Berkat Aspirasi Adriano Padama, Mentan Terjun Ke Alor dan Janji Percepat Percepat Intervensi Pertanian Nusa Kenari

author
2 minutes, 45 seconds Read

alorpos.com – KEBERANIAN Mahasiswa Baru Universitas Dipenegoro (UNDIP) Semarang asal Kabupaten Alor, Adriano Padama alias Dede Padama yang menyampaikan aspirasinya saat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kuliah umum di kampus ini, menjadi berkat bagi daerahnya Nusa Kenari.   

Buktinya Mentan Andi Amran langsung terjun ke Kabupaten Alor pada Sabtu (8/8/2026) untuk melihat dari dekat berbagai keterbatasan yang diangkat Dede Padama, sekaligus memberikan bantuan dalam  mempercepat intervensi sektor pertanian di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penguatan pangan jangka pendek hingga pengembangan komoditas perkebunan jangka panjang disiapkan untuk menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat  kuliah umum di Undip Semarang, Kamis (6/8/2026),  Adriano Padama menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Alor, mulai dari harga dan distribusi beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian.   Aspirasi tersebut mendorong Amran untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan potensi pertanian di Alor. Bahkan, ia mengaku membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta agar dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Kami langsung turun, kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” ujarnya.

   

Menurut Amran, aspirasi yang disampaikan Adriano menjadi pengingat bagi pemerintah mengenai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di daerah.

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi, saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat, mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” ucap Amran.    

Di Alor, Amran meninjau sejumlah lokasi serta berdialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Dari hasil peninjauan tersebut, dia menegaskan pengentasan kemiskinan menjadi salah satu sasaran utama intervensi Kementerian Pertanian. Amran menilai sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat Alor. Karena itu, intervensi dilakukan secara bersamaan, mulai dari memastikan kebutuhan pangan. Hingga membangun sumber pendapatan masyarakat melalui komoditas perkebunan.

“Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan (alat dan mesin pertanian) dan pompa kita siapkan. Setelah itu kita bangun tanaman jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan mete,” katanya.

Untuk kebutuhan pangan, Amran memastikan ketersediaan beras di Alor harus aman dengan harga yang terjangkau. Ia meminta Bulog memastikan stok beras tetap tersedia dan melakukan operasi pasar apabila diperlukan.

“Beras sudah aman, sudah ada di gudang, harganya harus sama dengan Jakarta, sekitar Rp13 ribu. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membeli beras dengan harga Rp25 ribu atau Rp30 ribu. Kalau dibutuhkan, Bulog lakukan operasi pasar,” katanya.

Selain beras, Kementan menyiapkan dukungan berupa benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa untuk mempercepat produksi pangan. Khususnya di lahan yang memiliki sumber air. Dalam kunjungan tersebut, Amran juga menambah dukungan alsintan dan pompa sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat.

Untuk jangka panjang, Amran mendorong pengembangan komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alor, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat karena dapat memberikan hasil dalam jangka panjang.

“Kita targetkan tanaman minimal 10 ribu hektare di Alor. Kalau satu hektare dikelola satu keluarga, berarti ada 10 ribu keluarga yang mendapat sumber penghasilan. Dengan asumsi satu keluarga terdiri atas empat orang, maka sekitar 40 ribu masyarakat Alor dapat merasakan manfaat dari program pengembangan komoditas tersebut. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *