alorpos.com – POLA penanganan sampah pada tiga pasar dalam kota Kalabahi, Kabupaten Alor, yakni Pasar Inpres Lipa, Pasar Kota Lama di Kampung Cina, serta Pasar Rakyat Kadelang yang megah itu belum juga menemukan cara yang jitu. Tumpukan berbagai jenis sampah yang membusuk selalu jadi hiasan di lokasi pasar.
Pemandangan terbaru pada Senin (2/6/2026) sekitar pukul 7.15 Wita, media ini mendapati onggokan sampah Pasar Inpres Lipa Kalabahi yang ditumpuk pada sudut gerbang masuk yang berbatasan langsung dengan satu-satunya ruas jalan protokol di Kota Kenari ini. Padahal ada tempat pembuangan sampah sementara di area belakang pasar yang peletakan batu pertama pembangunannya oleh mantan Menkopolkam RI, Jend.TNI (purn) Wiranto dan mantan Mendagri, alm.Tjahyo Kumolo itu. Masalahnya tumpukan sampah di area belakang pasar inipun sering penuh sesak dan meluber ke badan jalan karena jarang diangkut.
Panorama yang juga memprihatinkan lagi, yakni onggokan sampah di Pasar Kota Lama Kalabahi, kawasan Kampung Cina. Berhari-hari sampah tertumpuk dan membusuk di area depan pasar di jantung kota ini. Jalan pintas pun ditempuh untuk mengatasi sampah itu, yakni dengan cara dibakar. Pemandangan itu sebagaimana layaknya itu lokasi TPA (tempat pembuangan akhir) sampah. Sungguh miris, sangat merusak pemandangan, karena geudung pasar yang putih laksana rumah sakit itu dihiasi sampah-sampah dan kepulan asap yang membumbung tinggi.

Padahal, tak bisa dielak, bahwa Pasar umum di suatu kota, sering dikunjungi pula setiap tamu atau wisatawan, baik manca negara maupun domestik yang datang ke suatu daerah. Ada yang hendak berbelanja kebutuhannya, ada yang sekadar jalan-jalan berwisata kota, sambil diam-diam menilai tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Data dari pasar kadang lebih riil, tak bisa direkayasa dengan angka-angka di atas kertas laporan.
Saat ini, Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor sedang siaga menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 3-5 Juni 2026. Rakor ini diikuti 22 kabupaten/kota se-NTT, sehingga para peserta yang datang, pasti ada pula yang akan jalan-jalan ke pasar-pasar dalam kota untuk shoping.
Karena itu, kiranya lokasi-lokasi pasar tersebut dijaga kebersihannya, karena pasar merupakan pusat perputaran uang yang mencerminkan tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat suatu daerah, bukan tempat peredaran sampah yang menunjukan rendahnya budaya bersih suatu daerah.

Dalam Rapat-rapat Paripurna DPRD Kabupaten Alor, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Alor sering melancarkan kritikan atas pengelolaan sampah pada pasar-pasar dalam kota Kalabahi yang buruk. Anggota dewan sempat mengusulkan agar sebaiknya tugas mengatasi masalah sampah di pasar-pasar itu diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup agar terpusat. Jangan lagi pisahkan kebersihan lingkungan itu tugas Dinas Lingkungan Hidup, sedangkan kebersihan pasar menjadi tanggungjawab Dinas Perdagangan yang tidak punya armada. Tambah saja armada dan biaya operasional kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk mengurus semua sampah, termasuk di pasar-pasar.
Ingat, pasar juga salah satu tempat orang berwisata. Karena itu, salah satu konsep jitu dari Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo yakni Wisma Raya (Wisata Maju Rakyat Sejahtera) mau sukses, maka wajah pasar-pasar dalam kota jangan dibiarkan kamomos bersimbah air ludah siri pinang, dan aneka jenis sampah, termasuk sampah plastik yang memenuhi selokan dan sudut-sudut pasar. Semoga..! (ap/linuskia)