Cegah Stunting, Lakalena Bilang Bapak dan Bayi Jangan Rebutan Puting Susu Ibu

author
3 minutes, 50 seconds Read

alorpos.com__WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lakalena,S.Si.Apt., melakukan kegiatan Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting (anak kerdil/pertumbuhan tak normal) Wilayah Khusus di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumad (11/8/2023).

Kesempatan tersebut Melki Lakalena mengemukakan bahwa persoalan stunting menjadi salah satu fokus perhatian Pesiden RI, Joko Widodo, sehingga semua pihak perlu kerja bersama-sama.

“Pesan Presiden Jokowi, bahwa urusan stunting ini kerja bersama semua pihak, bukan hanya pemerintah. Ini sama dengan kita mengurus pandemi Covid-19. Kita kerja sama-sama dan Covid bisa selesai, maka stunting juga sama,”tandas Lakalena.

Pemerintah mulai dari pusat hingga ke desa/kelurahan, juga pihak swasta, jelas Lakalena, perlu bekerja sama, dan menjadi ujung tombak adalah BKKBN.

“Saya mau fokus terkait dengan urusan stunting ini, kita punya waktu pada 1000 hari pertama kehidupan. Itulah waktu emasnya kita untuk mengurus anak-anak bayi kita agar tumbuh sehat. 1000 hari itu mulai dihitung sejak sembilan bulan berada di dalam perut, lahir hingga berusia kurang lebih dua tahun,”jelas Lakalena.

Peserta Kegiatan Promosi KIE dan Percepatan Penurunan Stunting di Aula Hotel Kenari Kalabahi

Dalam rentang waktu 1000 hari pertama itu, lanjut Lakalena, bayi-bayi harus diberi makanan bergizi. Urusan makan minum ini, demikian Lakalena, harus utamakan bagi ibu-ibu hamil dan balita. Budaya kita di Indonesia Timur, termasuk NTT ini, lanjut Lakalena, laki-laki makan duluan. Padahal menurutnya ibu hamil dan menyusui itu paling butuh gizi untuk dirinya dan bayinya.

“Jadi tolong kalau kita punya anak kandung, anak mantu, atau keponakan di rumah ada yang hamil, maka tolong atur dia punya makan minum yang baik. Tidak perlu lihat dia hamil karena sudah nikah atau belum, itu urusan gereja, urusan masjid dan lainnya. Intinya yang sedang hamil itu tetap harus diurus dengan baik, jangan beda-bedakan karena anak dalam kandungan itu tidak berdosa,”tegas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT ini.

Ketika anak sudah lahir, lanjut Melki Lakalena, harus ada gerakan untuk mengamankan air susu mama untuk bayinya. Lakalena berpendapat, bahwa semua yang sudah menjadi orang itu, karena minum air susu ibu. Menurutnya, makanan bayi saat lahir itu hanya ASI (air susu ibu) dari mamanya, tidak ada lain yang lebih bagus dari air susu mama.

Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lakalena dan Tuti, pejabat dari BKKBN Provinsi NTT saat membawakan materi terkait stunting

“Sehingga kita harus menggerakan bahwa amankan puting susu ibu bagi bayi selama enam bulan. Puting susu sa. Saya omong ini bukan jorok, bukan porno. Saya omong di Aceh model begini. Saya omong di Papua model begini, karena ini bukan jorok, bukan porno. Ini ilmu pengetahuan yang kita praktekan. Jadi minimal selama enam bulan sejak lahir, puting susu dia pung mama punya tu, fokus kasih dia pung anak sa. Dia pung bapak bisa di wilayah lain yang diurus. Karena terkadang dia (bayi) pung bapak sonde sabar karena bilang su tahan lama na,”tandas Melki Lakalena dalam dialeg Kupang, disambut aplaus dan tawa hadirin.

Menurut Melki, selama enam bulan pertama itu, bapak-bapak harus mengalah dengan bayinya.

“Saya selalu bilang dimana-mana, bahwa urusan air susu ibu ini, dia pung bapak dan anak tidak boleh baku rebut. Apalagi kalau bapak itu perokok dan suka miras (minuman keras), maka selama istri menyusui bayi, tolong bapak-bapak perokok dan peminum miras juga tertib diri. Sekali lagi saya omong terbuka tetapi bukan jorok, bukan porno. Bapak-bapak yang perokok dan suka minum miras ini, kalau mau nikmati istri punya puting susu juga, tolong sikat gigi bersih baru pi situ. Jangan mulut masih bau rokok dan miras, pigi totok mama punya puting susu maka jadi bau rokok dan bau miras, lalu saat bayi mau minum susu ibunya tapi bau rokok dan miras, sehingg bayi tidak mau lagi isap susu ibu. Ini kan kasihan,”tandas Lakalena.

Peserta kegiatan yang antusias mendengar penjelasan tentang pencegahan stunting

Bahkan Lakalena berpendapat, bahwa suatu tindakan pada saat orang habis melahirkan, bayi ditengkurapkan di perut ibunya, dekat puting susu maka secara alamiah atau spontan, si bayi akan mengisap puting susu ibunya karena ASI pertama itu punya nilai gizi paling tinggi. ASI pertama itu, ujar Lakalena, akan memberi imunitasi tubuh yang tinggi bagi bayi, serta ikatan antara ibu dan bayinya semakin kuat.

Untuk diketahui, kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Kenari Kalabahi ini dihadiri pula Bupati Alor, Drs.Amon Djobo,M.A.P., Bupati Alor periode 1999-2009, Ir.Ansgerius Takalapeta, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Alor, Azer D.Laoepada,SM.,SH., Kepala BKKBN Kabupaten Alor, Syaifudin I.Djawa,SH dan pejabatan dari BKKBN Provinsi NTT. Kurang lebih 1000 peserta dari berbagai kalangan hadir memenuhi aula hotel milik alm.Budha Gautama itu. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *