2 Swab Positif Covid Berhubungan Dengan Almarhum DP

author
3 minutes, 14 seconds Read

Dari sembilan sampel Swab yang dikirim ke Laboratorium RSU Prof.W.Z.Johannes Kupang untuk diperiksa bersama sampel swab almarhum Decky Pella (DP), ada dua yang dinyatakan positif Covid-19, tujuh lainnya negatif.

HAL ini dibenarkan Bupati Alor, Drs.Amon Djobo selaku Ketua Umum Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/12/2020) di rumah jabatannya.
Dua positif itu, kata Djobo, berhubungan langsung dengan almarhum DP, yakni seorang Nakes (tenaga kesehatan) dan satunya pasien yang sempat satu ruang perawatan dengan almarhum DP. Nakes dimaksud sudah menjalani karantina mandiri, sedangkan pasien yang hingga kini masih dirawat pada RSD Kalabahi, ditimpatkan pada ruang khusus pasien Covid-19.
Bupati Djobo berharap agar keluarga pasien tidak boleh marah, tidak boleh berkeras kepala karena itu menyangkut pandemi yang akan menyebar ke masyarakat luas. Siapapun yang merasa pernah melakukan kontak langsung dengan almarhum DP, lanjut Djobo, agar melakukan pemeriksaan swab dan mulai karantina mandiri, jaga stamina dan minum obat teratur.
“Masing-masing harus waspada. Kalau ini barang (Covid-19) sudah kena ya legowo. Mari sudah kita usaha untuk pemberantasannya. Jangan sampai melawan, pergi bertemu lagi dengan siapa-siapa dan berurusan dengan siapa-siapa lagi, maka makin banyak orang rugi (terjangkit Covid), karena sekarang sudah menyebar cukup luas,”tegas Djobo.
Menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru, 1 Januari 2021, lanjut Djobo, masyarakat juga harus selalu waspada dan hati-hati, sehingga harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
open house di rumah jabatan (untuk Natal dan Tahun Baru) juga kita harus hati-hati sehingga durasi waktunya diperpendek dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,”tandas Djobo.

Drs.Sony O.Alelang dan dr.Chr.Maya O.Blegoer Laoemoery saat Rapat Evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Alor, Kamis (17/12/2020) di Posko, Gedung Wanita Kalabahi

Sementara itu, Ketua III Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Alor, Drs.Sony Alelang kepada wartawan, Minggu (20/12/2020) di Rumah Jabatan Bupati Alor, mengatakan, hasil test swab dua orang yang dinyatakan positif Covid-19, yakni seorang pasien yang sedang dirawat di RSD Kalabahi dan satu lainnya merupakan tenaga kesehatan (Nakes) pada RSD Kalabahi. Hasil Swab itu diterima pihaknya pada Sabtu (19/12/2020) di Kalabahi.

Menurut Sony Alelang, Nakes yang dinyatakan positif Covid itu sempat merawat almarhum DP, sedanhgkan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, sempat berada satu ruangan dengan almarhum Decky Pella saat dirawat di RSUD Kalabahi.
Nakes yang positif itu yang merawat almarhum. Sedangkan pasien yang positif (Covid) itu berada dalam satu ruang perawatan dengan almarhum di rumah sakit,”kata Sony Alelang.
Pasien yang positif Covid-19 itu, jelas Sony, hingga saat ini masih menjalani peraweatan di RSD Kalabahi pada ruangan khusus Covid-19. Sedangkan Nakes yang positif Covid sudah menjalani isolasi mandiri.
Asal tahu saja, almarhum Decky Pella meninggal pada Kamis (10/12/2020) sore di RSD Kalabahi, dan hasil swabnya berdasarkan pemeriksaan Laboratorium RSUD Prof.W.Z.Johannes Kupang bahwa almarhum positif Covid-19. Karena itu sejak Senin (14/12/2020) lalu, semua orang yang punya riwayat melakukan kontak erat dengan almarhum dilakukan pengambilan swabnya untuk dikirim ke Laboratorium RSUD Prof.W.Z.Johannes Kupang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr.Chr.Maya O.Blegoer Laoemoery yang dikonfirmasi wartawan usai Rapat Evaluasi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Alor, Kamis (17/12/2020) menjelaskan bahwa, swab pertama kali dilakukan kepada 26 tenaga kesehatan yang punya riwayat kontak dengan almarhum DP saat dirawat di IGD, VVIP dan ICU. Selanjutnya, pada hari Senin dan Selasa (14-15/12), kata Maya, pengambilan swab kepada 62 orang yang melakukan kontak erat dengan almarhum DP. Untuk sampel swab 26 Nakes, kata Maya, sudah dikirim ke Kupang melalui kapal ferry atau ASDP (angkurtan sungai, danau dan penyeberangan) pada Minggu (13/12) lalu. Sedangkan 62 sampel swab lainnya, dikirim pada Jumad (18/12) pakai pesawat wings air, atau Minggu (20/12/2020) dengan kapal ferry. Ditanya kapan hasil swab 26 Nakes dan 62 orang lainnya itu keluar, dr.Maya tidak bisa memastikan.
“Kami tidak bisa pastikan, tergantung teman-teman di Laboratorim RSUD Prof.W.Z.Johannes Kupang. Kita menunggu saja, tetapi komunikasi tetap kita jalin,”tandas Maya. (ap/tim)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *