Alor dapat 40-an Proyek Revitalisasi Sekolah

author
1 minute, 39 seconds Read

alorpos.com –  PEMERINTAH Kabupaten Alor melalui Dinas Pendidikan mendapat alokasi dana untuk 40-an proyek revitalisasi sarana pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Sebayak 40-an sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP menjadi sasaran pelaksanaan rpgrma dimaksud. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Fredi Lahal, SH kepada Media di usai mendampingi Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo,S.H.,M.H., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama para Kepala Daerah di Kupang, Senin (4/5/2026) menyampaikan kabar baik ini.

Lahal menjelaskan, terkait dengan proyek revitalisasi tahun 2026 di Kabupaten Alor ada 40-an sekolah dari tingkat PAUD, PKBM, hingga SD dan SMP. Dia merincikan, untuk tingkat SMP sebanyak 5 sekolah, 30-an SD, untuk PAUD/TK sebanyak 5 sekolah, dan beberapa unit PKBM. Mantan Asisten I Setda Alor ini mengatakan,  program kegiatan ini dalam tahapan persiapan, dimulai dengan kegiatan Pendampingan terhadap pihak sekolah.  

Menurutnya, dalam kegiatan Pendampingan dilakukan secara bertahap, seperti saat ini yang tengah berjalan adalah tingkat SMP, kemudian baru SD dan seterusnya. Saat itu dia belum bisa memastikan besaeran alokasi anggarannya karena masih dalam proses.

“Nanti setelah selesai Pendampingan baru kita bisa tahu alokasi anggaran yang pasti. Dalam Rakor ini, saya telah menyampaikan kepada Dirjen yang menangani proyek revitalisasi ini agar menu yang dibuka dan menjadi perhatian penting adalah mess guru dan MCK yang perlu ada tambahan sumur bor untuk daerah 3 T seperti di NTT dan khususnya di Kabupaten Alor yang memiliki kharakteristik wilayah dengan topografi yang berat. Mengapa diusulkan ini, karena masih banyak sekolah-sekolah di Kabupaten Alor yang belum memiliki sarana Messi guru. Jika ada pun itu kurang layak. Sarana ini perlu diperhatikan agar Kepala Sekolah dan Guru bisa betah dan selalu ada di sekolah yang berada di wilayah yang jauh baik di pegunungan maupun di wilayah kepulauan,”tandas mantan Camat Teluk Mutiara ini.

Selain mess guru, Lahal menambahkan, hal lain yang diusulkan adalah MCK yang dilengkapi dengan sumur bor agar bisa bermanfaat. Ia menekankan, bahwa jika hanya bangun mCK tanpa ada sumur bor maka MCK menjadi tak bermanfaat tanpa air. (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *