Aksi Mentan Andi Amran  dan Dirut Bulog Perkuat Ketahanan Pangan di Alor

author
1 minute, 54 seconds Read

alorpos.com – DALAM kunjungan kerjanya secara mendadak ke kabupaten Alor paska aspirasi yang disampaikan mahasiswa asal Alor, Adriano Padama saat kuliah umum di kampus Universitas Dipenogoro (UNDIP) Semarang, Menteria Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memastikan pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, akan dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan Amran saat meninjau kebun pertanian di Desa Fanating, Kabupaten Alor, Sabtu 8 Agustus 2026, usai melakukan kunjungan kerja dan berdialog dengan berbagai pihak di daerah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Brigjen Pol. Hermawan, S.I.K., M.P., serta rombongan.     Amran menegaskan, pemerintah telah memenuhi berbagai permintaan untuk mendukung pengembangan pertanian Alor, termasuk pengembangan komoditas kelapa, mente, kakao, serta bantuan alat dan mesin pertanian.

“Kami sudah lihat semua permintaan, kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian. Minta seribu hektare untuk kelapa, mente saya tambah 1.000 menjadi 2.000. Kemudian minta traktor, kami kasih. Bahkan minta 500, tapi saya kasih 1.000. Tapi harus ditanam,” ujarnya.

Menurut Amran, Kabupaten Alor memiliki potensi besar karena sektor pertanian dapat menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Komoditas kelapa, mente, dan kakao dinilai cocok dikembangkan karena dapat memberikan hasil dalam jangka panjang.

“Potensinya besar. Kenapa? Di sini ditopang sektor pertanian. Mente, kelapa, tadi saya cicipi ada ubi. Kondisinya iklimnya agro, klimatnya sama. Begitu mendarat saya sudah tahu. Ini yang cocok, sini cocok kelapa, kemudian mente, kemudian kakao,” jelasnya.

Amran menargetkan pengembangan tanaman mencapai sedikitnya 10 ribu hektare. Dengan asumsi satu hektare dikelola satu keluarga, program tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat langsung kepada sekitar 10 ribu keluarga di Alor.

“Kalau kita kerja sungguh-sungguh, kemiskinan ini tuntas dalam waktu tiga tahun. Karena dua tahun setengah, tiga tahun sudah panen. Kita tanam padi, beri tanaman jagung supaya kemiskinan ini bisa turun. Turun lebih tajam lagi. Itu perintah Bapak Presiden,” tegasnya.  

Ia menambahkan, pemerintah menyiapkan program jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan. Bantuan pompa air, alat dan mesin pertanian, bibit unggul, hingga dukungan pembiayaan penanaman menjadi bagian dari program prioritas pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Alor.  (ap/linuskia)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *