alorpos.com – WILAYAH Kabupaten Alor terdiri dari 175 desa/kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan. Dari jumlah 158 desa, berdasarkan indeks penilaian Tahun 2025, terdapat tiga desa yang masuk kategoro desa mandiri, dan ada lima desa yang masuk lavel desa sangat tertinggal. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo dalam pidatonya sebagai Inspektur Upacara HUT RI ke-81 tahun 2026 di Lapangan Mini Kalabahi. Berikut petikan lebih lanjut pidato Wabup Alor terkait perkembangan desa-desa dimaksud.
Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan desa, Pemerintah Kabupaten Alor terus mendorong peningkatan status dan kemandirian desa. Berdasarkan hasil Indeks Desa Tahun 2025, dari 158 desa terdapat 3 desa mandiri, 25 desa maju, 86 desa berkembang, 39 desa tertinggal dan 5 desa sangat tertinggal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar desa masih berada pada kategori berkembang, sehingga ke depan perlu terus diperkuat melalui peningkatan pemerintahan desa, pengembangan ekonomi lokal, pemanfaatan teknologi, peningkatan pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam rangka percepatan penataan desa, Pemerintah Kabupaten Alor telah mengusulkan 15 desa persiapan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan tindak lanjut, dan pada September 2026 Pemerintah Provinsi NTT direncanakan mengusulkan 15 desa persiapan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, untuk selanjutnya Kementerian Dalam Negeri, dilakukan proses verifikasi faktual sebagai tahapan menuju penetapan desa definitif.
Pada Tahun 2025, Kabupaten Alor memperoleh pagu Dana Desa sebesar Rp.131,4 miliar. Setelah efisiensi pemerintah pusat, dana yang ditransfer sebesar rp.123,1 miliar dan berhasil direalisasikan sebesar rp.118,2 miliar atau 96 persen. Pada tahun 2026, Alokasi Dana Desa menjadi Rp.115 Miliar. Dari jumlah tersebut, Rp. 54,6 miliar dialokasikan secara reguler dan Rp. 60,4 miliar diarahkan untuk koperasi desa merah putih.
Kebijakan ini sedang kita dorong agar benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru di desa. Terdapat 72 lokasi KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), di mana 49 lokasi atau sekitar 68 persen masih dalam tahap pembangunan, 9 lokasi siap operasional menunggu sarana dan prasarana, 7 lokasi sudah siap operasional, dan 6 lokasi masih dalam tahap pematangan lahan. Karena itu, pekerjaan kita ke depan bukan hanya memastikan pembangunan fisiknya selesai, tetapi memastikan koperasi benar-benar hidup, dikelola secara profesional, menjadi pusat kegiatan ekonomi lapangan kerja, masyarakat, membuka meningkatkan pendapatan masyarakat desa. (ap/linuskia)