Dari Pendidikan Politik Bagi Kader Gerinda di Alor, Boli: Kader Tak Boleh Berbohong

author
12
7 minutes, 33 seconds Read

alorpos.com –  MENUTUP Tahun 2025, DPD Partai Gerindra Propinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan pendidikan politik kepada para kadernya di Kabupaten Alor. Sebagaimana pantaun media ini, kegiatan Pendidikan politik Kader Partai Gerindra dengan thema: Meneguhkan Ideologi Partai, Membangun Kader Tangguh Berintegritas dan Setia pada Perjuangan Partai, berlangsung pada Rabu (31/12/2025) pagi hingga siang harinya.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten Alor, kawasan Lautingara Kalabahi ini dibuka Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Kabupaten Alor, Mesak Blegur,S.Pi. Hadir Anggota DPRD Propinsi NTT dari Fraksi Partai Gerindra, Soleman Boli Gorangmau,S.T., Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Alor, Yusak Atamau,S.H dan jajarannya, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Alor yang merupakan kader Partai Gerindra, Yermias Karbeka,S.H., sejumlah tokoh masyarakat, Pengurus Anak Cabang dan Ranting Partai Gerindra se-Kecamatan Teluk Mutiara.

Ketua Panitia, Hans Tonu Lema melaporkan  bahwa jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 300 orang dari DPC, Pengurus Anak Cabang dan Ranting Partai Gerindra. Tujuan utama kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman ideologi partai dan wawasan kebangsaan bagi seluruh kader Partai Gerindra di Kecamatan Teluk Mutiara. Selain itu, untuk mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar kader. Momentum tersebut juga untuk memperbaharui semangat perjuangan para kader partai yang didirikan Presiden Prabowo Subiant itu.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor dan semua pihak yang telah mendukung terselenggranya kegiatan ini,”kata Tonu Lema.

Selanjutnya, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Alor, Mesak Blegur,S.Pi didaulat menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan tersebut. Mengawali sambutannya, Mesak menyampaikan salam hormat dari Bupati dan Wakil Bupati Alor kepada jajaran Partai Gerindra Kabupaten Alor.

Mesak Blegur kemudian mengemukakan bahwa pendidikan politik menjadi tanggung jawab pemerintah dan partai politik. Mesak mengakui selama ini Pemkab Alor belum optimal melakukan pendidikan politik  kepada masyarakat karena keterbatasan anggaran, apalagi saat ini ada efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Mesak meyadari bahwa salah satu tugas pokok dan fungsi Badan Kesbangpol yakni membuat kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat, tetapi belum maksimal dilaksanakan. Karena itu, Mesak Blegur atas nama pemerintah daerah Kabupaten Alor, menyampaikan terima kasih kepada partai politik yang membuat kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat.

Kesempatan tersebut, Mesak berpendapat bahwa ada  tiga manfaat dari pendidikan politik yakni; 1). Kesempatan bagi anggota Parpol bisa mendapat informasi tentang kegiatan yang dilakukan kader Parpol di legislatif, serta  membuka wawasan kebangssaan bagi anggota Parpol. 2). Membangun kekuatan solidaritas sesama anggota Parpol. Ia menilai, begitu banyak kader partai Gerindra Kabupaten Alor yang hadir saat kegiatan tersebut, maka ini menunjukkan kekuatan.  3). Pendidikan politik sebagai moment untuk menyiapkan kader-kader terbaik Partai Gerindra untuk legislatif maupun eksekutif.

“Saat ini Partai Gerindra Kabupaten Alor memperoleh 4 kursi DPRD Alor dan sebagai  pemenang kedua.  Pa Boli (Soleman Boli Gorangmau) menjadi Anggora DPRD NTT dengan perolehan suara signifikan. Ini menunjukan kekuatan partai. Mestinya ada juga kader di DPR RI sehingga ini menjadi target dalam mempersiapkan kader Gerindra kedepannya,”saran Mesak Blegur, sembari menilai kegiatan tersebut  memberikan dampak positif dalam kehidupan demokrasi di daerah ini.

Setelah membuka kegiatan ini, Mesak Blegur juga menyampaikan materi bertajuk Pendidikan Politik. Mesak berpandangan, bahwa politik adalah untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkeadilan. Tujuannnya, jelas Mesak, mewujudkan cita-cita nasional, menjaga keutuhan bangsa dan negara, mengembangkan kehidupan demokrasi. Parpol juga menjadi wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya.

“Parpol bukan memperjuangkan kebutuhan pribadi dan kelompok, tetapi kepentingan masyarakat,”tegas Mesak, sembari mengingatkan bahwa Parpol juga wajib menjaga jetika dan budaya politik.

Menurutnya, masysrakat kadang menilai politik itu kotor karena politik tidak menjaga etika, moral dan budaya. Ia juga menekankan bahwa masysrarakat menggunakan hak politiknya tidak hanya selesai di TPS (tempat pemungutan suara), tetapi juga terus mengawalnya sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi.  Lalu aspirasi itu diperjuangkan Parpol melalui kader parpol di legislatif maupun eksekutif.

Untuk itu ia menghimbau masyarakat, agar memilih pemimpin itu dari kader-kader  yang berkualitas, sehingga melahirkan pemimpin yang berkualitas. Dengan pemimpin berkualitas bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, mengurangi stunting dan sebagainya.

“Parpol tidak hanya aktif saat Pemilu, tetapi terus mengontrol dan mengawasi Pemerintah. Parpol juga harus mengkritik, tetapi juga tetap menjaga komunikasi antara Parpol dan pemerintah,”tandas Mesak.

Kader Getindra, lanjut Mesak, haru?s menjadi problem solver (mengatasi masalah)  bukan problem maker (pembuat masalah). Ia menyarankan agar kurangi saling curiga dalam berpolitik, lebih banyak membangun dialog, siap menerima perbedaan dan pandangan politik orang lain, agar tidak menimbulkan konflik.

Iapun menyoroti generasi muda menjadi kelompok pemilih terbesar, sehingga harus terus mendapat pendidikan politik yang baik, agar partisipasi generasi muda dalam Pemilu terus meningkat, baik sebagai pemilih maupun sebagai peserta Pemilu di Pemilu legislatif atau calon pemimpin di eksekutif.

“Maka pendidikan politik bagi generasi muda, termasuk menjangkau anak-anak sekolah menjadi penting. Hal ini juga untuk membangun sikap kritis dan rasional,”ujar Mesak.

Parpol juga, demikian mantan Sekretari Dinas Perikanan Kabupaten Alor ini, ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Ia mencontohkan,  sosok Soleman Boli Gorangmau yang  selalu untuk mendamaikan warga yang bertikai, sebagai wujud dari tanggungjawab politik. Parpol juga melalui wakilnya di legilslatif akan membuat Uundang-Undang, Perda, dan bersama pemerintah menjalankan pemerintahan. Menurutnya, bantuan keuangan Parpol yang diberikan Pemerintah kepada Parpol itu salah satu tujuannya untuk biaya pendidikan Politik.

Mesak kemudian menyampaikan kabar gembira, bahwa di Kabupaten Alor selama ini bantuan untuk Parpol dengan nilai  Rp 1.500/suara, sedangkan di daerah lain sdh Rp 10.000 –Rp 15.000/suara sah. Tetapi berkat perjuangan bersama, maka Tahun 2026 sudah naik menjadi Rp 4.500/suara sah Parpol di Kabupaten Alor pada Tahun 2026. Menurutnya hal itu sesuai kajian Pemkab Alor bersama Universitas Tribuana Kalabahi dan telah disetujui Gubernur NTT.

Sementara itu, salah satu Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Kabupaten Alor yang juga Anggota DPRD Propinsi NTT, Soleman Boli Gorangmau,S.T., menyampaikan materi pendidikan politik yang lebih menekankan pada bagaimana menjadi kader partai yang baik. Menurut Boli, tanpa ideology yang kuat, partai mudah kehilangan jati diri.

“Ideologi bukan slogan, tetapi nilai yang dihidupi dalam tindakan nyata. Ideologi partai sebagai pedoma kader. Karena itu seorang kader tidak boleh menyimpang dari ideologi partai itu sendiri,”tegas Boli.

Salah satu politisi senior Partai Gerindra Alor ini menekankan  bahwa sebagai kader partai harus mampu bekerja sama, tidak boleh ada perbedaan. Kader harus mampu meluruskan kesalahpahaman dalam kehidupan. Boli mengingatkan, jangan sampai seorang kader hadir lalu terjadi perpecahan. Baginya itu tidak boleh terjadi.

“Indikator harus kita pakai. Kalau dia (kader) hadir menjadi perpecahan, untuk apa dia hadir. Atau konflik apapun, kalau dia (kader) hadir, minimal membawa damai. Ini kader-kader yang kita pakai, kita lihat kedepan. Dan untuk Alor kita butuh seperti itu.Kader harus taat pada ideologi partai dan berintegritas, jujur, bermoral dan dapat dipercaya, tidak boleh berbohong,”tandas Boli.

Ia menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi setiap kader Partai Gerindra harus berusaha untuk menjadi lebih baik. Menurutnya, tidak mudah bagi seseorang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat diatas kepentingan dirinya. Sebagai wakil rakyat di DPRD Propinsi NTT, Boli mengaku memikul tanggungjawab yang besar bagi daerah ini. Karena itu dia memutuskan untuk selalu bersidang di Kupang (Kantor DPRD NTT) tetapi tinggal di Alor agar terus memperjuangkan kebutuhan daerah ini.

Boli mencontohkan, bagaimana ia ikut berjuang agar ada alokas anggaran pada Dinas PUPR Propinsi NTT untuk membiayai pembangunan ruas jalan propinsi di Kabupaten Alor. Hasilnya, ada alokasi dana dari APBD NTT pada Tahun Anggaran 2025 sebedar Rp 8 Milyar untuk pembangunan ruas jalan Watatuku-Mataraben senilai Rp 3 Miliar dan ruas Kalabahi-Kokar sebesar Rp 5 Miliar. Sedangkan untul ruas jalan Baranusa-Puntaru dan ruas jalan Beangonong-Boloang sedang diperjuangkannya.

Lebih jauh Boli mengemukakan, bahwa menjadi kader prosesnya panjang, harus melalui tahapan, mulai dari sebagai simpatisan, kemudian  loyal dan perlu diedukasi. Tidak saja simpatisan datang jadi kader langsung (menduduki jabatan di partai), tetapi itu bisa saja untuk kader terhormat.

“Bisa saja, itu kader terhormat. Penghormatan politik itu juga ada. Biasa dilakukan semua partai politik, dan Partai Gerindra melakukan hal itu,”ungkap Boli Gorangmau.

Fungsi kader, sambung Boli, sebagai penggerak di lapangan, harus cekatan dalam melihat persoalan-persoalan masyarakat. Jangan sampai, ujar Boli, ada persoalan di tengah masyarakat, tetapi kader partai diam saja, tak perduli, atau malah ikut membuat perpecahan.  Kader tidak boleh terprovokasi, tetapi kehadirannya membuat kedaan menjadi lebih baik. Kader juga, lanjut Boli, harus menjadi jembatan antara rakyat dengan partai politik. Untuk itu, kader harus punya banyak waktu untuk masyarakat. Jangan sampai seorang kader lebih mementingkan dirinya lalu melupakan waktunya untuk masyarakat.

“Kader harus punya banyak waktu yang banyak dengan rakyat,supaya bisa tahu persioalan rakyat dan memperjuangkannya,”pesan Boli, sembari mengingatkan bahwa perjuangan panjang Partai Gerindra yang didirikan Prabowo Subianto untuk kepentingan rakyat, sehingga setiap kader harus mengikuti  dengan baik, agar kader Gerindra tetap dipercaya masyarakat.    (ap/linuskia)  

Similar Posts

12 Comments

  1. avatar
    website erstellen lassen says:

    Really great read — I appreciate how clearly you explained the importance of local online presence for businesses today. It’s a topic many companies overlook, i find it very interesting and very important topic. can i ask you a question? also we are recently checking out this newbies in the webdesign industry., you can take a look . waiting to ask my question if allowed. Thank you

  2. avatar
    webdesign service says:

    Really great read — I appreciate how clearly you explained the importance of local online presence for businesses today. It’s a topic many companies overlook, i find it very interesting and very important topic. can i ask you a question? also we are recently checking out this newbies in the webdesign industry., you can take a look . waiting to ask my question if allowed. Thank you

  3. avatar
    Brendan Jaekel says:

    Woah! I’m really loving the template/theme of this website. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s very hard to get that “perfect balance” between superb usability and appearance. I must say you have done a very good job with this. Additionally, the blog loads very fast for me on Internet explorer. Outstanding Blog!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *