Aksi Kemanusiaan Kejari Alor Dengan Donor Darah, dr.Anjas: Terima Kasih, Kebutuhan Darah di Alor Meningkat, Pendonor Kurang

author
1
3 minutes, 12 seconds Read

alorpos.com – INSAN Kejaksaan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor ternyata tidak hanya berkutat pada urusan hukum. Mereka juga punya sisi kemanusiaan yang patut diacungi jempol, karena turut memikirkan nasib warga yang sakit dan membutuhkan darah saat menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di daerah ini.  

Buktinya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Alor, Subhan Gunawan,S.H.,M.H., bersama jajarannya, melaksanakan kegiatan donor darah pada Kamis (24/9/2026) di Aula Kejari Alor.   Kajari melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Alor, Danang Seftrianto,S.H.,M.H., kepada wartawan di sela-sela kegiatan donor darah tersebut menerangkan bahwa aksi kemanusiaan ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Lahir Kejaksaan pada 2 September 2026 lalu.

“Dengan setetes dari dari insan kejaksaan bisa menolong sesama, bisa membantu warga Kabupaten Alor yang membutuhkan. Selain itu juga untuk kesehatan bagi para pendonor,”kata Danang.

 

Menurutnya semua personil di Kejari Alor mulai dari Kajari hingga para staf, termasuk tenaga honor, ikut diperiksa kesehatannya untuk mendonorkan darahnya jika memenuhi syarat kesehatan.  

“Jumlah pegawai kita sekitar 45 orang, ditambah pegawai honorer sekitar 15-an orang yang siap mendonorkan darah. Tetapi total berapa yang bisa mendonor, tergantung hasil pemeriksaan kesehatan masing-masing,”kata Danang.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, dr.Lodywik Anjassius Ata Alopada yang akrab disapa dr.Anjas kepada wartawan  mengungkapkan bahwa bahwa dalam satu kesempatan berdiskusi dengan Kajari Alor, ada satu keinginan untuk membantu pelayanan kemanusiaan di Alor khususnya di bidang kesehatan, sehingga disepakati melakukan kegiatan donor darah oleh keluarga besar Kejari Alor.

“Karena itu kami berterima kasih kepada pak Kajari Alor yang telah mengkoordinir teman-teman di kejaksaan untuk mendonorkan darahnya demi membantu masyarakat Kabupaten Alor yang membutuhkannya. Stok darah di RSD Kalabahi itu sangat kami butuhkan,”kata dokter Anjas.  

Menurutnya, salama ini pihak RSD Kalabahi memakai dua strategi untuk memperoleh stok darah yang dibutuhkan pasien yakni strategi pasif dan aktif. Startegi pasif, jelas Anjas, artinya pihak RSD Kalabahi hanya menunggu orang yang datang untuk mendonorkan darahnya. Sedangkan strategi aktif, lanjut dr.Anjas,  yakni pihak RSD Kalabahi yang harus turun ke lapangan untuk mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan setelah di-screening untuk mendonorkan darahnya.

“Kalau kita pakai strategi pasif terus, maka pasti kebutuhan darah untuk pasien yang membutuhkan tidak akan tercukupi. Sehingga tim rumah sakit turun untuk menjangkau, kira-kira instansi atau lembaga mana yang  bisa diajak kerja sama dalam kegiatan donor darah. Kami bersurat, sehingga instansi mana respon maka kami datangi,”tandas dr.Anjas.

Untuk itu, dia sangat berterima kasih, atas inisiatif Kajari Alor, sehingga tim dari RSD Kalabahi bisa turun ke Kantor Kejari Alor untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan donor darah dimaksud.  

“Apa yang dilakukan pak Kajari Alor ini, harapan kita agar bisa menjadi motivasi bagi instansi lain, bagi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya, baik vertikal maupun horisontal, untuk turut peduli kemanusiaan dengan kegiatan donor darah demi membantu masyarakat Alor yang membutuhkannya. Kebutuhan darah di Alor ini meningkat, tetapi pendonornya kurang sekali,”ungkap Anjas, sembari menambahkan, bahwa kebutuhan darah yang cukup sulit didapat yakni Golongan Darah A dan AB, sedangkan Golongan Darah O memang banyak tetapi juga banyak orang yang membutuhkan sehingga ketersediaan selalu kurang.

Manfaat bagi pendonor darah, demikian Anjas, yakni saat awal hendak mendonorkan darahnya, harus melakukan pemeriksaan kesehatannya sehingga akan secara gratis mengetahui kondisi kesehatannya. Selain itu, dengan mendonor, maka sel-sel darah merah akan terbentuk ulang dengan baik.

 

“Dan yang paling penting, yakni dengan mendonor, maka pendonor telah membantu menyelamatkan nyawa orang. Ini manfaat paling besar bagi pendonor dan orang yang didonor,”ujar putra mantan Ketua DPRD Alor, Marthinus Alopada,S.Ikom ini. (ap/linuskia)

Similar Posts

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *