alorpos.com – BUPATI Alor 2014-2024, Drs.Amon Djobo tutup usia pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 17.00 Wita di RSD Kalabahi. Sebagai salah satu tokoh publik NTT yang sudah menasional berkat gaya kepemimpinannya yang fenomenal dan flamboyan, ucapan duka cita datang dari berbagai arah, baik dalam maupun luar daerah.
Tak sedikit pula yang bertanya-tanya apa penyebab kematian sosok yang selalu bicara lugas, tegas bahkan keras diselingi guyonan khasnya itu. Karena punya riwayat sakit jantung dan pernah dilarikan dengan pesawat carteran dari Kalabahi ke Kupang, maka dugaan kuat ini menjadi penyebab.
Tetapi istri tercinta, Dra.Beth Isdiani Djobo yang selalu setia mendampingi dalam setiap suka duka perjalanan hidup dan karya pencetus program Gemma Mandiri dalam spirit Tancap Gas itu punya kisah tersendiri di hari-hari terakhir, bahkan detik terakhir hidup Amon Djobo.
Kepada alorpos.com, Kamis (26/3/2026) malam di samping peti jenasah suami terkasih, ibu Beth mengisahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir ada permintaan ayah dari Pdt.Tessa Djobo,S.Th.,M.Si ini, yang seakan memberi isyarat bahwa waktunya untuk pulang menghadap panggilan Ilahi sudah dekat.

“Beberapa hari belakangan ini bapak memang suruh keluarga yang biasa membersihkan rumah dan pekarangannya untuk membersihkan kuburan yang sudah dipersiapkan. Sudah sejak tahun lalu bapak sudah buat kubur, katanya sebagai persiapan kalau sudah tiba waktunya, tetapi untuk sementara menjadi tempat doa keluarga,”kisah ibu Beth, didampingi ponaan dekatnya, Ina Djobo.
Ditanya terkait informasi bahwa sosok yang mempopulerkan tagline Alor Tanah Terjanji, Surga di Timur Matahari ini sempat terjatuh sebelum dilarikan ke RSD Kalabahi, ibu Beth membenarkannya. Tetapi ia mengemukakan bahwa mendiang jatuh saat menuruni tangga sambil memikul jagung seberat 10 Kg sejak Senin (22/3/2026) malam.
“Bapak sempat jatuh pada hari Senin (23/3/2026). Saat itu bapak lihat stok jagung untuk makanan ayam peliharaannya habis, sehingga bapak menelopon saudara untuk mengantar jagung 10 Kg. Padahal waktu itu sedang hujan angin, bapak suru antar jagung. Setelah menerima jagung tersebut, dia pukul jagung 10 kilo itu turun tangga. Tetapi mungkin tidak lihat bae-bae anak tangga, sehingga belum sampai tanah, bapak pikir sudah sampai akhirnya jatuh, lalu kena tendes jagung 10 Kg. Tetapi setelah itu beliau baik-baik saja,”kisah ibu Beth.
Sampai hari Rabu (25/3/2026), sambung dia, mendiang suaminya masih sempat tanam kelapa dan mahoni. Kamis pagi mengeluh badan agak panas seperti demam sehingga pihaknya memanggil dokter untuk periksa, tetapi tidak sakit parah apa-apa.
“Sekitar jam tiga sore masih omong ke saya bahwa mungkin malaria, tetapi sekitar jam empat lewat beliau drop sehingga dilarikan ke RSD Kalabahi, tetapi sekitar jam lima sore, bapak menoleh lihat saya, tidak omong apa-apa, hanya kedua bola matanya memerah, kemudian tak lagi bergerak dan menghembuskan napas terakhir,”tutur ibu Beth terisak.
Drs.Amon Djobo memang sosok pekerja keras dan displin tinggi. Dia paling tak suka melihat orang yang malas-malasan, membuang waktu dengan hal-hal yang tak bermanfaat, pencinta lingkungan yang asri dan bersih, serta hobi beternak. Karena itu, setelah mengakhir masa tugasnyua sebagai Bupati Alor selama dua periode, selain aktif pada beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan, ia juga rajin menata lingkungan tempat tinggalnya di Aikoli, Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. Aneka jenis tanaman tumbuh subur, serta memelihara ayam kampung dan sejumlah jenis burung menjadi bagian dari kesehariannya.
Kini semuanya telah berakhir, meninggalkan berjuta kenangan di hati rakyat Kabupaten Alor yang pernah dipimpinnya selama sepuluh tahun.
Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Alor berduka. Ucapan duka cita membanjiri jagat maya melalui berbagai platform media sosial. Warga Kalabahi dan sekitarnya, termasuk para pejabat Pemkab Alor, dalam tempo singkat sudah memenuhi pelataran rumah sakit pada Kamis (26/3/2026) menjelang malam untuk melihat kondisi mantan pemimpinnya yang fenomenal itu. Ribuan warga dari berbagai kalangan turut mengantar jenasah mendiang Amon Djobo ke rumah duka di Aikoli, Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara.

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H bersama ibu Lidya Winaryo Siawan, serta Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar dan ibu melayat ke rumah duka sebagai wujud penghormatan kepada almarhum Amon Djobo. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Alor menyampaikan kepada keluarga bahwa jika berkenan, maka Pemkab Alor akan memakamkan mendiang mantan Bupati Alor, Amon Djobo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Malua Galiau, Batunirwala Kalabahi.
Wabup Rocky Winaryo kepada media ini di rumah duka, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 21.30 Wita mengatakan, dengam mempertimbangkan jasa-jasa almarhum serta memperhatikan masukan dari DPRD dan sejumlah elemen, maka Pemkab Alor meminta kepada keluarga, agar jenasah mendiang Bupati Alor Periode 2014-2024, Drs.Amon Djobo,M.A.P., dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Tetapi, jelas Rocky, pihak keluarga mengatakan bahwa mendiang mantan bupati Amon Djobo sudah menyiapkan sendiri makamnya di sekitar rumah kediaman sehingga pihak keluarga tetap melaksanakan pesan almarhum.
Meski begitu, lanjut Wabup Rocky, Pemerintah Kabupaten Alor tetap memberi penghormatan yang tinggi atas jasa-jasa mendiang Amon Djobo, sehingga pada Jumad (27/3/2026) menaikkan bendera merah putih setengah tiang di Kantor Bupati Alor serta kantor-kantor pemerintah lingkup Pemkab Alor. Hal itu pula sebagai wujud rasa berkabung atas meninggalnya seorang mantan Bupati Alor yang telah banyak berjasa bagi daerah ini

Drs.Imanuel Djobo (kanan)
Hal senada dikemukakan Ketua DPRD Alor Paulus Brikmar. Menurut Brikmar ada suara hati dari sejumlah tokoh masyarakat, maka dia berkoordinasi dengan Wakil Bupati Alor, karena almarhum Amon Djobo merupakan seorang tokoh, birokrat senior dan Bupati Alor dua periode yang dinilai sangat berjasa, sehingga layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Tetapi karena mendiang sudah memepersiapkan makamnya sendiri, maka niat Pemkab Alor itu tak bisa dipenuhi pihak keluarga, sebagaimana dikemukakan Drs.Imanuel Djobo,M.Si.
“Kami keluarga mengucapkan limpah terima kasih atas perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD Alor terhadap orang tua kami untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Tetapi karena ini pesan almarhum, sehingga kami sebagai anak-anak wajib melaksanakan amanat almarhum untuk dimakamkan di pemakaman keluarga yang sudah beliau persiapkan sebelum meninggal,”ujar El Djobo. Sesuai rencana keluarga, mendiang mantan Bupati Alor Amon Djobo akan dimakamkan pada Sabtu (28/3/2026) di pemakaman keluarga. (ap/linuskia)