Kadis PUPR NTT: Harus Disyukuri, Kualitas Pekerjaan Jalan Kalabahi-Kokar Bagus

author
4 minutes, 14 seconds Read

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Ir.Maxi Nenabu,MT., turut serta dalam Kunjung Kerja Gubernur NTT, Dr.Viktor Bungtilu Laiskodat,SH.,M.Si di Kabupaten Alor pada Kamis-Jumad (9-10 Juni 2022), untuk sejumlah agenda kegiatan, salah satunya untuk meninjau langsung pekerjaan Ruas Jalan Propinsi, Kalabahi-Kokar yang sedang dikerjakan PT.Karya Baru Calisa milik Agustinus Tjung alias Acui, dengan Konsultan Supervisi PT.Layana Kencana Konsultan. Ruas jalan yang sedang dikerjakan sepanjang 14,9 KM itu bersumber dari dana pinjaman Pemerintah Propinsi NTT dari PT.SMI (Sarana Multi Infratsruktur) sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kementrian Keuangan sebesar Rp 28,3 Milyar untuk pekerjaan Hotmix HRS Base.
Media ini sempat mengkonfirmasi Kadis PUPR NTT, Maxi Nenabu di sela-sela mendampingi Gubernur Laiskodat meresmikan Gedung Rawat Inap dan High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Daerah Kalabahi dan Gedung Puskesmas Mebung, Kamis (9/6/2022), terkait hasil pengamatannya pada kualitas pekerjaan ruas jalan Kalabahi-Kokar. Maklum, sebelum di RSD Kalabahi,Gubernur NTT dan rombongan bersama Bupati Alor dan rombongan terlebih dahulu meninjau pekerjaan ruas jalan dimaksud dan SMK Negeri Kokar, Kecamatan Alor Barat Laut.
Menurut Nenabu, kualitas pekerjaan ruas jalan yang sering disoroti sejumlah kalangan itu harus disyukuri karena bagus.

Lalulintas kendaraan di ruas jalan Kalabahi-Kokar tetap ramai saat pekerjaan berlangsung

“Kualitas pekerjaan bagus, secara visual sudah bagus dan prosesnya sudah dia (kontraktor pelaksana) ikuti dengan baik. Ketika kita bekerja jalan itu, prosesnya melakukan pengujian satu titik mewakili satu luasan tertentu. Jadi pada saat pelaksanaan pekerjaan itu, ketika diuji beberapa titik sudah masuk, dianggap sudah memenuhi. Dalam keadaan tertentu, misalnya ada satu dua titik ternyata didapati ada yang rusak, itu sebenarnya karena ada kondisi perlemahan di titik itu, bukan berarti secara keseluruhan kualiats jalan itu jadi jelek,”tegas Nenabu.
Bahkan Nenabu merasa bersyukur karena di masa pelaksanaan dan di masa pemerliharaan, bisa terdeteksi, terlihat ada titik-titik yang rusak. Karena, jelas Nenabu, biasanya air yang terperangkap di dalam lapisan-lapisan bawah pondasi atau lapisan dasar, yang tidak terlihat pada saat pelaksanaan pekerjaan karena dianggap seragam.
“Jika tidak air yang terperangkap, waktu open traffic, pembebanan baru terlihat ada perlemahan di titik itu di bagian bawah, sehingga bisa dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Jadi bukan berarti dalam proses itu, satu titik ada rusak, lalu dianggap semua ini kualitas jelek, bagaimana itu. Kita harus menerima pembangunan ini dengan hati yang tulus,”tandas putra Oenlasi, Timor Tengah Selatan ini.
Lebih jauh Nenabu menerangkan, bahwa kenapa ada masa pemerliharaan, karena jika proses sudah benar, tetapi dalam pelaksanaan itu yang tidak ditemukan, bisa terlihat dalam dia (jalan) menerima beban waktu open traffic. Menurutnya, titik-titik yang mengalami perlemahan karena terperangkap air di bawah, akan kelihatan rusak dan diperbaiki.
Nenabu juga menginformasikan, bahwa di Kabupaten Alor ini, ada lima ruas jalan yang menjadi kewenangan propinsi, seluruhnya dibangun tahun ini sepanjang 51 Km dengan total anggaran sebesar Rp 96 Milyar.

Pelebaran jalan propinsi ruas Kalabahi-Kokar, Alor Barat Laut pada sejumlah titik

“Bayangkan, dari total seluruh dana pinjaman (dari PT.SMI) yang dipakai untuk membangun ruas jalan di NTT sekitar Rp 900 Milyar. Dari jumlah itu, hampir Rp 100 Milyar untuk membangun jalan di Kabupaten Alor. Itu perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini terhadap pembangunan di Kabupaten Alor,”pungkas Nenabu.
Bupati Alor, Drs.Amon Djobo yang mendampingi Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke SMK Negeri Kokar ini mengatakan, bahwa warga Alor Barat Laut sangat berterima kasih karena ruas jalan Kalabahi-Kokar sudah dibangun dengan kualitas hotmix yang bagus, setelah penantian bertahun-tahun. Bupati Djobo memohon agar tahun depannya bisa dialokasikan lagi dana untuk melanjutkan pembanguan ruas jalan tersebut mulai dari wilayah Desa Alor Besar hingga Kokar, ibu kota Kecamatan Alor Barat Laut.

Agustinus Tjung saat memperlihatkan satu titik pekerjaan jalan memasuki kampung Dulolong yang sedikit retak, karena bagian dasarnya masih basah akibat di bawah pepohonan sekitar yang rindang

Sebelumnya, Direktur Utama, PT.Karya Baru Calisa, Agustinus Tjung kepada wartawan belum lama ini di lokasi pekerjaan ruas jalan Kalabahi-Kokar menunjukan salah satu titik pekerjaan yang retak akibat dilalui mobil truck bermuat penuh semen. Titik yang rusak itu, menurut pengusaha yang sukses dari usaha kecil-kecilan ini, karena berada di bawah pohon rindang sehingga lambat kering, kemudian dilindas lagi oleh dum truck bermuatan penuh sehingga permukaannya turun dan nampak sedikit retak.
“Agregat ini saat kita masih hampar, dan belum sempat pemadatan hujan turun, sehingga basah sekali. Karena basah sekali, maka setelah agregat itu digiling, kita kasih tinggal, dan lompat pindah ke ruas pekerjaan lainnya di depan. Setelah kita aspal ruas jalan di bagian depan, sambil menunggu beberapa meter yang basah itu kering untuk diaspal kemudian,”kata Acui.
Setelah itu pihaknya sudah perbaiki tetapi ternyata bagia dalamnya masih tetap basah akibat berada dibawah pohon yang rindang sehingga lambat kering. Jadi, tegas Acui, bukan material yang digunakan itu tidak bagus.
“Kalau material tidak bagus, maka seluruh badan jalan yang kami bangun ini retak-retak. Ini kan sombar sehingga jadi beginil. Kalau oto berat tidak lewat, maka tidak akan retak. Tetapi karena bagian dalam masih tetap basah, maka titik ini akan kami keruk lagi untuk dikerjakan dan diaspal ulang. Pekerjaan kan masih sedang berjalan,”tegas Acui. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *