melotot karena tidak hadir penuh sadar utuh.
“Kita mengikuti suatu kegiatan itu harus hadir penuh sadar utuh, yakni orangnya ada, pikirannya juga hadir. Jangan sampai orangnya ada, hanya untuk memenuhi kewajiban, tetapi pikirannya ke mana-mana. Ini kaitannya dengan eksistensi, sehingga KBPP Polri Resor Alor harus bisa eksis, ada di segala bidang dan disegani,”pesan Satmoko.
Selanjutnya, Satmoko berharap agar KBPP Polri Resor Alor harus bisa menjadi contoh dan tauladan di masyarakat, menjadi mata dan telinganya Polri, bisa menjaga stabilitas keamanan dan kondusifitas masyarakat.

Kapolres Alor, Ari Satmoko saat menyampaikan sambutan di pelantikan KBPP POLRI Resor Alor

“Kita sama-sama sadar bahwa Kabupaten Alor ini salah satu daerah yang rawan bencana alam. Saya tidak mau kalau KBPP Polri Resor Alor ini sama seperti Ormas-Ormas lain, yang bisanya hanya menyuarakan atau berteriak-teriak, tetapi tidak memiliki kepedulian untuk melakukan aksi positif. Saat ada bencana, tak ada muncul satupun untuk membantu (korban bencana), karena data organisasi yang ada saat (bencana) Seroja, saya punya. Dan ada beberapa kelompok, yang ketika Seroja dia tidak ada sama sekali, tidak tampak batang hidungnya, setelah itu dia teriak-teriak. Saya berharap KBPP Polri Resor Alor memiliki kepedulian kepada saudara-saudara kita, apabila terjadi bencana. Tetapi kita berdoa agar Alor dijauhkan dari bencana,”tandas Satmoko.
Karena itu Satmoko berharap agar sinergitas yang ada terus terjalin, sehingga permasalahan apapun segera dikomunikasikan dengan dirinya selaku Kapolres Alor, atau dengan Kasat Bimas atau ke Wakapolres Alor, sehingga bsa secepatnya mencari solusi yang tepat.

Ketua KBPP POLRI Daerah NTT, Lay Djaranjoera saat menyerahkan Pataka kepada Ketua KBPP POLRI Resor Alor, Ariful Kabir

Sebelumnya, Ketua KBPP POLRI Daerah NTT, Lay Djaranjoera dalam sambutannya memaparkan bahwa Keanggotaan KBPP POLRI terdiri dari Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan. Ia menjelaskan, bahwa Anggota Biasa yakni anak kandung dan cucu-cucu dari para purnawirawan (pensiunan) POLRI, Anggota Luara Biasa adalah suami atau istri dari Anggota Biasa, termasuk pensiunan ASN di lngkup POLRI. Sedangkan Anggota Kehormatan, kata Djaranjoera, adalah masyarakat biasa yang punya jasa bakti terhadap POLRI dan itu dengan Keputusan KBPP POLRI Pusat.
Menurut Djaranjoera, struktur KBPP POLRI dilengkapi dengan Dewan Pembina, yang secara berjenjang Ketua Dewan Pembina adalah Kapolri, Kapolda dan Kapolres. Sedangkan Ketua Harian Pembina adalah Wakapolri, Wakapolda dan Wakapolres. Sedangkan Wakil Ketua Dewan Pembina adalah Ketua Purnawirawan Polri setempat. Djaranjoera berpendapat, bahwa roh dan darah korps Bhayangkara tetap mengalir di tubuh anak-anak polisi yang sering dipelesetkan sebagai ‘anak kolong’ itu.

Ketua KBPP POLRI Daerah NTT, Lay Djaranjoera dan sejumlah anggotanya bersama Petinggi Polres Alor

“Untuk itu kita harus menjadi mata dan telinga polisi, harus menjadi teladan di mana tempat hidup kita dan memegang teguh Tri Setya dan Ikrar yang telah diucapkan
 sebagai anak polisi. Pataka KBPP POLRI akan dikibarkan ke pelosok-pelosok, segera bergerak dan lakukan konsolidasi hingga ke tingkat sub sektor,”ajak Djaranjoera.
Lebih lanjut Djaranjoera meminta pengurus KBB POLRI Resor Alor agar menginventarisir anggota sehingga dapat mengetahui potensi yang ada untuk dilaporkan kepada pengurus KBPP POLRI Pusat dalam Rakornas pada tanggal 13 Mei 2022 mendatang.
Terkait program kerja, Djaranjoera meminta agar membuat program yang mudah, sederhana dan mampu dikerjakan.

Sumpah Ketua KBPP POLRI Resor Alor, Ariful Kabir sambil memegang bendera Merah Putih

Sementara itu, Ketua KBPP POLRI Resor Alor, Ariful Kabir menjawab media ini sesaat setelah dilantik mengatakan bahwa anggotanya saat ini sekiat 200-an orang yang merupakan anak kandung polisi, dan akan terus bertambah setelah pihaknya melakukan pendataan lebih lanjut. Menurut Arif, rata-rata anggota Polri jaman dulu punya anak kandung lebih dari tiga orang , sehingga kalau erdata semua, ditambah cucu-cucu maka semakin banyak.
Arif berupaya melakukan konsolidasi ke tingkat Polsek dan sub sektor di daerah ini. Setelah pelantikan itu, kata Arif, selain konsolidasi, juga akan memantapkan program kerja, termasuk aksi-aksi sosial kemasyarakat an. Pihaknya juga selalu siap menjadi mata dan telinga Polri unttuk ikut menciptakan Kamtibmas yang kondusif. Sebagai Ormas, pihaknya akan selalu patuh pada ‘komando’ pusat, yang pembinanya adalah Kapolri dan Wakapolri.
Asal tahu saja, acara Pelantikan Pengurus KBPP POLRI Resor Alor itu ditandai pula dengan penyerahan Pataka KBPP POLRI dari Ketua KBPP POLRI Daerah NTT, Lay Djaranjoera kepada Ketua KBPP POLRI Resor Alor, Ariful Kabir alias Arif Dea , dan pembacaan Tri Setya dan Ikrar KBPP POLRI.
Pengurus KBPP POLRI Resor Alor yakni DEWAN PEMBINA Diketuai Kapolres Alor, Wakil Ketua: Ketua Persatan Purnawiran POLRI Alor, Ketua Harian : Wakapolres Alor, Anggota: Kasat/Kabag Humas dan Kasat/Kabag SDM. Dewan PENASIHAT: Ketua Bernadus Ndaumanu, Wakil Ketua (Waket) I: Cristian Brikmar, Waket II: Alyos Wakano, Waket III: Arbay Koho, Waket IV: Dodi Asa. SEKRETARIS: Robby Kaat, Anggota: Omi Berpalay.

Pembacaan Tri Setya dan Ikrar KBPP POLRI Resor Alor

PIMPINAN RESOR ALOR: Ketua Ariful Kabir, dengan 12 Wakil Ketua yang secara berurutan dijabat oleh Jhon Sakala, Adi Gerimu, Joni Markus, Rudi Nawa, Lince Kamba, Veronika Weling, Andri D.Manu, Nelci Djudje, Sius Geger, Yane Nalle, Indra Kamba dan Marthnius Dinong. Sedangkan Sekretaris dijabat oleh Alfried Laubela, Wakil Sekretaris: Darwin Kaat, Bendahara: Maria Y.Adoe dan Wakil Bendahara: Yane Kaat, serta dilengkapi dengan 11 Bagian, masing-masing dipimpin oleh Sadrak Nalle-Yacob Nalle ( Bagian Organisasi), Bob Gaso-Adi Raka (Bagian Seni, Budaya dan Pariwisata), Jack Laubela-Yulius Animani ( Bagian Hankam), Matheos Ndaumana-Seles Taniwara ( Bagian Naker), Damaris Rame-Pia Samsudin (( Bagian Pemuda dan Olahraga), Herlin Dai-Febriana Tolang (Bagian Pendidikan) , Norli Ku-Nona Mbou (Bagian Infokom), Yohanes Djahari-Shinta Manu (Bagian Soskes), Fat Samsudin-Ignatius Galle (Bagian Politik), Leni Lay-Ani Amalo (Bagian Ekonomi), Jeti Djailtalsa-Ita Danoe (Bagian Pemberdayaan Perempuan, dan Eris Dinong-Nando Depa (Bagian Hukum dan HAM). (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *