Bappelitbang Alor Sebut Ruas Jalan Yang P1 di Tahun 2022. Usul Lingkar Selatan JSN

author
4 minutes, 35 seconds Read

KEPALA Badan Perencana Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Alor, Obeth Bolang,S.Sos mengaku telah diarahkan Bupati Alor, Drs.Amon Djobo agar memperhatikan kebutuhan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur pada semua wilayah di daerah ini pada Tahun 2022 mendatang.
Hal ini dikemukakan Obeth saat didaulat menyampaikan garis besar program kegiatan pembangunan yang direncanakan kepada warga Kecamatan Pureman di Peitoko, Selasa (14/9/2021) lalu, saat pembagian dana Bantuan Khusus Keuangan (BKK) kepada warga Desa Kailesa. Saat itu, Obeth menyebut sejumlah ruas jalan yang masuk dalam kategori prioritas satu (P1) untuk dikerjakan pada Tahun 2022 mendatang, salah satunya ruas jalan Lantoka-Peitoko, yang masih tersisa. Selain itu, ujar Obeth, untuk ruas Bukapiting, ibu kota Kecamatan Alor Timur Laut, menuju Apui, ibukota Kecamatan Alor Selatan, juga harus diperbaiki pada Tahun 2022.
Sementara itu, lanjut Obeth, ruas jalan dari Subo-Manmas, Manmas-Lela, Lela-Langkuru Utara juga harus diprioritaskan pembangunannya. Demikian pula, ujar Obeth, untuk ruas jalan Lelahomi-Mainang lewat Luba, juga bupati Djobo sudah perintahkan untuk diprioritaskan Bappelitbang dalam perencanaan pembangunan Tahun 2022.
Kemudian, lanjut Obeth, ruas jalan dari Petleng hingga Bagalbui menuju ke Eibeki yang tersisa sekitar 1 Km, juga sudah diperintahkan bupati Djobo agar menjadi salah satu prioritas pembangunannya di tahun 2022.
“Termasuk lanjutan pembangunan jalan ruas Moru-Maiwal-Buraga. Karena ke Buraga itu, Kecamatan Abad Selatan yang merupakan kecamatan baru di Kabupaten Alor sehingga Pemkab Alor harus membangun sejumlah infrastruktur pendukung, seperti sarana dan prasarana pemerintahan serta akses jalan ke Abad Selatan,”tandas Sektertari LPPD Kabupaten Alor ini.

Kepala Bappelitbang Alor, Obeth Bolang saat memaparkan program kegiatan pembangunan infrastruktur di Tahun 2022 kepada warga Kecamatan Pureman di Peitoko.

Kemudian, demikian Obeth, atas komunikasi yang baik sekali dengan Gubernur NTT Viktor B.Laiskodat) dan beberapa kementrian di pusat, sehingga pada Tahun 2021/2022 juga mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan ruas jalan propinsi di daerah ini. Jika dihitung untuk dua tahun anggaran belakangan ini, kata Obeth, nilanya mencapai Rp 100 Milyar. Termasuk juga, ujar Obeth, ruas jalan nasional Kalabahi-Taramana-Maritaing, maka kewajiban pemerintah pusat mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk perawatan dan perbaikannya.
“Yang menggembirakan lagi, pa bupatri sudah arahkan untuk merencanakan pembangunan jalan Lingkar Selatan Pulau Alor, untuk diusulkan menjadi Jalan Strategis Nasional (JSN) kepada pemerintah pusat,”tandas Obeth.
Karena, jelas Obeth, pembangunan jalan Lingkar Selatan Pulau Alor itu membutuhkan anggaran yang besar, sedangkan kemampuan keuangan daerah terbatas. Menurutnya, ruas jalan dari Maritaing ke Peitoko sekitar 40-an Km merupakan Prioritas Satu (P1) dalam perencanaan Jalan Strategis Nasional. Sedangkan P2 untuk ruas Peitoko-Mademang-Tribur-Buraga, sehingga terkoneksi dengan ruas jalan Mataraben-Watatuku Kalabahi yang merupakan Jalan Propinsi.
“Jadi Lingkar Selatan Pulau Alor dari Maritaing sampai ke Mataraben sepanjang kurang lebih 200 Km, sedang diusulkan masuk menjadi Jalan Strategis Nasional. Kalau itu sudah terkonek dengan baik, maka hampir semua wilayah sudah terhubung di masa pemerintahan Bupati Alor, bapak Amon Djobo dan wakil bupati, bapak Imran Duru, sampai 2024. Karena itu mohon dukungan doa bapak/ibu semua,”himbau Obeth.

Bupati Alor, Amon Djobo menyalami warga Desa Kailesa penerima Bantuan Khusus Keuangan Tahun 2021 sebesar Rp 200 juta kepada 44 Kk

Dia juga menginformasikan pembangunan sejumlah sektor lainnya yang telah dikerjakan diantaranya pembangunan gedung Puskesmas dengan konstruksi dua lantai di semua wilayah, termasuk di Lantoka-Alor Timur. Tahun 2021 ini, papar Obeth, sedang dibangun Puskesmas Mebung di Alor Tengah Utara dan Puskesmas Alor Kecil di Alor Barat Laut. Tahun 2022, kata Obeth, akan dibangun lagi lima Puskesmas yang tersisa, antara lain Puskesmas Lawahing di Kecamatan Kabola, Puskesmas Kabir dan Puskesmas Tamalabang di Pantar.
Sedangkan untuk sarana pendidikan, sambung Obeth, yang ditangani Kementrian Umum pada bulan Oktiober 2021 ini, ada sekitar 30-an sekolah untuk penanganan bencana, paska badai Siklon Tropis Seroja yang melanda sebagian wilayah Propinmsi NTT, termasuk Alor pada awal April 2021 silam.
“Hal ini karena ada komunikasi yang baik antara Bupati Alor dengan Gubernur NTT dan Kementrian/Lembaga terkait di pusat, sehingga beberapa hari setelah badai Seroja, berbagai program penanganan bencana melalui Kementrian PUPR langsung turun tangan,”ujar Obeth.
Sehingga ia mencontohkan sedang ada pembangunan sejumlah jembatan yang rusak saat ini, seperti Jembatan Irawuri sebagai jembatan terpanjang di Alor yakni panjang 90 meter, Jembatan Padang Panjang, Jembatan Taramana, termasuk di Tuleng dan Benlelang. Kemudian, kata Obeth, pembangunan Bendungan Lembur di Tuleng, di Bukapiting, Mainang, dan Malaipea yang sedang dikerjakan Kementrian PUPR.

Pantai Peitoko yang indah, membentang di depan Kantor Camat Puremann

Sedangkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ungkap Obeth, sedang dalam proses penanganan bagi keluarga korban yang rumahnya rusak berat, akan mendapat bantuan sebesar Rp 50 Juta, rusak sedang sebesar Rp 25 Juta dan rusak ringan sebesar Rp 10 Juta.
Ada beberapa lokasi kawasan pemukiman yang terkena bencana Seroja seperti di Lipang, Pido, Lela, Kelaisi Tengah dan Malaipea yang hendak direlokasi, tetapi Obeth menjelaskan bahwa masih terkendala dengan kawasan hutan lindung. Sehingga, jelas Obeth, Pemkab Alor masih dalam proses untuk mendapat ijin dari Menteri terkait, sehingga prosesnya panjang. Karena itu, kata dia, bupati Djobo sudah mengarahkan sehingga relokasi tersebut nanti melalui BNPB.
“Jadi tidak benar kalau ada yang isukan bahwa pemerintah kurang serius bekerja menangani bencana Seroja. Semua proses sedang dilaksanakan,”pungkas Obeth.
Sementara itu, Bupati Alor, Drs.Amon Djobo dalam sambutannya di Peitoko menegaskan, bahwa tahun 2022 mendatang, ruas jalan Lela-Langkuru Utara dibangun sambung, termasuk Masmur-Purnama. Mengenai rencana ruas jalan Lingkar Selatan Pulau Alor dari Maritaing ke Mataraben (sekitar 200-an Km) yang diusulkan menjadi Jalan Strategis Nasional, bupati Djobo menekankan bahwa dia akan beusaha mewujudkan itu.
“Soal pembangunannya dimulai pada jaman siapa yang menjadi bupati Alor nanti, tetapi upaya mengusulkan menjadi jalan Strategis Nasional tetapi saya usahakan untuk bisa disetujui pada masa saya. Wilayah Selatan juga daerah perbatasan sehingga menjadi nilai tawar kita,”tegas Djobo. (ap/linuskia)

 

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *