Di Apel KORPRI Terakhir, Bupati Alor: Pimpinan OPD Akan Tunggang Langgang

author
3 minutes, 49 seconds Read

alorpos.com__UNTUK terakhir kalinya, Bupati Alor Drs.Amon Djobo bertindak sebagai Inspektur Upacara Apel Kesadaran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), pada Selasa, 17 Oktober 2023 di halaman Kantor Bupati Alor. Hal ini karena Amon Djobo yang dipilih mayoritas masyarakat untuk memimpin daerah ini selama dua periode berpasangan dengan mendiang Wakil Bupati Alor, Imran Duru,S.Pd.,M.Pd., akan meletakan jabatannya pada 4 November 2023 ini.

Sebetulnya masa jabatan Amon Djobo sebagai Bupati Alor, baru akan berakhir pada 31 Desember 2023. Tetapi karena yang bersangkutan maju sebagai salah satu Calon Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, maka sesuai aturan yang berlaku, otomatis meletakan jabatan bupati, ketika KPU Provinsi NTT menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) yang dijadwalkan pada 4 November 2023 ini.

Waktu tersisa hanya kurang lebih dua minggu lagi bagi pencetus tagline Alor sebagai bumi persaudaraan, tanah terjanji, surga di timur matahari itu untuk melepas segala atributnya sebagai Bupati Alor. Karena itu, sebagaimana pantauan media ini, ada keharuan yang diperlihatan Amon Djobo ketika menyampaikan arahannya saat apel kesadaran Korpri pada Selasa (17/10/2023) pagi itu.

Amon Djobo berharap agar kader-kader muda yang dipersiapkannya untuk meneruskan tingkat estafet kepemimpinan di daerah ini agar mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh.

“Saya tidak mau nanti di Tahun 2024 ada stagnan kepemimpinan di negri ini. Untuk itu teman-teman mempersiapkan diri dengan baik. Selalu berada di tengah masyarakat, lihat masyarakat punya kebutuhan. Tidak usah main uang atau main kekuasaan, maka masyarakat pasti akan memilih saudara menjadi pemimpin di negeri ini,”himbau Djobo.

“Saya nanti tanggal lima (5 November 2023) sudah di rumah (sebagai warga biasa), tetapi saya lihat semua perkembangan ini, dan teman-teman mempersiapkan diri untuk mengambil tongkat estafet ini 2024 yang akan datang. Teman-teman harus mulai menggumulinya dari sekarang. Tidak bisa saat hari H baru kita lari kocar-kacir, tidak bisa. Mulai mempersiapkan diri dari sekarang, atur langkah-langkah hidup politik mulai dari sekarang. Kalau tidak, tidak akan mungkin bisa,”tandas Djobo.

Ia juga berharap, agar semua hasil-hasil yang sudah ditorehkan pada daerah ini selama dua periode kepimpinannya, tetap akan dilanjutkan, tidak boleh putus. Ia yakin, kalau generasi muda yang disiapkannya, apalagi orang birokrasi, visi-misinya paling tidak akan melanjutkan 60 persen visi-misi pemimpin lama. Dengan demikian, lanjut Djobo, maka kesinambungan pembangunan dan kebersamaan tetap ada.

“Kalau orang baru, akan susah. Apalagi teman-teman pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), akan tunggang langgang secara keseluruhan. Jika semuanya orang baru, maka tidak bisa melengkapi apa yang sudah kita letakan sekarang ini. Maka kita semua harus bersepakat, bahwa bagaimanapun juga, memang orang birokrasi punya kekurangan yan cukup banyak, tetapi dia tahu, bagaimana model membangun negeri ini. Orang politisi murni, agak sedikit repot. Bahasa sepotong ini teman-teman pegang, untuk memasuki Pilkada Tahun 2024 yang akan datang,”pesan Djobo.

“Saya nanti sudah di luar, tetapi saya yakin, semua kebersamaan tetap akan kita rajut, dimanapun kita berada. Apakah kita berada di tempat pesta, tempat orang mati, di pasar, di tempat umum lainnya jika kita berjumpa, kita baku tegur seperti biasa. Itulah persaudaraan dan persahabatan. Hidup ini singkat, tetapi persaudaraan itu mahal,”sambung Djobo.

Kesempatan itu, Bupati Alor ke-11 inipun mengingatkan bahwa siapapun orang yang nanti ditunjuk pemerintah pusat untuk menjadi Penjabat Bupati Alor selama kurang lebih satu tahun, harus diberi hormat dan dihargai sebagai pemimpin yang menakhodai daerah ini satu tahun kedepan.

“Kita manusia biasa. Untuk itu, teman-teman, kerja sama dan kekompakan untuk merajut masa depan yang lebih baik, meraih hal-hal yang baik, saya titipkan pada teman-teman. Tidak usah teman-teman saling jual menjual, saling fitnah satu dengan yang lain,”saran Djobo.

Menurutnya, seluruh aparatur birokrasi harus tetap kerja dibawah kendali para pimpinan OPD. Hindari hal-hal yang tidak baik. Pimpinan OPD diingatkannya agar selalu buat hal-hal yang baik. Djobo berpendapat, kalau ada hal-hal kurang baik yang dilakukan pimpinan OPD, maka bawahan yang baik harus memberi masukan dengan cara yang baik.

Hal-hal baik yang telah kita raih, lanjut Djobo, agar dipertahankan dan ditingkatkan. Salah satu prestasi yang disebut Amon Djobo yakni penilaian dari Bada Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang memberi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Alor selama periode kedua kepemimpinan Bupati Amon Djobo dan Wakil Bupati alm.Imran Duru.

“Terima kasih teman-teman di semua OPD yang sepuluh tahun kurang bersama saya, telah membuat hal-hal baik itu untuk negeri ini. Hal-hal yang kurang baikpun pernah kita lakukan, barangkali dengan cara kita sendiri, kita selesaikan masing-masing. Banyak yang mendapat sentuhan pelayanan yang baik, itu adalah nilai tersendiri. Banyak juga yang mungkin saya marah, saya juga mohon maaf kepada teman-teman,”pungkas Djobo. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *