alorpos.com – PRAY FOR FLORES (Berdoa Untuk Flores). Demikian isi tulisan semua spanduk/baliho yang diusung puluhan kontingen peserta Pawai Carnaval dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) Ke-81 Tahun 2026 di Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026) sore hingga menjelang malam.

Ribuan peserta carnaval pun mengenakan pakaian warna hitam atau gelap, tanpa marching band dan atraksi apapun, sebagai wujud solider terhadap warga di Pulau Flores dan sekitarnya yang tertimpa bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter pada Sabtu (15/78/2026), dimana sesuai data BNPB sudah 68 orang meninggal dunia, dan 213 orang mengalami luka parah.
Dalam kegiatan ini, peserta carnaval, baik itu anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK, mahasiswa, para ASN, TNI, POLRI, paguyuban dan masyarakat umum secara suka relah memberikan donasinya sebagai wujud kepedulian untuk korban gempa bumi Flores.
Total donasi yang berhasil terkumpul dari aksi tersebut, sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., didampingi Sekda Alor, Melki Bely,S.Sos.,M.Si., dan Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor, Obeth Bolang,S.Sos.,M.A.P., dalam bentuk uang sebanyak Rp 60.048.500 (enam puluh juta empat puluh delapan ribu lima ratus rupiah), serta pakaian anak-anak dan orang dewasa sebanyak satu koper besar.
Jumlah donasi tersebut menurut Wabup Rocky Winaryo, telah diserahkan Pemerintah Kabupaten Alor kepada BPBD setempat dan selanjutnya akan segera dikirim ke Flores.
Pantauan media ini, aksi tulus ribuan peserta carnaval di Alor sangat luar biasa peduli dengan sesama saudaranya di Pulau Flores. Dengan nyala liliin di tangan, ribuan warga berbaju hitam yang memadati alun-lun Kota Kalabahi larut dalam doa berantai oleh empat pemuka agama untuk para korban gempa bumi Flores.

“Hari ini kita tidak sekedar berjalan (carnaval). Hari ini kita menyatakan bahwa Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Alor berdiri untuk membantu saudara-saudara kita di Flores. Kita adalah orang bersaudara. Duka Flores adalah duka dan air mata kita juga. Kesejahteraan mereka adalah kesejahteraan kita semua, dan penderitaan mereka adalah panggilan bagi kita untuk peduli. Maka Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh masyarakat untuk solider dan berdonasi bagi saudara-saudara kita yang sementara menderita di Flores. Dari Alor, Gerbang Timur Nusantara, kita kirimkan pesan kepada saudara-saudara kita di Flores bahwa kami ada bersamamu. Terima kasih kepada kita semua yang sempat berpartisipasi hari ini,”kata Sekda Alor, Melki Bely dalam aksi dimaksud. (ap/linuskia)