4 Pesan Gubernur NTT di Camp Pemuda GMIT Klasis ABAD. Pemkab dan DPRD Alor Dukung  

author
5 minutes, 13 seconds Read

BADAN Pengurus Pemuda Klasis Alor Barat Daya (ABAD) menggelar kegiatan Camp Pemuda GMIT Klasis ABAD Tahun 2022, yang dibuka Ketua Majelis Klasis ABAD, Pdt. Donisarlito Duka, S.Th., Kamis (7/7/2022) di Jemaat Petra Biakbuku,Desa Wakapsir, Kecamatan ABAD Selatan, Kabupaten Alor, Provinsi NTT.
Sebagaimana Press Relase Bagian Potokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokom) Setda Kabupaten Alor yang diterima media ini, bahwa Staf Ahli Gubernur NTT, Dr. Imanuel Blegur, M.Si menyampaikan pesan Guburnur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kaitan dengan Tema Camp Pemuda di Klasis ABAD yakni ‘Bertumbuh Dalam Iman’.
Pemuda Kristen, Pemuda GMIT, Pemuda Klasis, Pemuda Gereja, kata Blegur mengenai pesan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, haruslah menjadi teladan dalam perubahan-perubahan ke arah tercapainya damai sejahtera di kalangan seluruh masyarakat. Menurut Ima Blegur, Gubernur Lasikodat menitipkan 4 Pesan yakni, Pertama Seorang pemuda GMIT haruslah menjadi manusia spriritual. Manusia spritual adalah manusia yang berkarakter khusus, manusia yang tahan uji.

 

Dr.Imanuel E.Blegur,M.Si saat menyampaikan sambutan di Pembukaan Camp Pemuda Klasis ABAD /foto:marthen manilau, prokomp-setdaalor

“Saya sepakat dengan pernyataan Ketua Pemuda Klasis ABAD, Wielem H. Eryah tadi bahwa, di dalam kesulitan di tengah tantangan yang tidak kecil, pemuda GMIT harus tampil dan maju menyongsong kemajuan-kemajuan,”tandas Blegur.
Kedua, Pemuda GMIT harus lah menjadi manusia yang berpengatahuan. Bukan saja pengetahuan tentang Allah yang disembah, tetapi pengetahuan tentang segala hal yang dibutuhkan untuk melahirkan pertumbuhan untuk membawa perubahan.
Ketiga, Pemuda GMIT yang mau dan mampu membangun jaringan dengan siapa saja. Karena jaringan itu adalah potensi yang akan memberikan sumbangan kepada kita dalam rangka melakukan kegiatan-kegiatan kita.
Keempat, menjadi manusia sebagai agen perubahan, Pemuda GMIT haruslah menjadi manusia yang sehat dan pemuda yang berani.
Dalam rangka mendukung program Gubernur NTT ‘Tanam Jagung Panen Sapi’, maka Ima Blegur juga menghimbau Pemuda GMIT Klasis ABAD agar terlibat langsung dalam program ini, dengan menyiapkan lahan khusus sebagai kebun pemuda gereja.

Imran Duru,S.Pd.,M.Pd saat menyampaikan sambutan di Pembukaan Camp Pemuda Klasis ABAD./ foto:marthen manilau, prokomp-setdaalor

Kesempatan yang sama, sebelum melakukan pengguntingan pita tanda resmi dibukanya Kawasan Pantai Utanggal, sebagai kawasan Destinasi Wisata, Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd. M.Pd, mengemukakan sejumlah penegasan dalam arahannya. Imran menilai kegiatan yang dimotori kalangan Pemuda GMIT Klasis ABAD memberikan bukti, bahwa kehidupan umat beragama itu sangat penting, dan bagaimana peranan dari pada Pemuda GMIT itu sendiri, dalam memajukan pekabaran injil itu kedepan. Karena itu Imran menegaskan perlunya dukungan dari pemerintah terhadap kalangan pemuda.
“Kalau pemuda telah memberikan contoh disana di Pantai Lin’al itu. Kemudian satu lagi yang dibuat di sini, yakni di Pantai Utanggal yang sebentar nanti kita lihat. Ini suatu tindakan kreativitas gereja yang disponsori oleh pemuda, dan itu harus di dukung oleh pemerintah. Pemerintah tidak akan menutup mata,”tegas Wabup Alor dua periode mendampingi Bupati Drs.Amon Djobo ini.

Pantai Utanggal, salah satu destinasi wisata baru di Alor Barat Daya./foto:Bu Will/lensaalor.com

Mantan Kepala SMA di Kabir-Pantar ini memotivasi para pemuda agar harus terus memiliki tingkat kreativitas, punya ide, punya gagasan untuk memajukan gereja, memajukan lingkungan dan masyarakat.
“Saya sangat setuju dan senang menghadiri pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemuda GMIT Klasis ABAD. Saya sangat mendukung baik secara pribadi maupun secara pemerintahan. Dengan demikian benar-benar Pemuda Gereja telah memberikan kontribusi selain pembangunan di daerah ini, juga pembangunan di wilayah gereja itu sendiri. Oleh karena itu kegiatan keagamaan milik agama mana pun harus kita memberikan dukungan,”pungkas Imran.

KMK Klasis ABAD, Pdt. Donisarlito Duka, S.Th saat menyampaikan Suara Gembala. foto:marthen manilau, prokomp-setdaalor

Ketua Majelis Klasis ABAD, Pdt. Donisarlito Duka, S.Th melalui Suara Gembala sebelum membuka kegiatan ini menekankan, bahwa tujuan Camp Pemuda untuk menyatukan kepelbagaian pemuda-pemuda Gereja di wilayah pelayanan Klasis ABAD. Menurutnya, organisasi kepemudaan inipun merupakan sebuah panggilan atas pelayanan iman di dalam hidup berjemaat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Maka, lanjut Donisarlito, kegaiatan kebersamaan melalui Camp Pemuda ini sebagai wadah persekutuan membentuk sumber daya dan kemanderian pemuda kristen, dalam membentuk dan menggali semua potensi yang dimiliki, untuk mempersiapkan SDM secara kelembagaan maupun secara personal, agar siap menghadapai hadirnya tantangan saman.

Anggota DPRD Alor, Markus M.Legifani mewakili Pimpinan DPRD Alor, menyatakan dukungan para wakil rakyat terhadap berbagai kegiatan pemuda di daerah ini, termasuk kegiatan Camp Pemuda GMIT Klasis Alor Barat Daya./ foto:marthen manilau, prokomp-setdaalor

“Hari ini saya merasa bangga karena pemuda Kalsis ABAD bisa melakukan kegiatan Camp Pemuda ini. Banyak hal yang perlu kita belajar, agar supaya iman ini bisa tumbuh sekaligus kita punya pengetahuan ini bisa berkembang. Kita mungkin sudah tidak punya waktu untuk kita mau pergi belajar kemana- mana. Kita hanya punya waktu untuk belajar di tempat-tempat seperti ini, dipersekutuan-persekutuan seperti ini,”kata Donisarlito.
Karena itu Pdt. Donisarlito Duka, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor, Pemerintah Kecamatan ABAD Selatan dan sekitarnya, Pemerintah Desa Wakapsir dan sekitarnya yang selalu memberikan dukungan dalam mensukseskan kegiatan dimaksud.

Ketua Panitia Camp Pemuda Klasis ABAD, Jhon Ch.Lanpada./ foto:marthen manilau, prokomp-setdaalor

Sebelumnya, Ketua Panitia Camp Pemuda Klasis ABAD Tahun 2022, Jhon Ch.Lanpada, S.Pd dalam laporannya, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dilakanakan selama 4 hari sejak 6-9 Juli, melibatkan peserta dari 36 Jemaat, yakni 23 Jemaat Mandiri, dan 13 Jemaat Wilayah yang tersebar di wilayah kecamatan yakni, Kecamatan ABAD, ABAD Selatan dan Kecamatan Mataru. Tujuan kegiatan, mempersekutukan Pemuda Gereja, membentuk Sumber Daya dan Kemandirian Pemuda Kristen, membentuk dan menggali semua potensi yang dimiliki pemuda gereja di wilayah pelayanan Klasis ABAD.
Untuk diketahui, hadir dalam acara ini antara lain, Staf Ahli Gubernur NTT, Dr. Imanuel Blegur, M.Si bersama Ibu, Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd. M.Pd dan Anggota DPRD Alor, Markus M. Legifani. Nampak hadir pula sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, antara lain, Kadis Pertanian dan Perkebunan, Yustus Dopong Aborang,SP., Kepala Bappelitbang, Obeth Bolang, S. Sos., M.AP., Camat ABAD Selatan, Syonohitoh L. Kaimat, S.Sos., serta para Kepala Desa, Ketua Majelis Petra Biakbuku, Pdt. Opie Kolimo, S.Th, Para Pendeta, Vikaris, Calon Vikaris se- Klasis ABAD, UPP Pemuda Klasis ABAD, BP. Pemuda Klasis ABAD beserta anggota, Panitia Camp Pemuda serta para peserta Camp Pemuda asal 36 jemaat/jemaat wilayah dan undangan lainnya. (ap/linuskia/bagian-prokomp-setda-alor/marthen-j-manilau

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *