Gaza Moru FC Raih Budi Artha Mandiri Cup, Wabup Alor Nilai Pemain Dari Luar Telah Memberi Pelajaran Berharga

author
5 minutes, 40 seconds Read

alorpos.com – TURNAMEN Sepak Bola memperebutkan Budi Artha Mandiri Cup Tahun 2026 yang bergulir sejak 2 Agustus 2026, diikuti 24 klub telah tuntas melalui laga final nan prestisius yang mempertemukan Gaza Moru FC dan tuan rumah Budi Artha FC, Kamis (27/8/2026) sore, di Stadion Batu Nirwala Kalabahi. Laga puncak kompetisi paling bergengsi karena menyediakan total hadiah ratusan juta itu disaksikan pula Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo bersama Ketua TP.PKK Kabupaten Alor, Lidya Siawan Winaryo. Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar dan ibu, Kapolres Alor, AKBP.Nur Azhari serta sejumlah Pejabat Pemkab Alor terkait, Ketua Pengurus KSP Budi Artha Mandiri, Roni Adang,  serta Manager yang juga salah satu tokoh reformis Budi Artha Mandiri, Nazir Plaikari.      

Ribuan penggila bola di Nusa Kenari memadati Stadion Batunirwala Kalabahi sangat terhibur dengan pertandingan final yang melibatkan sejumlah pemain bintang dari luar daerah seperti dari Kupang, dari daratan Timor, Flores dan Lembata.  Jalannya laga berjalan sengit dan  seimbang. Namun skuad Gaza Moru yang nampak sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola, akhirnya keluar sebagai sang juara dengan skor 1-0. Gol tunggal Gaza Moru FC diceplsokan melalui titik putih oleh Abiu.

“Selamat dan proficiat kepada Tim Gaza Moru atas prestasi yang diraih. Namun, lebih dari sekadar mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, turnamen ini telah mengajarkan kita tentang kerja keras, disiplin, kekompakan, sportivitas, dan arti sebuah persaudaraan. Kepada Tim Budi Artha, tetap tegakkan kepala dan jadikan pertandingan hari ini sebagai pengalaman untuk terus berkembang dan kembali lebih kuat pada kompetisi berikutnya,”ucap Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo dalam sambutan penutupan turnamen dimaksud.

Secara khusus, lanjut Wabup Winaryo, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pemain dari luar Kabupaten Alor yang telah datang dan ikut berpartisipasi dalam turnamen ini.    

“Kehadiran saudara-saudara semua bukan hanya menambah kualitas dan semarak kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman, ilmu, mental bertanding, dan motivasi bagi pemain-pemain muda Alor. Saya percaya, melalui pertandingan dan kebersamaan seperti ini, sepak bola Alor akan terus berkembang dan semakin maju. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, manajer, panitia, wasit, suporter, TNI-Polri, media, pelaku UMKM, serta terutama KSP Budi Artha Mandiri yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini,”tandas Wabup Alor yang hobi bola kaki ini.

Dia menekankan, bahwa Pemerintah Kabupaten Alor akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga dan kepemudaan. Rocky Winaryo berharap, dari turnamen-turnamen seperti ini akan lahir pemain-pemain muda berbakat, yang suatu saat mampu membawa nama Kabupaten Alor hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Kepada seluruh masyarakat dan suporter, terima kasih karena telah menjaga pertandingan ini tetap aman, tertib, dan penuh persaudaraan. Mari kita bawa semangat sportivitas yang kita bangun di lapangan ini ke dalam kehidupan sehari-hari untuk bersama-sama membangun Alor yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing. Selamat kepada para juara. Terima kasih kepada seluruh tim dan pemain yang telah berpartisipasi. Tetap junjung tinggi sportivitas, terus berlatih, terus berjuang, dan mari kita majukan sepak bola Alor bersama-sama,”ajak Wabup Winaryo.

Sementara itu, Manager yang juga salah satu tokoh Reformis KSP Budi Artha Mandiri, Nazir Plaikari dalam sapaan sebelumnya mengatakan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Nusa Kenari, terutama di wilayah Watatuku, Petleng, Mola, Habeleng dan Welai yang telah turut menciptakan suasana yang kondusif selama turnamen ini berlangsung. Nazir juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Alor.

“Sebagai lembaga jasa keuangan, tentu kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah, agar kita saling bersinergi membangun Alor dan generasi masa depan Alor secara bersama-sama. Saya menyampaikan banyak terima kasih untuk kritik dan dukungan yang terus diberikan kepada KSP Budi Artha Mandiri. Kita tidak hanya berhenti sampai disini, karena KSP Budi Artha Mandiri akan terus hadir degan agenda dan kegiatan-kegiatan yang terus memberikan nilai bagi negeri Alor yang kita cintai. Kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Sayonara, dan terima kasih,”tegas Nazir Plaikari.

   

Sedangkan Ketua Panitia Penyelenggara, Rahmat Mansari,M.Si dalam laporannya mngemukakan bahwa jalannya kompetisi sejak fase group yang diikuti 24 klub selama 21 hari berlangsung sukses. Melalui turnamen ini, Rahmat memandang sebagai ruang evaluasi sejauh mana proses pembinaan dan regenerasi sepak bola di Alor.

“Dalam 24 tim peserta turnamen ini, salah satu tim dari Kupang, dan sebagian besar pemain yang ada di daratan Flores dan daratan Timor. Disini kita bisa ukur kelas kita ada di mana.  Apalagi dalam waktu dekat sekitar Oktober, kita akan menjalani satu turnamen setingkat wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni El tari Memorial Cup TAhun 2026, sehingga ini menjadi PR (pekerjaan rumah) besar buat kita,”ujar Rahmat Mansari yang juga Camat Teluk Mutiara ini.

Ia melaporkan bahwa tim-tim lokal gugur di babak 16 besar, artinya bahwa ada yang harus kita benahi. Yang kedua, sambung Rahmat, “kami melihat bahwa upaya regenerasi dalam perangkat pertandingan juga harus kita benahi”.

“Semoga dengan penyelenggaran event ini, Pemerintah (Kabupaten Alor) membuka mata bahwa perangkat kita, lapangan kita, stadion yang kita banggakan, tempat berkumpul bersama ini segera mendapat ruang untuk kita segera benahi. Saya percaya dan apresiasi yang tinggi, disini ada bapak Wakil Bupati, ada bapak Ketua DPRD, mudah-mudahan dalam perencanaan di anggaran APBD tahun 2026 menjadi konsen serius kita untuk pembinaan dan persiapan,”kata Rahmat.

Lebih jauh dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada KSP Budi Afrtha Mandiri yang punya tagline dalam turnamen ini yakni  Bersama Budi Artha Membangun Kemandirian NTT. Jika ada hal yang kurang dalam perjalanan turnamen ini, Rahmat menyampaikan permohonan maaf, dan segala kritik akan dijadikan masukan untuk pelaksanaan event-event lain kedepannya.

Dalam turnamen ini, FRahmat Mansari mengumumkan bahwa keluar sebagai empat tim terbaik, yakni Juara IV  FC Mola, kwemjudian Juara III diraih ATL United dari Alor Timur Laut, Juara II tuan rumah Budi Artha FC dan The Champion peraih Budi Artha Cup bersepuh emas 15 gram diraih Gaza Moru, salah satu tim tangguh dari ibukota Kecamatan Alor Barat Daya.

“Kami memberikan hadiah kepada Juara IV uang tunai sebesar Rp 15 juta dan piala, Juara III mendapat Rp 25 juta dan piala,  Juara II  sebesar Rp 35 juta dan piala, Juara I  mendapatkan Rp 50 Juta dan Piala Budi Artha Cup dengan  emas seberat 15 gram 24 karat Dengan harga Rp 37.250.000,”ungkap Rahmat Mansari.

Selain itu, hadiah juga diberikan kepada Top Score yakni Demikardi Kinanggi alias Adi Peso dari Budi Artha FC, Pemain terbaik diraih Adi Maitia dari ATL United. Sedangkan supporter terbaik hyakni Roda FC dari Dulolong Alor Barat Laut. Sedangkan pncetak gol tungga di laga final, pemain Nomor Punggi 9 dari Gaza Moru, Abiu mendapat hadiah uang tunai Rp Rp 1 Juta dari Ketua TP.PKK Kabupaten Alor, Lidya Siawan Winaryo, Rp 1 Juta dari Bank BRI Cabang Kalabahi dan Rp 500.000 dari Advokar Koilal Loban,S.H.,M.H. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *