alorpos.com – PEMERINTAH Kabupaten Alor meski di tengah keterbatasan, mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Hal itu sebagaiman terungkap dalam Pidato Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., pada HUT RI Ke081 Tahun 2026 di Lapangan Mini Kalabahi. Berikut petikan pidato, khususnya di bidang pendidikan;
Pemerintah daerah telah mengalokasikan sejumlah besar dana, baik itu dana alokasi umum maupun dana alokasi khusus, merupakan wujud nyata dalam mendukung pencapaian visi Gerbang Timur dalam Spirit Alor Berkemas, dalam konteks bidang pendidikan telah mengimplementasikan dukungan melalui lima pilar tersebut, dalam percepatan, di mana salah satu pilar utamanya adalah percepatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pada sasaran peningkatan akses dan kualitas pendidikan di tahun 2025, indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) berhasil mencapai realisasi 12,59 tahun atau 100,08% dari target 12,58 tahun. Diikuti oleh Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang mencatatkan realisasi 8,72 tahun dengan capaian 100,69% dari target 8,66 tahun, serta Angka Melek Huruf (AMH) usia 15 tahun ke atas yang mencapai realisasi 97,85% atau 100,28% dari target 97,57%.
Kita juga patut bersyukur, karena angka melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP maupun dari SMP ke SMA/SMK telah mencapai 100 persen. Ini menunjukkan bahwa pemerintah bersama sekolah, orang tua dan masyarakat terus berupaya agar anak-anak kita tidak berhenti sekolah di tengah jalan. Pada Tahun Pelajaran 2024/2025, tingkat kelulusan pendidikan formal SD dan SMP mencapai 100 persen, dengan jumlah peserta ujian SD sebanyak 4.347 orang dan SMP sebanyak 3.415 orang.Di jalur pendidikan nonformal, pemerintah juga terus memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat melalui program Paket A, Paket B dan Paket C.
Pemerintah juga terus memastikan dukungan pembiayaan bidang pendidikan. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 331 lembaga PAUD dengan 6.871 peserta didik menerima BOP, 287 SD dengan 29.077 siswa menerima BOS, serta 123 SMP dengan 13.352 siswa menerima BOS. Bantuan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan pendidikan sekaligus meringankan beban satuan pendidikan dan masyarakat.
Kita juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Pada jenjang SD, 86,83 persen guru telah berkualifikasi S1/D4 dan S2, sedangkan pada jenjang SMP mencapai 97,72 persen. Ini merupakan modal penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas sumber daya manusia Alor.
Namun, kita menyadari bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Masih ada sekolah dengan sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar, masih terdapat fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, dan belum semua anak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti hanya pada meningkatnya angka partisipasi sekolah, tetapi harus dilanjutkan dengan peningkatan mutu pembelajaran, kualitas guru, pemerataan sarana prasarana, penguatan teknologi pendidikan, serta perluasan akses pendidikan tinggi. (ap/linuskia)