alorpos.com – PANITIA Seleksi (Pansel) Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Nusa Kenari, Kabupaten Alor terdiri dari lima orang hebat yang bobot bebetnya tak diragukan. Lihat saja, ada dua doktor dari Universitas Tribuana Kalabahi, yakni Dr.Fredrik Abia Kande,S.Pd.,M.Pd., dan Dr.Hermayanti Mantaon,S.E.,M.M., serta praktisi hukum senior, Yusak Tausbele,S.H.,M.Hum., mantan Pj.Sekda Kabupaten Alor, Obeth Bolang,S.Sos.,M.A.P., dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, Dominikus N.Salmau,S.T.
Setelah melakukan penilaian masing-masing melalui beberapa tahapan seleksi, maka lima anggota Pansel itu menggelar rapat musyawarah untuk menentukan siapa-siapa yang dianggap paling layak untuk disampaikan kepada Bupati Alor. Sebagaimana diwartakan media ini sebelumnya, bahwa ada dua nama yang direkomendasikan kepada Bupati Alor, Iskandar Lakamau,S.H.,M.Si., yakni Andreas Gomang,S.Sos.,M.Si., dan Melki Tubatonu,S.E.
Selanjutnya, dengan hak prerogatifnya, Bupati Alor memilih satu nama yang dianggap paling layak untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Perumda Air Minum Nusa Kenari. Informasi terakhir yang diperoleh media ini dari sumber layak percaya di Kantor Bupati Alor, Selasa (26/5/2026), bahwa Bupati Alor, Iskandar Lakamau baru saja melingkar satu nama, yakni Melki Tubatonu,S.E., setelah mempertimbangkannya secara matang.
“Tadi barusan, saya juga sempat lihat pak bupati sudah lingkar nama Melki Tubatonu,” kata sumber yang juga punya andil besar dalam mengantarkan Is The Rock menjadi Bupati dan Wakil Bupati Alor itu.

Lantas bagaimana dengan informasi melalui media sosial yang mengarah ke Melki Tubatonu diduga masih punya ikatan sebagai pengurus partai politik yakni Partai Hanura? Tak hanya itu, Melki juga dianggap sebagai mantan Direktur PDMH yang diduga ikut berperan mengakibatkan PDMH pailit atau bangkrut dan tak beroperasi lagi saat ini.
Hasil penelusuran media ini, menyebutkan Melki Tubatonu sudah memperlihatkan bukti-bukti surat, bahwa dia tidak lagi sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Alor. Nama Melki Tubatonu juga, menurut sumber media ini, tidak ada dalam Surat Keputusan tentang kepengurusan DPC Partai Hanura Kabupaten Alor yang saat ini diketuai Hermanto Djahamouw,S.H.
Sedangkan tudingan oknum tertentu bahwa Melki Tubatonu juga ikut berperan kebangkrutan PDMH saat menjadi salah satu direktur perusahaan tersebut, juga terbantahkan karena Melki Tubatonu saat itu mengundurkan diri sebagai Direktr PDMH karena maju sebagai Calon Anggota DPRD Kabupaten Alor. PDMH juga pailit bukan di jaman Melki Tubatonu masih sebagai salah satu Direktur PDMH.
Dengan demikian, jika Bupati Alor, Iskandar Lakamau sudah memilih satu nama, dan jika benar nama itu adalah Melki Tubatonu, maka tentu akan ditindak lanjuti instansi teknis hingga terbitnya Keputusan Bupati Alor, dan penentuan hari pelantikan Direktur Perumda Air Minum Nusa Kenari Alor, yang saat ini punya 29 karyawan. (ap/linuskia)